Jangan dianggap menyerang pribadilah.
Anggap itu kritik membangun. Syarat pengelola domain kan siap
menerima hujatan :-).
BTW menurut saya IDNIC cukup terbuka saat ini dan iklim
ini harus terus dijalankan. Adakalanya pola orang kritik seperti menghujat
tapi lebih baik dari pada diam tanpa kritik dan masukan habis itu ngedumel
dan menjelekkan di belakang. Saat ini beda pendapat halal-halal saja tapi
jika pendapat ditolak yah kudu berlapang dada.

Diluar itu, mungkin perlu penyempurnaan sistem otomasi lebih baik pada
pendaftaran dan pengelolaan domain. Misal:
1. Semua pendaftar harus memilik nomor NIC, dalam hal ini mereka harus
mendaftar dahulu sebagai registar. (bebas biaya).
2. Semua yang sudah memiliki NIC akan masuk ke milis IDNIC ini sehingga
suara mereka bisa didengar.
3. Semua yang memiliki NIC diharapkan memiliki kemampuan teknis DNS
dan bisa bertanya lebih dahulu jika belum tahu. Terutama Teknis Kontaknya.
4. Saya melihat sistem informasi berbasis web pada Atmajaya sangat bagus,
mungkin Pak Wartono bisa membantu banyak menbangun sistem informasi
untuk IDNIC.

Salam
Marcelus Ardiwinata
mailto:[EMAIL PROTECTED]

----------
> From: [EMAIL PROTECTED]
> To: MILIS gnM-DICK <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [idnic] [dick] Ketidak-konsistenan pendaftaran di DTT-ID
> Date: Wednesday, March 24, 1999 5:02 AM
> 
> Dear IP,
> 
> Terima kasih atas forward eMailnya.
> Saya rasa tidak usah ditanggapi.
> Capek rasanya kalau menanggapi terus menerus.
> Tidak tahu itikadnya.
> Kalau hanya mau menyerang pribadi dengan insult, ya sudahlah. 
> 
> Rasanya seperti melihat beberapa mantan menteri di negeri ini.
> Sekarang berkoar-koar masalah negara, teorinya bagus.
> Lha dulu ketika menjadi menteri ngapain aja?
> 
> -- budi
> --
> STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
> START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke