Folks,

Kegundahan ini terpaksa dijawab di depan publik.

At 06:15 AM 5/27/00 +0700, you wrote:
>Salah satu point dari regulasi Internet yang akan ditandatangani
>oleh Menteri adalah pengelolaan domain.
>Salah satu point yang ada di sana adalah Pemerintah menunjuk
>badan, atau lembaga untuk mengelola domain di Indonesia.

Sebetunya, sdh terjadi *debat*, saya termasuk yg tdk ingin
memasukan tld.id, namun kalah vote. Hal ini, krn banyak
keluhan dari publik ke Gov mengenai pelayan NIC,
shg muncul draft spt itu.
Gov sbg stake holder, bersifat mendukung/membantu
tdk ngerecokin. 

>Ini menunjukkan bahwa pemerintah akan campur tangan urusan domain.
>Padahal, di negara lain hal ini tidak dilakukan.
>Saya sudah kontak dengan para ccTLD lain.
>Menurut mereka ini contoh government yang mengobok-obok Internet
>seperti halnya GAC yang mengobok-obok ICANN.
>Mungkin Indonesia akan dijadikan contoh *buruk* di meeting
>ICANN di Yokohama bulan Juli nanti.
>(Kapan ya Indonesia dapat dijadikan contoh baik?)

Msh ada wkt sih utk re-evaluasi, senin pagi.

>Ini merupakan sebuah kemunduran :-(
>Dimana di dunia Internet yang serba deregulasi, kita malah
>akan melakukan regulasi.

pdtt-id menjadi *lembaga independen*, masuk ke non-for-
profit organization <yayasan, pt-pt-an, koperasi sdh dicoret>
namun berbentuk badan hukum;
Gov salah satu stake holder saja.

>Banyak hal yang menyusahkan para ISP dan membuat iklim Internet
>di Indonesia tidak kondusif. Seperti para ISP harus membayar
>1% dari revenue untuk Jastel (wah makin kasihan para ISP dipalakin).

Benar, kita inginnya cukup bayar di pajak saja.
Bagaimana kalau ISP-nya juga incumbent operator?; BIG GUYS?

>Sebagai catatan, kami (pengelola domain registration/IDNIC)
>tidak diikutsertakan dalam perancangan regulasi itu.
>Prihatin.

Mudah2an tdk terjadi hal ini, semoga langkah ke depan
justru bisa lebih baik lagi utk semua.

-Teddy

>
>-- budi


ISOC: Indonesian Information-Internet Society
Grha Citra Caraka, Mezzanine Fl, TransMedia Suite
Jln Gatot Subroto 52, Jakarta 12710 - INDONESIA
V:+62-21 526 8777; F: +62-21 526 8789 M: +62-82 184 4444
http://www.mii.or.id
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke