"Rhiza S. Sadjad" wrote:

> Salam dari Makassar !
>
> Makanya saya ada gagasan nih untuk mengembalikan
> Internet ke "jati-diri-nya semula, minimal di kalangan
> kampus...... Kita harus sosialisasikan agar kampus
> menjadi Wilayah Internet Gratis (WIG) atawa Free
> Internet Zone (FIZ) bebas dari komersialisasi.....
> (Bagaimana caranya .......... nah, ini marilah kita
> pikirkan bersama...). Internet gratis di kampus
> harus disadari jadi HAK yang harus diperjuangkan
> oleh segenap civitas-academica (jangan cuma
> minta hak naik gaji doang ah ....).

Saya mendukung banget ide/gagasan menciptakan FIZ di kalangan Kampus.
Saya ingin share pengalaman ketika awal mula membangun Internet di
Kampus Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.
(Di Makassar juga ada Atma Jaya tetapi bukan cabang)

Di dalam proposal saya ketika membangun Internet saya mencanangkan
bahwa Internet seharusnya disetarakan dengan Perpustakaan yaitu
merupakan
sarana yang harus dimiliki oleh sebuah Lembaga Pendidikan, apa pun
tingkatannya.
Sebuah lembaga pendidikan, apalagi universitas, tentu harus memiliki
Perpustakaan.
Dalam jaman dan era digital, di mana Internet sebagai salah satu sumber
daya
informasi, perpustakaan sebagai sumber daya informasi tercetak (hard
copy),
Internet harus mendapatkan tempat yang sama dan sejajar dengan
Perpustakaan.

Jadi, apabila perpustakaan disediakan free demikian pula Internet juga
harus free.
Di Kampus (kami) kan tidak ada komponen biaya perpustakaan di uang
kuliah
jadi seharusnya tidak ada komponen biaya internet pula.

Kebetulan konsep ini bisa diterima oleh pimpinan Yayasan walaupun
setelah melalui
suatu diskusi dan pertimbangan positif/negatif membuat internet free
atau bayar.

Akhirnya fasilitas internet yang free bisa dinikmati oleh mahasiswa Atma
Jaya
dengan menyediakan fasilitas komputer di Perpustakaan yang bisa dipakai
oleh
mahasiswa selama jam kerja perpustakaan secara free.
Setiap mahasiswa diberi kesempatan 1 jam per orang dan harus booking
dulu untuk hari itu,
tidak bisa untuk besoknya.
Saat ini baru ada 17 komputer yang tersedia untuk ribuan mahasiswa.
Memang masih sangat kecil namun tentunya kita pahami bahwa kendalanya
adalah
pada biaya investasi.

Dalam planning kami, pada tahun 2000 ini kami merencanakan sudah ada 200
komputer
untuk (internet) mahasiswa. 100 akan ditempatkan di satu ruang khusus
sedangkan 100 lagi
di perpustakaan yang berlokasi di gedung baru seluas 4.000 m2).
Sayang realisasinya terhambat oleh krismon karena gedung baru (31
lantai) yang rencananya
akan dibangun sejak Januari 1998 menjadi tertunda.

Demikian share pengalaman kami dan semoga bisa menggugah
rekan-rekan lain dari kalangan akademik.




--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke