Muhammad Rully Sumbayak wrote: > [...] Mudah-mudahan saya > bisa beralih 100% karena memang atas keinginan sendiri. Lagipula yang > dibuat juga cuma project internal kecil-kecilan dan di internal > perusahaan yang penting itu outputnya. [...]
Short Mode ON: +1 kalau kecil kami yakin pasti bisa beralih 100% Long Mode ON: hmm.. kalau "kecil" atau ada juga yang "besar tapi kecil" maksud saya itu rails project memang secara LOC (Lines of Codes) *dipandang* lebih besar tetapi manfaatnya kecil, jadi tiap kali ada content baru pasang lagi tambahin sedikit-sedikit (baca: maksimal waktu 1/2 hari or -+4 jam) itu lebih baik (dari sudut pengalokasian waktu develop app) ketimbang "kecil tapi besar" kalau ini selain LOC kecil juga bahkan manfaatnya besar (baca: tiap pasang cuma butuh waktu dalam hitungan detik saja), kalau mau begini boleh-boleh saja, tapi jangan lupakan faktor kebutuhan akan SDM (ada tester sendiri, ada tukang documenter sendiri, dst) dan variabel faktor pendukung agile lainnya. FYI paragraf panjang diatas barusan juga merupakan obrolan dari percakapan saya dengan seorang CEO (jadi silakan teman2 tinggal ambil yg baik buang yg buruk). Nambah lagi, di short mode _kecil_ yg saya maksud pun sebetulnya adalah yang *murni* rails *saja*, jadi bukan level aplikasi besar-besaran yang bertingkat-tingkat berlapis-lapis yang campur-campur.. (bukan one solution pada spesifik satu bahasa). Sehingga dengan kata lain kalau _besar_ pun juga sebetulnya tetap bisa beralih 100% . Yang biasa bermain besar2x seperti saya atau lebih besar daripada saya mau menambahkan? sumonggo... -- Arie || ariekeren, YM!=riyari3, http://ariekusumaatmaja.wordpress.com http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby "Never say RTFM. Turn the trolls into committers", Audrey Tang - conisli-ofun.pdf kelakuan kucing garong, jebolane ki ngobrol wae to

