Salam dari Makassar !
Kemarin mas Budi akhirnya singgah di SISDIKSAT
untuk memberikan ceramah puanjang sekali
[+/- 3 (tiga) jam termasuk sedikit tanya jawab
....... sambil terus menerus berdiri, kuat sekali
mas Budi ini, padahal paginya beliau sudah
melakukan hal yang sama di STMIK Dipanegara].
Memang, kata mBak Tatik Radjab yang dulu Kajur
Elektro di ITB, mas Budi ini suka membuat heboh!
Ceramahnya meliputi berbagai hal, dari pelajaran
DNS 101, sejarah per-Internet-an di dunia dan di
Indonesia, tentang IDNIC, tentang politik dan ekonomi
global berkenaan dengan Internet ....... sampai
ke masalah Bandung High Tech Valley, Bangalore,
Bill Gates, Steve Jobs ............. wah, pokoknya
banyak sekali hal, dan kebanyakan merupakan
"cerita baru" bagi kami semua di Makassar ini.
Dari pengamatan saya mengenai mas Budi dan
mas Onno, memang ternyata di-konfirmasi oleh
mas Budi, ibaratnya kata mas Budi, mas Onno
itu bagiannya membabat hutan, "grass-root
oriented", sedang mas Budi kebagian "beres-
beres"-nya, "legal-formal-oriented" ......begitulah.
Mas Budi menceritakan pula bahwa dalam
sejarahnya sampai tahun 1995, Internet masih
tidak mengenal sisi komersial, sifatnya yang
"voluntary" dan "academic" sangat menonjol sampai
pertengahan dekade 1990-an. Baru setelah
berkembangnya WWW yang bersamaan dengan
mulai meroketnya MS-Windows........... barulah
Internet jadi komersial ............. Payahnya, di Indonesia,
Internet justru berkembang secara komersial dulu,
dunia akademik baru menyusul belakangan....makanya
perkembangan Internet di Indonesia jadi "ganjil"
rasanya, karena merupakan "anomali" sebetulnya....
Makanya saya ada gagasan nih untuk mengembalikan
Internet ke "jati-diri-nya semula, minimal di kalangan
kampus...... Kita harus sosialisasikan agar kampus
menjadi Wilayah Internet Gratis (WIG) atawa Free
Internet Zone (FIZ) bebas dari komersialisasi.....
(Bagaimana caranya .......... nah, ini marilah kita
pikirkan bersama...). Internet gratis di kampus
harus disadari jadi HAK yang harus diperjuangkan
oleh segenap civitas-academica (jangan cuma
minta hak naik gaji doang ah ....).
By the way, yang paling berkesan adalah
obrolan awal saya dengan mas Budi sebelum
acara dimulai .......... dunia ternyata sempit saja,
salah seorang keponakan saya (anaknya kakak
sepupu saya) ternyata sudah lama menikah
dengan seseorang yang dipanggil "oom" oleh
mas Budi. Hahaha, saya pikir-pikir..... karena
mas Budi panggil tante kepada kemenakan saya,
sedangkan kemenakan saya (tentu saja)
panggil saya juga "oom", maka jelaslah bahwa
mas Budi mesti panggil "mBah" sama saya.....
Allahu Akbar ! Presidennya IDNIC ternyata
masih cucu-kemenakan saya !
OK, mas Budi, terimakasih banyak atas "talk"
yang begitu mengesankan, selamat berjuang!
Kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya
pada STMIK Dipanegara Makassar dan HME
UNHAS yang telah memungkinkan acara ini
berlangsung dengan baik.
Wassalam, Rhiza
[EMAIL PROTECTED]
http://www.unhas.ac.id/~rhiza/
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]