penggemar tetep banyak, cuma daya beli yg rada kendor.
tapi gpp, udah biasa.

btw udah 2 bulan ini miara koi, maskoki sama ikan mas kumpai di kolam
kalo nggak mati tanpa sebab jelas atau ilang raib entah kemana. usut
punya usut ternyata kalo malem burung bango dan blekok dari taman
burung taman mini suka mampir ke kolam blakang... wakakak

pantes aja badannya suka luka2 nggak jelas ternyata dipatok burung
blekok. yah terpaksa kolam ditutup kawat. jadi rada ribet deh
menikmati keindahannya :))

salam
ado



--- In [email protected], Martin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> --- Iwan Yulianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Mas Martin,
> > 
> > Mau tambahin juga nih (kali2 nulis email yang serius
> > boleh dong).
> 
> Bang Iwan yb,
> Sersan aje, sambil santai mana tahu kita bisa nemuin
> permasalahannya, hehehe kalau ke solusinya ntar ada
> yang bentak lagi 'anak bawang jangan banyak cakap'.
> 
> > Sedikit banyak kondisi ekonomi di Indonesia
> > (terutama dengan naiknya 
> > BBM dan harga2 lainnya di sana sini) juga
> > berpengaruh terhadap 
> > industri ikan di indonesia. Bagaimana tidak? Buat
> > cari mencukupi 
> > kebutuhan makan sendiri aja susah, apalagi musti
> > cari makan buat 
> > peliharaan. 
> 
> Ini setuju buanget, emang sekarang lagi buanyak sekali
> peliharaan yang udah gak diurus majikannya. Gue coba
> mau jadi majikannya tapi gak sanggup, soalnya gak
> cukup pake aquarium, maunya punya kandang di apartemen
> yang udah lengkap!. (just kidding).
> 
> > Kalau kebetulan ikannya herbivora atau
> > omnivora sih 
> > mending. Tapi kalau ikannya carnivora...kebayang
> > beli makanannya 
> > gimana tuh?
> 
> Betul, segala kenaikkan ini itu, bikin daya beli orang
> semakin lemah. Ikan hias industri yang mati suri, dari
> dulu, sekarang dan mudah2an nantinya gak lagi.
> 
> Dibilang gak exis nyatanya masih ada, dibilang exis
> nyatanya kembang kempis kaya ikan koki kekurangan
> oksigen.
> 
> > Untuk beli ikan2 yang baru atau sekedar tambah
> > koleksi juga harus 
> > berpikir 2 kali. Beli ikan sampai ratusan ribu???
> > Gile lu Ndro.... 
> > Walau memang ada teman2 kita yang "agak" gila. tapai
> > untuk orang 
> > awam? boro-boro beli makan, buat beli makan aja udah
> > susah.
> 
> Pelihara ikan masih dianggap kemewahan dalam
> masyarakat kita. Pengalaman masa kecil, bahkan ortu
> dan ibu guru banyak yang discourage anak2 seakan ikan
> itu ganggu pelajaran, kaca dan electriknya
> membahayakan dll. Anak2 yang main ikan, adalah anak2
> yang berani melakukan sesuatu yang gak disarankan
> ortu/guru. Masalahnya berapa banyak anak seperti ini,
> satu persenkah dari populasi anak sekolah. Setelah
> dewasa dan mandiri, mungkin tinggal separuhnya yang
> inget main ikan. Dan jumlah ini nyusut lagi karena gak
> sanggup liwatin rintangan bini, mertua dll. Sisanya
> tinggal segelintir yang coba berani nyatronin sumenep,
> kartini dll. Dan saat itu, semakin dia perlihatkan
> antusiasnya, maka semakin jebol kantongnya. Buntut2nya
> aquariumnya ditengkurepin, bini dan mertua menang,
> anak2 semakin dilarang main ikan.
> 
> Negatif sirklus ini terus berlangsung, kontraksi hanya
> terjadi saat ikan hias dijadiin simbol hokkie, orang
> yang seumur hidup gak kenal ikanpun akan mulus2 saja
> belanjain jutaan rupiah buat seekor arawana or laohan.
> Bini dan mertuapun support, suami/mantu dipuji
> perhatiin hokkie keluarga.
> 
> 
> > walau tidak bisa dipungkiri, bahwa kampanye atau
> > marketing ikan hias 
> > di pasaran lokal semakin jarang. dengan lewatnya era
> > louhan, pameran 
> > ikan hias semakin jarang.
> 
> Dagangan mistik berbentuk ikan ini disamping berhasil
> mengemukan pundi2 orang malaysia, juga menghancurkan
> bisnis ikan non louhan. Yang coba setia dengan diskus
> misalnya, juga terpukul dengan harga cacing beku yang
> gila2an. Di cupang dan guppy tampaknya ada harapan
> mengejar ketertinggalannya, kontes cupang hampir ada
> setiap bulannya. Hanya diguppy, masih perlu waktu
> lagi.
> Di cupang sudah ada tiga orang yang mengantongi
> sertificat juri international, dan mudah2an diakhir
> Agustus atau awal September bakal ada International
> Betta Show pertama.
> 
> > makanya milis2 seperti ini memang diperlukan. paling
> > tidak ikut 
> > mewarnai industri ikan hias di indonesia.
> 
> Betul, hidup moderator.
> 
> Salam,
> martin.
> 
> > salam serius, 
> > 
> > Iwan Y
> > 
> > 
> 
> 
> 
>               
> ____________________________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Yahoo! Personals: It's free to check out our great singles! 
> http://au.personals.yahoo.com
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/_kiolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke