ssalamu`alaikum wR wB
Renungan untuk KITA semua.
Renungan untuk KITA semua.
______________________________________________________
Resonansi
Resonansi
(Dikutip dari blog Elang-Bara)
Copyright © 2004 SUARA MERDEKA
BELAJAR DARI SOCRATES
Kedukaan bisa datang dari ucapan yang tidak direncanakan,
atau telinga yang lupa menutup diri. Aku sering mengalami
ini. Berbincang dengan rekan-rekan, saling melempar canda,
lalu, dari saling cerita itu, "gosip" bisa diam-diam
menyelinap. Dan luka datang tanpa dipanggil.
Kedukaan bisa datang dari ucapan yang tidak direncanakan,
atau telinga yang lupa menutup diri. Aku sering mengalami
ini. Berbincang dengan rekan-rekan, saling melempar canda,
lalu, dari saling cerita itu, "gosip" bisa diam-diam
menyelinap. Dan luka datang tanpa dipanggil.
"Eh, tahu nggak , Biru, aku mendengar sesuatu tentang
Pipit. dia ternyata tidak sebersih yang kita kira...."
atau, "Kayaknya, dia tidak seikhlas itu deh, dulu dia
pernah..."
Pipit. dia ternyata tidak sebersih yang kita kira...."
atau, "Kayaknya, dia tidak seikhlas itu deh, dulu dia
pernah..."
Lama-lama aku sadari, selinapan "gosip" ini menjadi beban
yang luar biasa. Syak-wasangka, purbaduga, benci, bisa
datang dengan begitu indahnya, yang bahkan tanpa
membutuhkan --mengikuti prinsip jurnalisme-- verifikasi.
"Gosip" diterima menjadi sebuah kebenaran baru, sebagai
kejutan yang menggairahkan dalam memandang seseorang. Dan
anehnya, entah kenapa, kadang benci bisa jadi begitu
mengasyikkan. bermain dalam ketidakjelasan, menduga-kira,
memanjangkan khayal dari secuil info, menebak keseluruhan
hidup teman dari puzzle sas-sus, lalu "merasa" tahu tentang
sesuatu yang dia sembunyikan, hmm... bisa memancing rasa
bangga. Betapa aneh, karena kadang rasa bangga itu bertaut
dengan kedukaan ketika menyadari bahwa "diriku" ternyata
masih bisa dibohongi.
yang luar biasa. Syak-wasangka, purbaduga, benci, bisa
datang dengan begitu indahnya, yang bahkan tanpa
membutuhkan --mengikuti prinsip jurnalisme-- verifikasi.
"Gosip" diterima menjadi sebuah kebenaran baru, sebagai
kejutan yang menggairahkan dalam memandang seseorang. Dan
anehnya, entah kenapa, kadang benci bisa jadi begitu
mengasyikkan. bermain dalam ketidakjelasan, menduga-kira,
memanjangkan khayal dari secuil info, menebak keseluruhan
hidup teman dari puzzle sas-sus, lalu "merasa" tahu tentang
sesuatu yang dia sembunyikan, hmm... bisa memancing rasa
bangga. Betapa aneh, karena kadang rasa bangga itu bertaut
dengan kedukaan ketika menyadari bahwa "diriku" ternyata
masih bisa dibohongi.
Tapi, darimana muncul "rasa dibohongi" itu? Darimana lahir
kedukaan karena menyadari sahabat tidak seideal yang aku
bayangkan? Ya, dari cerita-cerita yang seharusnya tidak aku
dengar. Cerita-kabar yang memang tidak menjadi milikku.
kedukaan karena menyadari sahabat tidak seideal yang aku
bayangkan? Ya, dari cerita-cerita yang seharusnya tidak aku
dengar. Cerita-kabar yang memang tidak menjadi milikku.
Karena itu, ketika tadi pagi, seorang teman dengan
tergopoh-gopoh membuyarkan mimpiku, hanya karena ingin
berbagi kabar tentang Non, aku marah. Aku menolak
kehadirannya. Aku tidak mau dengar sesuatu yang bukan
menjadi hakku. Tapi dia memaksa, "Ini demi masa depan kamu.
Kamu harus dengar kabar ini, penting banget..."
tergopoh-gopoh membuyarkan mimpiku, hanya karena ingin
berbagi kabar tentang Non, aku marah. Aku menolak
kehadirannya. Aku tidak mau dengar sesuatu yang bukan
menjadi hakku. Tapi dia memaksa, "Ini demi masa depan kamu.
Kamu harus dengar kabar ini, penting banget..."
Sempat sedikit ragu menguasai benakku. Ada apa dengan Non?
Adakah sesuatu tentangnya yang tidak aku ketahui? Tapi,
lintasan ragu itu segera kuhapus. Aku tepuk bahu sobatku,
yang mungkin bermaksud baik. Lalu, sambil duduk, aku
sorongkan rokok. "Merokoklah," kataku. "Sebelum kamu
ngomongin Non, biarlah aku yang bercerita dulu. Jika
sesudah ceritaku ini kamu masih tetap mau ngomongin Non,
aku akan mencoba mendengar."
Adakah sesuatu tentangnya yang tidak aku ketahui? Tapi,
lintasan ragu itu segera kuhapus. Aku tepuk bahu sobatku,
yang mungkin bermaksud baik. Lalu, sambil duduk, aku
sorongkan rokok. "Merokoklah," kataku. "Sebelum kamu
ngomongin Non, biarlah aku yang bercerita dulu. Jika
sesudah ceritaku ini kamu masih tetap mau ngomongin Non,
aku akan mencoba mendengar."
Temanku itu setuju. Aku pun bercerita tentang Socrates.
******
Suatu pagi, seorang pria mendatangi Sokrates, dan dia
berkata, "Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar
mengenai salah seorang teman Anda?"
berkata, "Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar
mengenai salah seorang teman Anda?"
"Tunggu sebentar," jawab socrates. "Sebelum memberitahukan
saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil.
ujian tersebut dinamakan saringan tiga kali."
saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil.
ujian tersebut dinamakan saringan tiga kali."
"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.
"Betul," lanjut Socrates. "Sebelum Anda mengatakan kepada
saya mengenai teman saya, mungkin merupakan hal yang bagus
bagi kita untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa
yang akan Anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai
saringan tiga kali.
saya mengenai teman saya, mungkin merupakan hal yang bagus
bagi kita untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa
yang akan Anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai
saringan tiga kali.
"Saringan yang pertama adalah kebenaran. Sudah pastikah
bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah
kepastian kebenaran?"
bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah
kepastian kebenaran?"
"Tidak," kata pria tersebut, "Sesungguhnya saya baru saja
mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda".
mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda".
"Baiklah," kata Socrates. "Jadi Anda sungguh tidak tahu
apakah hal itu benar atau tidak. Hmm... sekarang mari kita
coba saringan kedua yaitu kebaikan. Apakah yang akan Anda
katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang
baik?"
apakah hal itu benar atau tidak. Hmm... sekarang mari kita
coba saringan kedua yaitu kebaikan. Apakah yang akan Anda
katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang
baik?"
"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk".
"Jadi," lanjut Socrates, "Anda ingin mengatakan kepada saya
sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin
kalau itu benar. hmmm... Baiklah Anda mungkin masih bisa
lulus ujian selanjutnya, yaitu kegunaan. Apakah yang Anda
ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut
akan berguna buat saya?"
sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin
kalau itu benar. hmmm... Baiklah Anda mungkin masih bisa
lulus ujian selanjutnya, yaitu kegunaan. Apakah yang Anda
ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut
akan berguna buat saya?"
"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.
"Kalau begitu," simpul Socrates, "Jika apa yang Anda ingin
beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik,
bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan
kepada saya?"
beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik,
bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan
kepada saya?"
******
"Bagaimana?" tanyaku pada si teman, "Ada berita apa tentang
Non?"
Non?"
"Ahh, nggak ada apa-apa. thanks ya, rokok kamu enak,"
katanya, dan pergi setelah menepuk pundakku.
katanya, dan pergi setelah menepuk pundakku.
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour
Kunjungi Website Resmi Pondok Pesantren Al-Amien
http://www.al-amien.ac.id
Kunjungi website Qalam Online
http://www.qalam.da.ru Or http://qalamnet.cjb.net
Post Berita atau Artikel, Pasang Iklan Baris, Forum Diskusi de el el semuanya gratis.... Segera....
Kami butuh suntikan dana, kalau ada yang ingin beramal hubungi [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ikbal_alamien" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
