> - untuk US$1500 sih masih bisa.
>   Akan tetapi semakin berkembangnya domain di Indonesia,
>   maka tanggung jawab/beban akan makin besar.

Iya, memang konsekuensinya begitu. APJII siap membantu.

> - Domain yang gratis pun akan harus bayar ke ICANN!
>   Nah ini harus dimengerti oleh rekan-rekan.
>   (Sosialisasi.)
>   Misal ada 2000 domain gratis (untuk sekolahan, government),
>   maka IDNIC harus membayarkan domain itu ke ICANN.
>   Kalau sekarang dengan 4000 domain harus bayar
>   US$1500 maka bisa dihitung perkirannya.

Kalau begitu program seperti Sekolah2000 harus mengantisipasi
hal ini, termasuk pencadangan dana untuk ICANN.
Untuk pemerintah, kita bisa minta admin-kontak go.id Pak Toto
untuk segera mensosialisasikan ke pemerintah tentang hal ini.
Kalau perlu mencadangkan dana dari worldbank. hehehe...

> - Perlu diingat bahwa domain yang bayar tahunan baru
>   web.id. Padahal yang diminta oleh ICANN adalah
>   pembayaran tahunan!
>   Apakah kita harus menerapkan pembayaran tahunan
>   untuk domain-domain ac,co,or,net?

Sudah pasti. Begitu keputusan mengenai charging ICANN
ini dianggap final, harus kita ubah aturannya menjadi
per tahun. Tapi belum tentu 150.000 seperti sekarang kan?
Kita harus hitung dengan betul kebutuhan IDNIC dan
setoran ke ICANN sebelum menentukan harganya.

> - saya mau make sure bahwa ICANN tidak semena-mena
>   mencharge kita. Bagaimana kalau tahun depan dia
>   mengubah struktur harganya sehingga kita harus bayar
>   lebih?

Saya yakin negara lain punya concern yang sama. Kalau
ICANN dikelola secara transparan tentunya hal ini bisa
dikendalikan.

Sanjaya
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke