On Thu, Mar 17, 2005 at 05:23:09PM +0700, Steven Haryanto wrote: > karena uang jaminan gunanya untuk jaga2 kalau ada registrar ngutang, > maka hendaknya besarnya bisa untuk mengcover perkiraan hutangnya bakal > sebesar apa. > > apa perhitungan seperti ini berterima? > > perkiraan jumlah domain yg didaftarkan per bulan (=P) x Rp 85.000,-
Idenya sih begitu. Tapi ada ISP besar yang domain clientnya lebih dari 1000 buah. > P bisa dikira2 dari berapa domain baru per bulan yang didaftarkan oleh > pendaftar terbesar/terbanyak saat ini (katakanlah 40? 50?), dikalikan > sebuah faktor (=F). anggap kita cukup optimis bahwa dengan adanya sistem > baru di masa depan domain *.id lebih laku, jadi F = 1.5 atau 2. > > atau kalau ngutangnya mungkin > 1 bulan, tinggal kalikan lagi dengan > jumlah bulan. > lalu terakhir tinggal bulatkan ke atas (mis jutaan terdekat, 5-jutaan > terdekat) agar angkanya 'enak'. Tapi apakah bukan kalau sebuah registrar kolaps, maka semua domain client dia harus ditransfer ke registrar lainnya? Nah, registrar lainnya ini tentunya berharap ada uang kompensasi (atau malah nggak?). Cost untuk melakukan ini saja yang dihitung. Gimana? Soalnya kalau misalnya sebuah registrar dengan 1000 domain terus bangkrut. Maka berapa biaya yang harus dicadangkan untuk memindahkan domain ini ke registrar lain? Mestinya ya nggak Rp 85.000,-/domain kan? Kalau segitu. Wah ... kurang dong jaminannya :( Dengan asumsi Rp 5 juta sebagai jaminan, berarti hanya tersedia Rp 5000,- untuk menjaminkan domain tersebut. Gimana? Yang saya hitung sebetulnya bukan kerugian di sisi CCTLD-ID nya lho. Kalau yang ini, ya biar diserap saja. Tapi lebih ke arah, consumer protection. Bagaimana agar domain-domain yang kebetulan ada di sebuah registrar yang kolaps bisa tetap terjaga. Seperti BI memikirkan nasabah dari bank-bank gitu. -- budi
