On Sat, 6 Mar 1999, Rahmat M. Samik-Ibrahim wrote:
> >> Sebelum memperlebar masalah, harap terlebih dahulu pada fokus
> >> yang sesuai judul thread ini: "KONSEP TANGGUNG JAWAB".
>
> Hm... rupanya anda kurang tertarik perihal konsep tanggung
> jawab, jadi ngapain saya memprioritaskan pembahasan
> "perihal kekacauan IDNIC?" Lagi pula, kekacauan di sana
> merupakan tanggung jawab IDNIC :^)!
Bukannya tidak tertarik. Saya sudah cukup mengerti dengan konsep tanggung
jawab pada e-mail Anda sebelumnya. Saya yakin rekan-rekan semua juga sudah
mengerti bahwa IDNIC-PM harus bertanggung jawab jika memang terjadi
kekacauan di IDNIC.
Yang belum Anda jelaskan adalah, kekacauan apa yang Anda nilai telah
terjadi di IDNIC? Lebih baik Anda sampaikan secara terbuka di milis ini,
sehingga semua orang juga dapat ikut menilai apakah memang di IDNIC
terjadi kekacauan atau tidak.
Jangan lupa, sesuatu yang Anda nilai "kacau", belum tentu dinilai kacau
juga oleh orang lain. Itulah gunanya keterbukaan, agar semua orang bisa
ikut menilai. :-)
>(1) RMS46, pada tanggal 30 September 1997 pukul 11:38:34
> (GMT+0800) menggagaskan sebagai berikut:
>
> Gagasan ini keluar tanggal 30 September, bukannya segera
> ditindaklanjuti, eh malahan di LAMDIMIKan (LAMa DIMIKir).
> Kelihatannya sejak awal, gagasan ini tidak pernah
> dianggap secara serius (berikut RFC-1591) sebagai
> kerangka kerja.
Apa batasan antara ditindaklanjuti dan diLAMDIMIKan, kurang jelas. Apa
dasar penilaian bahwa gagasan tersebut tidak pernah dianggap secara
serius? Bagaimana dengan usaha IDNIC-DUO untuk menindaklanjuti gagasan
Anda tersebut selama ini, apakah masih kurang? :-)
>(2) Dengan sendirinya -- secara de-facto -- terhitung 30
> September 1997, kebijaksanaan pengelolaan DTT-ID
> tidak ada sangkut-paut baik dengan pihak APJII mau pun
> dengan pihak UI.
>
> Asal muasal semua masalah ialah pihak UI "melepas" tanggung
> jawab terhadap DTT-ID, sedangkan APJII cuman "bengong" doang.
> Pada dasarnya, APJII cuman bisa berkoar kalau keadaam sudah
> aman!
Bagaimana tanggapan dari pihak UI dan pihak APJII? :-) Hallo, Kang Maman,
Pak Teddy? :-)
Namun bagaimanapun juga, saya tetap berpendapat bahwa ini kan asal muasal,
masa lalu. Yang harus kita pikirkan kan sekarang adalah ke masa depan. :-)
Jadi saya tetap mengusulkan agar: (udah berapa kali saya sebut di e-mail
saya sebelumnya ya, masa bodo ah) :-)
"Lebih baik semua hujatan terhadap IDNIC di masa lalu, diganti dengan
masukan (kritik dan saran) yang bermanfaat bagi IDNIC di masa depan".
>(3) (butir #1) membuat usulan baru mengenai pedoman pengelolaan
> Domain Tingkat Tertinggi "ID" (DTT-ID) beserta
> Domain Tingkat Dua-nya (DTD) sebelum
> 06-February-2003.
>
> Sampai sekarang, mana usulan konkrit dari pihak
> LAMDIMIK? Apakah perlu ditunggu hingga 5 Februari
> 2003? Kelihatannya memang tidak pernah punya niat!
Siapa yang dimaksud dengan pihak LAMDIMIK? IDNIC-DUO? Mohon diperjelas.
Anda tidak dapat langsung men-judge kalau IDNIC-DUO tidak pernah punya
niat dong, siapa tahu memang butuh tenaga dan waktu untuk membuat usulan
baru tersebut.
Kang Budi, mohon tanggapannya mengenai usulan ini. Apakah memang masih
dalam proses, atau bagaimana?
>(4) (butir #2) secara berkala / bulanan, mengungkapkan kepada
> khalayak perihal kemajuan, hambatan, serta rencana
> jangka pendek / panjang yang telah dicapai, melalui
> sebuah milis satu arah / pengumuman yang khusus
> untuk keperluan tersebut
>
> Well, raja Mataram pun tidak pernah merasa perlu
> membikin laporan berkala.
Selama ini IDNIC-PM telah memiliki milis satu arah / pengumuman, yaitu
[EMAIL PROTECTED] Dan laporan kemajuan IDNIC juga selalu
dikirim secara berkala, walaupun tidak dalam time frame yang teratur.
Jadi, siapa yang Anda maksud dengan raja Mataram itu? :-)
>(5) (butir #3) membentuk milis baru khusus untuk mendiskusikan hal
> yang berhubungan dengan DTT-ID serta wahana untuk
> menerima masukan dari publik.
>
> Eh, milisnya malahan digunakan untuk ngalor-
> ngidul!
Rekan-rekan lain juga dapat menilai apakah milis [EMAIL PROTECTED]
ngalor-ngidul atau tidak. Selama ini, sudah banyak masukan bermanfaat
untuk IDNIC yang masuk melalui fasilitas milis ini. Bagaimana, ada
tanggapan dari rekan-rekan lain?
Anda sendiri, mengikuti milis IDNIC tidak? :-) Jangan langsung men-judge
milis tersebut ngalor-ngidul kalau Anda sendiri tidak ikut berlangganan
milis tersebut. Karena reply Anda tidak pernah di-cc ke
[EMAIL PROTECTED], terpaksa saya yang harus cc ke sana. Padahal
se-"pedas" apapun kritik Anda, toh itu merupakan masukan juga buat IDNIC.
Jadi seharusnya Anda cc ke milis [EMAIL PROTECTED]
>(6) (butir #4) usulan tersebut dapat sejalan atau pun
> bertentangan dengan gagasan PDTT-ID berikut ini.
> Apa bila terjadi pertentangan tidak dapat
> diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, atau
> BBR lalai membuat laporan selama 4 bulan berturut-
> turut, atau 8 bulan tidak berturut-turut, PDTT-ID
> bersedia mengembalikan DTT-ID kepada IANA dengan
> proses yang dapat berlangsung secara bertahap
> hingga maksimum 30 minggu.
>
> VLSM-TJT sudah sangat bermurah hati memberi
> tenggang waktu 30 minggu, kan? Jadi, siapa
> sebetulnya yang menganut garis keras (kepala)???
Setahu saya, Anda telah mengembalikan DTT-ID kepada IANA. Dan saat ini,
IANA telah menunjuk BBR sebagai PDTT-ID yang baru. Jadi, siapa sebetulnya
yang bermurah hati? :-)
> Lagi pula, ngapain VLSM-TJT berurusan dengan
> pihak yang tetap mau bekerjasama dengan Iblis?
Siapa yang Anda maksud dengan Iblis? Mohon diperjelas. Penjelasan seperti
ini akan sangat membingungkan orang. Sekarang era keterbukaan, mohon
semuanya dijelaskan secara terbuka. :-)
>(7) Pola DTD dua huruf (ac.id, or.id, dst) tersebut dilanjutkan,
> mengingat RMS46 tidak menganut azas "ganti pimpinan, ganti aturan".
>
> Um... rasanya pernah membaca serupa ini, di mana yah? :^)
:-) Iya rasanya pernah ya. :-)
>(8) Sambil menunggu "DTD" tambahan terbentuk, bagaimana kalau
> menampung D2, D1, dan kursus di DT3-DX.AC.ID serta SMU, SMP,
> SD, TK di DT3-K12.AC.ID ?
>
> Um... rasanya pernah membaca serupa ini, di mana yah? :^)
Saat ini sedang dalam proses untuk pembuatan sch.ac.id, untuk menampung D2
kebawah. Bagaimana tanggapan Anda mengenai hal itu?
>Dari delapan butir diatas, kelihatan jelas bahwa LAMDIMIK nggak
>ada gunanya, kan?! Kalau ID----NIC mau ngawur, silakan ngawur
>sendiri; VLSM-TJT mah kagak mau ikutan.
Nah itu juga, definisi ngawur, harap dijelaskan. Apakah ngawur = kacau?
:-)
> Penjelasan lengkap nantinya akan ada di tulisan "CAKAR JAYA
> TETE WANITA".
:-) Semoga saja tidak ada kaum wanita yang ikut berlangganan milis ini.
Kalau saya seorang wanita, saya akan tersinggung dengan judul tulisan
Anda. Untung saya bukan wanita *he he he...* :-)
Tapi, tetap saya tunggu penjelasan lengkap-nya. Dan saya yakin, bukan
hanya saya yang menunggu, rekan-rekan lain di milis juga pasti menunggu
hal yang sama. :-)
-ip-
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]