----- Original Message ----- 
From: Asnawi 
Sent: Saturday, June 17, 2006 8:56 AM
Subject: [RETNAS] FW: CRV Hitam B 8679 PB.... be
ware........

From: Erina Nakamura Saragih
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 15, 2006 1:35 PM
To: An-DeeE; Adesti Barus; Agan R Mahendra;
[EMAIL PROTECTED]; Inge Octalibrayani; Irene P
Lumintang; Elissa Dermawan; Deschelina Saragih;
Feifei; anis kesumahayati; Fajrah Akili; Kiuk,
Melissa; Ria Magdalena; sally; [EMAIL PROTECTED];
Wemmy office; [EMAIL PROTECTED]; rosalyna
simanjuntak; [EMAIL PROTECTED]; Eko Prasetio;
Bharata Ramedhan; Tita; [EMAIL PROTECTED]; Tegoeh
Hary Santosa
Subject: Fw: CRV Hitam B 8679 PB.... be ware........

sakit!

----- Original Message ----- 
From: Atie Mulyati 
To: [EMAIL PROTECTED] ; Erina Saragih ; maladewi
Komalasari ; Emma ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
; [EMAIL PROTECTED] ; edith ; Carla Novelia ; Bambang
Isriyanto ; Edy Apriyanto ; Leylayani Iviyanti ; Shona
Sharmilla ; sherly lubis 
Cc: Asih Risyanto ; Cynthia M. Trihapsari. ; Ita ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
dan 
Sent: Thursday, June 15, 2006 12:37 PM
Subject: CRV Hitam B 8679 PB.... be ware........


Fw: CRV Hitam B 8679 PB.... be ware........
Posted by: "Faisal" [EMAIL PROTECTED] 
Date: Wed Jun 14, 2006 6:47 pm (PDT)

Sudah Separah Inikah Mentalitas Pengemudi di Jakarta
Tercinta?

Wah kebetulan pengalaman teman anda Pak Jeffry tsb
pernah saya alami awal

bulan Desember yang lalu. Plat nomornya persis sama
CRV Hitam B 8679 PB.
No
pol mobil CRV tsb sdh saya tulis di hp saya dan saat
baca cerita Pak
Jeffry
saya cocokkan dengan nomor tsb ternyata sama persis.

Kesimpulan saya orang yang punya mobil/sopir CR-V itu
sepertinya sakit
jiwa.
Hati2 buat yang lain ya.

Ceritanya begini :

Sekitar pukul 18 hari minggu sore, saya sedang bersama
istri, anak saya
yang
pertama dan salah satu pembantu saya sedang dalam
perjalanan pulang
menuju
ke rumah kami di Pos Pengumben dari daerah Cinere naik
Honda New City
Silver. Kami baru pulang dari rumah kawan istri saya
yang baru melahirkan

untuk melihat bayi yang belum berusia 1 bulan.

Karena perjalanan agak jauh dan lumayan macet di
Cinere, pembantu saya
mengalami mabuk jalan dan ingin muntah. Sebenarnya
saya sudah cek ke
belakang mobil saya untuk memastikan apakah ada mobil
yang sedang melaju.
Ketika itu saya lihat sorot lampu yang masih jauh,
sehingga saya beri
tanda
kemudian meminggirkan kendaraan.

Mendadak saya mendengar klakson dari mobil CRV
(awalnya no pol tidak
tampak). Karena emergency saya acuhkan saja. Mobil itu
kemudian berhenti
tepat disamping pintu saya, kelihatan orangnya
menunjukkan jari tengah ke
saya. Tapi saya cuekin. Tahu dicuekin dia jalan lagi
tetapi perlahan.

Di saat yang sama pembantu saya membuka pintu mobil
dan (maaf) muntah.
Namun
beberapa saat kemudian saya dikejutkan ketika bemper
depan saya berbunyi.
Ternyata dia memundurkan lagi mobilnya ke arah mobil
saya (Mungkin dikira

pembantu saya itu keluar mobil untuk menantang
berkelahi dengan dia).
Karena
saya membawa istri dan anak, saya mencoba menahan
darah yang mendidih.
Mobil
CRV itu kembali berjalan perlahan dan menghilang di
tikungan. Tapi disitu

saya sempat mencatat plat no polisinya. B 8679 PB. CRV
tersebut terdapat
strobe light, tapi pada saat kejadian dengan saya tsb,
ybs tidak
menyalakannya (mungkin krn tidak berada di jl tol). Di
rumah saya cek
mobil
saya baret di bemper kanan depan.

Saya kira urusan selesai. Sekitar 10 menit setelah
urusan pembantu saya
yang
lagi sakit itu selesai, kami melanjutkan perjalanan.
Ternyata mobil itu
menunggu kami di tikungan dan langsung memepet mobil
kami dari sebelah
kiri.

Untung saya sedikit lebih cepat dari dia sehingga
tidak berbenturan.
Sepanjang jalan di Pondok Indah mobil CRV tsb menempel
mobil kami.

Kami bisa lepas dari mobil tsb di lampu merah karena
sewaktu menempel
mobil
kami, mobil tersebut menyerempet mobil lain, dan
pengemudi CRV tsb
langsung
menghentikan mobilnya untuk ribut dengan mobil lain
tsb.

Sebenarnya kalau saya sedang sendiri pasti sudah saya
lempar palang untuk
mengungkit dongkrak, tapi karena ada anak dan istri,
saya berusaha
menahan
diri.Dan saya kira tidak worth it untuk melayani orang
gila seperti itu.
Untuk meredakan hati saya , saya hanya berpikir orang
sedang stress,
dikejar-kejar debt collector,baru dipecat kebelet
pipis dan baru
diceraikan
istri. Jadi yang keluar bukan amarah lagi tapi rasa
kasihan.

Kalau bapak2/ibu2 ketemu (amit-amit), jangan diladeni.
Karena bisa jadi
dia
punya pistol sehingga sok jagoan. Biar Tuhan saja yang
menghukumnya.

Wasalam
"Awan" <[EMAIL PROTECTED] in message
news:[EMAIL PROTECTED]

Dr millist sebelah....
On 5/29/06, Jeffrey Hamdi <
[EMAIL PROTECTED]:

Teman-teman sekalian,

Saya ingin menceritakan kejadian yang sangat
mengerikan yang terjadi
di
jalanan di kota metropolitan kita ini. Kejadian ini
tidak terjadi pada
saya, namun kejadian ini menimpa orang lain dan saya
menyaksikan
sendiri,
bagaimana kejamnya hukum rimba di jalanan di kota
Jakarta tercinta ini.

Mohon diingat bahwa dalam menulis ini karena hati
nurani saya
terketuk.
Sudah separah inikah mentalitas pengemudi di Jakarta
tercinta ini?

Ada dua hal yang ingin saya capai.

Pertama, adalah untuk menyadarkan sopir/pemilik mobil
yang melakukan
tindakan tidak berkemanusiaan ini untuk sadar. Maka
dari itu saya
menuliskan secara jelas pelat nomor dan deskripsi
mobilnya agar yang
bersangkutan tahu bahwa apa yang dilakukannya jelas
salah.

Kedua, adalah untuk memberitahu rekan-rekan (dan
tentunya juga
mengingatkan saya sendiri) bahwa masih banyak
orang-orang yang
memberlakukan hukum rimba dalam berkendara. Kita (dan
tentunya saya
sendiri) memang harus tenang dan sabar dalam
berkendara, agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadiannya seperti berikut.

Tanggal 26 Mei 2006 sekitar jam 3:15 sore, saya
(mengendarai Toyota
Fortuner) masuk tol kota dari Rawamangun ke arah
Cawang. Tujuan akhir
saya
adalah Cibubur.

Saat saya berkendara di jalur paling kanan segera
setelah saya masuk
tol. Dikaca spion saya lihat Suzuki Karimun ada
dibelakang saya, dan
Honda
CR-V (generasi kedua CR-V sekitar tahun 2003-2004)
berwarna hitam ada
dibelakang Karimun.

Terlihat CR-V tersebut memakai strobe light (lampu
yang berkedip
cepat,
seperti yang biasa digunakan pada pengawal presiden,
polisi, dan
lain-lain) yang diletakkan didalam grille depan, namun
masih jelas
terlihat cahayanya. Juga terlihat bahwa CR-V ini
mempunyai tiang untuk
bendera kecil (seperti yang biasa kita lihat di mobil
menteri atau
pengawal presiden) yang terletak persis ditengah
bumper depan.

CR-V ini mengedip-ngedipkan lampu besar, selain tetap
menyalakan
strobe
light-nya untuk meminta Karimun minggir. Sebelum
sempat Karimun itu
minggir, Honda CR-V ini menyalip dari samping kiri,
masuk ke jalur
kanan
lagi dan rem mendadak. Sepertinya untuk
menghukum/membuat kaget Karimun

itu karena tidak memberikan jalan segera cepat.

Saya melihat kejadian itu melalui spion saya.
Terlintas dua
kemungkinan
dipikiran saya. Pertama, mobil CR-V ini sedang
mengawal pejabat. Atau
kedua, mungkin memang sopir mobil CR-V menyalakan
strobe light hanya
ini
berlaku sewenang-wenang di jalan.

Saya buru-buru ambil jalur tengah, memberikan jalan
untuk CR-V itu
supaya saya tidak mengalami hal yang sama seperti
Karimun dibelakang
saya.

Setelah CR-V melewati saya, baru saya tahu bahwa
ternyata CR-V ini
tidak sedang mengawal pejabat. Jadi memang sopirnya
berlaku arogan di
jalan saja.

Yang membuat saya heran adalah, pelat nomor mobilnya
adalah pelat
hitam, dengan nomor polisi B 8679 PB (saya sampai
ingat pelat nomor
mobilnya, karena sangat sebal dengan tindakan arogan
sopirnya terhadap
orang lain di jalan). Saya menjadi bertanya-tanya
apakah memang
diperbolehkan untuk menggunakan tiang bendera kecil
dan strobe light
pada
mobil yang berpelat hitam?

CR-V tersebut melaju dengan sangat kencang, menyalip
kanan-kiri
sampai
akhirnya hilang dari pandangan.

Beberapa menit berlalu, saya sekarang sudah semakin
dekat ke
Cibubur,
saya baru saja melewati exit Pondok Indah.

Beberapa saat kemudian, saya lihat CR-V yang sama ada
berhenti di
bahu
jalan. Didepannya ada Honda City baru. Honda City
tersebut parkir
melintang didepan CR-V tersebut. Kelihatannya
sepertinya CR-V tersebut
dipaksa minggir/berhenti oleh City itu.

Saya lihat pengemudi City sudah turun dari mobil dan
berada di sisi
sopir CR-V. Sopir CR-V duduk didalam mobilnya. Saya
tidak tahu apa yang
mereka lakukan. Kalau dugaan saya, sopir City mungkin
sedang
marah-marah
kepada sopir CR-V karena sopir CR-V tersebut mengemudi
dengan
ugal-ugalan.

Saya tetap melaju dan sekarang saya sudah mendekati
exit Cibubur
yang
tinggal 1 km lagi. Saya ambil jalur kiri (jalur paling
kiri, bukan bahu
jalan).

Dikaca spion kiri, saya lihat dikejauhan mobil hitam
melaju dengan
kencang sekali dibahu jalan. Saya duga mobil itu
adalah mobil CR-V yang
kabur dikejar City. Ternyata saya salah, karena
ternyata itu adalah
mobil
Nissan X-Trail hitam yang sedang dikejar oleh CR-V
hitam yang masih
dengan
strobe light yang dinyalakan dan lampu besar yang
dinyalakan. Dugaan
saya,
sopir mobil X-Trail tersebut melakukan suatu hal yang
tidak disukai
oleh
sopir mobil CR-V sehingga kejar-kejaran terjadi.

Saya melaju sekitar 80-100 km/jam dijalur paling kiri
tersebut
(jalanan
memang lagi kosong) dan dugaan saya, mereka (X-Trail
dan CR-V) melaju
dengan kecepatan sekitar 160 km/jam dibahu jalan,
menyusul saya dari
kiri.
Saking kencangnya dan dekatnya mereka menyusul saya
(perlu diingat,
bahu
jalan tidak lebar), mobil Fortuner saya bisa bergeser
ke kanan (seperti

terasa disusul oleh bus).

Jelas ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang
dilakukan kedua
mobil
tersebut.

Saya lihat mereka berdua mengambil exit Cibubur juga.
Saya lihat
pada
saat sopir X-Trail membayar tol, sopir CR-V
cepat-cepat turun dan
menyampiri X-Trail. Sopir CR-V tersebut
menendang-nendangi pintu bagian
sopir X-Trail, lalu lompat ke kap mesin X-Trail.
Loncat-loncat sebentar

disana, lalu sopir CR-V tersebut lompat lagi ke atap
X-Trail, juga
loncat-loncat sedikit disana. Sopir CR-V tersebut lalu
turun, menendang
pintu bagian sopir X-Trail.

Setelah puas menghukum/membalas dendam/merusak mobil
orang lain,
sopir
CR-V tersebut masuk kembali ke mobil. Sopir X-Trail
tidak melakukan
apa-apa, hanya diam dimobil. Saya tidak tahu apakah
sopir X-Trail itu
takut/kaget sehingga tidak melakukan perlawanan
apa-apa, atau mungkin
sopir CR-V itu memiliki senjata (yang tentunya tidak
bisa saya lihat,
karena dari posisi mobil saya yang sedang antri
karcis, saya tidak bisa

melihat apakah ada senjata yang diselipkan dicelana
atau tidak).

Saya lihat sopir CR-V ketika berjalan kembali ke mobil
CR-Vnya
mempunyai tinggi sekitar 165 cm, memakai kacamata
hitam, rambut agak
pendek (namun tidak cepak) dan berkulit sawo matang.

X-Trail lalu menuju kearah Cileungsi, dan CR-V masuk
tol lagi kearah
Bogor. Jadi sepertinya CR-V tersebut mengambil exit
Cibubur, hanya
untuk
merusak/menghakimi X-Trail itu.

Terlepas dari apa salah X-Trail terhadap CR-V, saya
rasa tidak benar
untuk merusak properti/mobil orang lain. Apabila ada
perselisihan,
lebih
baik panggil polisi dan selesaikan didepan polisi,
secara hukum. Negara
kita memiliki hukum yang pasti bukan hukum rimba.

Kalau dari apa yang saya lihat, saya mengambil
pendapat bahwa CR-V
tersebut sangatlah arogan dalam berkendara dijalan
raya. Ada dua pesan
saya terhadap CR-V hitam B 8679 PB tersebut.

Bagi yang mengemudikan CR-V tersebut pada kejadian
diatas, mohon
lebih
sabar dalam berkendara. Tata krama tetap harus dijaga.
Tindakan arogan
hanya akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain.
Seluruh warga
negara
memiliki hak yang sama. Bukanlah tindakan terpuji,
dengan bermodalkan
strobe light dan tiang bendera didepan lalu berlaku
semena-mena
terhadap
orang lain dan lalu merusak properti orang lain.

Jika pemilik mobil CR-V tersebut bukan yang
mengemudikan mobil itu
pada
saat kejadian tersebut, mohon kiranya menghukum sopir
yang mengemudikan
CR-V pada saat kejadian tersebut. Hukuman perlu untuk
membuat efek
jera.

Bagi yang mengenal sopir/pemilik mobil CR-V dengan
pelat nomor B
8679
PB tersebut, mohon diingatkan bahwa berlaku arogan
tidak ada
positifnya.
Buatlah pemilik/sopir mobil CR-V tersebut malu
sehingga tersadar, bahwa
apa yang dilakukannya salah dan bukanlah sesuatu yang
hebat. Rasa malu
memang perlu kadang-kadang untuk membuat kita tersadar
dan kembali ke
jalan yang benar.

Bagi para pengguna jalan sekalian, memang masih banyak
orang yang
tidak
berperikemanusiaan, tidak berpendidikan (pendidikan
hati bukan
pendidikan
formal), arogan dan tidak bersopan santun dijalan.
Atas hal ini, kita
memang musti hati-hati dalam berkendara dijalan dan
lebih sabar. Jangan

terpancing untuk melakukan sesuatu yang akan kita
sesali.

Mohon kiranya bantuan dari teman-teman sekalian untuk
menyebarluaskan
e-mail ini, agar dua tujuan dari tulisan ini (seperti
yang saya
sebutkan
diawal e-mail ini) dapat tercapai.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/v2FxlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

---------------------------------------------
id-Palm Web Portal: http://www.id-palm.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/id-PalmOS/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke