Dulu, utk mengatasi hal operasional-duit, APJII menunjuk
PT MAHATEL melalui kongres, semacem KSO, di dalamnya
termasuk pengelolaan domreg, exchange point, dst.

APJII saja tdk sanggup utk operasional kok?, mnrt bylaws
IDNIC lembaganya adalah APJII. Sekarang, polanya jadi
rentan. Bisa jadi setiap ganti pengurus, kantor itu jadi
pindah ke Pengurus Baru. Asal tahu saja publik.

NSF wkt itu dpt duit dari Gov. APJII mah nggak dapet, jadi
siapa ngurus, dapet resiko apabila member-nya tdk konsisten.
Jadi program apapun perlu kesinambungan dan konsistensi,
gituh.

Sekarang itu PT jalan terus sajah, BR sdh dapat copy-nya.
Katanya, jangan pakai itu PT, banyak miring2 isunya.
Yah, terus saja...kalu begitu, resiko yang pas nampaknya
lebih cocok di pribadi2 daripada kelembagaan.

Yg kritis2 spt ini, sebaiknya jangan japri2an, biar kedengeran
semua pihak.

Jadi membentuk manajemen profesional teh hese krn
sdh setting di-claim bahwa ini sdh ada pertanggungan jawab ke
publik, padahal go-publick aja nggak bisa. Paradox, khan.

Sebagian besar setuju atas comment Bobby, intinya, 
restrukturisasi:
[1] Lembaga TLD.ID;
[2] Lembaga IDNIC [TaskForce-Duo-atau apalagi?]->ada APJII Lho;
[3] Lembaga Perseroan Terbatas.
Pola netmeeting/WG, dan vote-bote lah utk bikin Chapter.
Sampai saat ini belum ada Chapter-nya, pernah diusulkan
katanya nggak perlu. Jadi kalau nggak ada Chapter hal2
spt ini sering patah oleh suara mandatoris sendiri. Di sisi lain
muncul ke publik soal operasional, komputer pribadi, ongkos
pribadi... Hidup Volunteer.

-Teddy 

 At 14:35 24/02/00 +0700, you wrote:
>----- Forwarded message from Bobby Nazief <[EMAIL PROTECTED]> -----
>
>Date: Thu, 24 Feb 2000 05:25:04 +0700
>From: Bobby Nazief <[EMAIL PROTECTED]>
>X-Accept-Language: en
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Fwd: Re: [idnic] Skenario PT DNS Jaya]
>
>Man, kok e-mail saya ini nggak nongol-nongol?
>
>
>-------- Original Message --------
>From: Bobby Nazief <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [idnic] Skenario PT DNS Jaya
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>> 
>> Sekarang ... semua berebut ingin.
>
>Saya ingin mengklarifikasi hal ini ... isu yang dibahas adalah
>*JIKA* ada PT yang mengelola pendaftaran domain & pengoperasian
>DNS server maka bagaimana hubungan PT ini dgn IDNIC/PDTT-ID/
>komunitas Internet Indonesia. Jadi bukan karena ada banyak pihak
>yang menginginkan menjadi/memiliki PT tsb. Mudah2an hal ini
>bisa menjernihkan cara kita memandang persoalan ini.
>
>Sekarang pertanyaannya: mengapa perlu PT sih?
>Jawabannya seperti yang disampaikan Budi (saya setuju ini):
>
>> Wah... penting nih pak. Ini untuk membedakan mana yang
>> mengerjakan operasional daily dan mana yang policy.
>> Seperti IETF, IANA, InterNIC, dan NSI.
>> Nah, yang PT itu si NSI.
>> Apalagi menyangkut duit. Bagusnya PT, biar jelas.
>
>Tetapi sampai sekarang kan PT tsb belum ada: perlu dicari tahu
>mengapa? Apa karena tidak ada yang berminat? Atau bahwa kita
>(para admin kontak .id & sld-nya) belum berani mengumumkan ke
>publik karena juga belum tahu bagaimana mekanisme pengaturannya?
>Saya pikir isunya disini (untuk sementara). Apa mekanisme kerja
>sama dengan APJII sudah cukup? Bagaimana pertanggungjawaban
>penggunaan dananya (pertanggungjawaban publik besar di sini)?
>Kalau IDNIC merasa kesulitan dgn dana operasionalnya, mengapa
>tidak dinaikkan? Bagaimana komposisi 'perolehan' dana tsb
>diantara IDNIC dan APJII? Dst, dst. ...
>
>> IDNIC yang sekarang bisa lebih seperti IETF (bukan ngurusi
>> day-to-day operation, tapi ke arah policy).
>
>Seperti saya katakan di atas, agar hal di atas bisa dicapai,
>kita (komunitas Internet Indonesia) perlu memiliki badan yang
>jelas yang mengelola urusan operasional seperti pendaftaran domain
>& pengelolaan DNS servernya.
>
>
>-- 
>Bobby Nazief                                   Computer Science Center
>_______________________________________________University of Indonesia
>Home of http://sunsite.ui.ac.id


--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke