bung, sebaiknya anda tidak perlu membombardir dengan kisah tentang kekejaman 
taliban. anda keliru kalau menyamakan kondisi aceh sama lurus dengan 
afghanistan. sebaiknya, anda datang ke aceh, amati dulu, lihat apa yang 
sebenarnay terjadi. setelah itu baru anda layak ngomong....



On 24/09/06 16:21, Kaji Dullah wrote:
> Formalisasi syariah dimana-mana akan menimbulkan mala-petaka. Bukan cuma
> Turki, yang terbaru adalah TALIBAN. Wanita dan kemanusiaan sangat tertindas
> di Afganistan. (Silahkan lihat gambar-gambar dokumentasi kekejaman Taliban
> atas nama Syariah) di link berikut: http://www.rawa.org/gallery.html
>
>   Pakistan pernah punya semangat persis seperti Indonesia (sariahisasi,
> jilbabisasi, dll) juatru kemudian negaranya kolaps dan sampai sekarang
> masih dalam kesengsaraan. Indonesia belakangan (20 tahun terakhir) punya
> kecenderungan seperti itu, dan belakangan semakin marak. Ini sangat
> membahayakan bagi keutuhan negara.
>
>   Tidakkah kita semua tahu bahwa Malaikat pun harus sujud kepada Adam?
> Malaikat adalah simbul kebaikan dan diformalkan dalam konsep DIEN. Adam
> adalah formalisasi dari konsep KEMANUSIAAN. Artinya konsep ketuhanan,
> kebaikan dan kebajikan apapun tetap harus tunduk pada konsep kemanusiaan
> (diformalkan dalam prinsip-prinsip hak azasi manusia). Yang tidak sujud
> pada Adam adalah SHAITAN. Maka, yang tidak tunduk pada prinsip-prinsip hak
> azasi kemanusiaan adalah Kejahatan. Itulah yang terjadi dimana-mana yang
> mengatasnamakan syariah.
>
>   Kaji Dullah
>
>
> ikbal jakarta ciputat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   salam, saya mengharap dek ihda bisa menyumbangkan sebuah gagasan ide
> terhadap isu-isu formalisasi syariat islam, terutama di "serambi Mekkah",
> aceh...bukan hanya berisi apologi-apologi yang malah mepresentasikan sikap
> ejakulasi dini intelektual.merasa cepat puas terhadap apa yang sudah kita
> terima,semua orang pun tahu, bahwa kita sedang belajar (menutut Ilmu) yang
> masih ditolerir akan kesalahan kita, kalau mengutip perkataan dosen saya,
> mumpung mahasiswa, jangan takut salah, lebih baik berani berbuat kesalahan,
> daripada tidak sama sekali..... apalagi anda seorang wanita, yang menjadi
> sasaran utama dalam penerapan syariat Islam di negara atau di salah satu
> kota di negara kita, yaitu jilbabisasi......
>
> saya khawatir, jika formalisasi syariat islam di terapkan di negara
> indonesia umumnya, akan berdampak sama dengan negara Turki, yang akhirnya
> menjadi sekuler. sependek yang saya ketahui, bahwa Turki sebelum menganut
> paham sekuler, merupakan sebuah negara yang fundamentalis dan radikal.
> tetapi setelah zaman pemerintahan Kemal Attaturk, Turki menajdi sekuler,
> yang ingin membumihanguskan simbol-simbol agama, seperti jilbab, jenggot,
> salib dll. bahkan konon kabarnya, yayasan-yayasan yang berbasis agama
> sebelumnya, mengubah identitasnya, agar dapat terus eksis. selain itu
> Alquran dicetak seperti bibel, tanpa menyertakan ayat-ayat Alquran......
>
> mengutip tulisan Lutfi Syaukani, bahwa paham sekuler yang di anut oleh
> negara Turki, berbeda jauh dengan paham sekuler yang di anut oleh Amerika
> dan Australia.sekulerisasi yang diterapkan di 2 negara tersebut, memang
> memisahkan kepentingan agama dan negara, tetapi negara tetap menghargai
> kepentingan agama, begitu juga sebaliknya, sehingga menjamurlah
> aliran-aliran kepercayaan di Amerika.contoh, seandainya Lia Eden ada di
> Amerika, tidak mungkin dia sekarang berdekam di penjara.
>
> dari sumber yang sangat terpercaya, yaitu Ibu Nur Rofi'ah, yang telah
> meraih gelar doktor di Turki, bahwa sekulerisasi negara Turki di akibatkan
> oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap formalisasi syariat islam, yang
> malah tidak membawa kemaslahatan umat......entah bagaimana dengan Aceh ????
>
> kak Mustain ! saya tunggu kabarnya di Aceh.....
>
> dan yang terakhir, saya Novi Kamalia, ketua Ikbal Jakarta, mewakili Ikbal
> Jakarta  mengucapkan selamat menjalankan ibadah Puasa di Bulan Ramadhan,
> semoga amal ibadah kita di terima di sisi-Nya....Amien......Berpuasa, bukan
> sebuah alasan untuk  tidak melakukan aktivitas sehari-hari.....
>
> salam kangen........untuk semua dari Neng Novie
> ihda ihromi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   salam,
>   gak tahu deh ya apa urgen kita ikut2an panas nyikapin soal ini. alih2
> memperbincangkan soal formalisasi syariat, ada baiknya kita introspeksi
> diri saja. Memang sih, sebatas yang saya tahu pilar kebangkitan islam itu
> berkutat pada tiga poros penting: kekuatan individu, opini publik dan
> global!
>
>   bagaimana pun, saya pribadi masih menghargai niatan baik pemerintah itu.
> Kadang-kadang remaja kyak kita2 emang suka ngiri sama org2 atasan yg
> kayaknya bisa berkelit dari sanksi ato norma2 kesusilaan. "Coba deh
> merekanya dulu yg memperbaiki diri, baru kita2 ngikut?" hem, jika semua
> kalangan berpikir demikian kapan kita mau maju? padahal nih, hukkam2 yang
> lalim itu juga dikarenakan masyarakatnya yg lalim. Ups, saya gak ngungkit
> soal baik gak nya formalisasi syari'ah itu lho! kalo itu mah.......kita
> serahkan lah ama org2 yg emang kompeten di bidng nya. kalo emang kita gak
> setuju, kasihlah solusi2 yg konstruktif tanpa harus menjustifikasi pihak
> ini dan itu.Tugas kita sekrang tuh bajibun banget. kudu tajdid niat lagi.
> dalam diri kita musti terbangun semangat berbenah diri. dari individu2 yg
> wa'ie insyaallah akan menciptakan harmonisasi hidup yang islami. Dari
> rakyat2 yang sadar, barangkali Allah juga akan membukakan hati para umaro'
> kita. nah, yang paling bertanggung jawab atas permasalahan umat itu
> sesungguhnya adalah kita, para penuntut ilmu! coba kita ingat2 kembali
> perjalanan kita selama ini. benarkan kita seorang penuntut ilmu? kenapa
> kita justeru melalaikannya? kita tidak mengejarnya padahal ia ada di mana2.
> barangkali aktifitas kuliah yang kita lalui sekedar formalitas belaka!
> entah, berkualitas ato tidak di sisiNya.entahlah! entahlah! saya juga
> sedang berpikir. kadang2 manusia kehilangan tujuan hidupnya, sehingga
> terhimpit oleh beban2 hidup yang sesunguhnya hayyin dan waham. teman2, ayo
> kita berbenah lagi! kenapa kita ke azhar? kenapa kita kudu menuntut ilmu?
> apakah benar kita telah jujur terhadap diri sendiri sbg penuntut ilmu?
> benarkah kita telah berjihad untuk agama kita? atau justeru kita telah
> melalaikan agama untuk dunia kita? jelas berbeda antara meminta dan
> memberi! relakah kita kehilangan arah? berjlan tanpa tujuan?lantas untuk
> apa kita di sini? bagaimana kita mempertanggungjawabkan semuanya pada Tuhan
> kelak? pada orang tua yang mempercayakan harapan untuk kita anak-anaknya?
> pada umat? barangkali bukan aib besar manakala org awam melakukan kesalahan
> karena kejahilannya. Tapi jika para penuntut ilmu yang berbuat? ya Tuhan,
> kita memang bukan malaikat yang selalu taat. kita memang doif. Menyadari
> itu gak ada salahnya kita berusaha membangun kesadaran kolektif. kadang
> saya berpikir, artis2 itu barangkali lebih jujur daripada kita para
> penuntut ilmu.why?mereka gigih menggapai cita2nya.mempelajari semua hal yg
> berhubungan dengan dunia intertainment. Perkataan, buku2 yg dibaca,tingkah
> laku, pergaulan: semua menunjukan eksistensi mereka sebagai seorang artis.
> Sedang kita? benarkah segala tindak tanduk kita mencerminkan seorang
> pelajar ilmu syari'at? masih sangat jauh barangkali. saya sendiri menyadari
> itu. tapi paling tidak kita tahu tujuan perjalanan kita, agar segalanya
> dapat kita persiapkan. man 'arafa bu'dassafari ista'adda. terakhir, saya
> terkenang pesan seorang syiekh waktu acara tarhib ramadhan. beliau hanya
> mengingatkan sebuah kaidah hidup " idza arafta al-ghoyah kullu al-tadhiyah
> hayyin 'alaika". jika kamu telah mengenal tujuan hidup, segalanya akan
> mudah kau lalui...................syangnya, selama ini kita lama tertidur!
> tentu kita tidak mungkin mengharapkan hidup seratus tahun lagi bukan?.
> sungguh, banyak waktu yg telah kita sia2kan untuk hal2 yang
> entah......barangkali La dunya wa La ukhra(semoga Allah melindungi kita
> dari kelalaian,amin) Teman, sorry ya kalo ada kata2 yg kurang berkenan.
> Sungguh,saya tidak bermaksud apa2. saya hanya merasa kita semua adalah
> saudara. Kita saling mengingatkan karena Allah. Hatta marah pun, itu karena
> kita cinta.saya teringat seorang teman yang selalu menunjukkan kesalahan
> saya. Awalnya saya merasa berhak untuk marah, ketika ego yang berbicara.
> Namun di balik itu saya amat bersyukur, barangkali dia lah justeru teman
> sejati saya. teman, kalo boleh berbagi........jujur saya haru menuliskan
> ini. memang sejatinya kita sendiri di dunia ini. terlahir seorang diri,
> terkubur nanti juga seorang diri. namun Allah Maha Penyayang....Ia masih
> menghadirkan teman di sekeliling kita, agar kita dapat saling mendukung dan
> mengingatkan di jalanNya. terimakasih
> teman............terimaksihhhhhhhhhhhh!!! ups, hampir lupa. chayo2 tiada
> henti.ok!
>   wassalam
>
> Falahuddin Nur Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         Salam,
>
>   dear kawan-kawan..
>   Menarik sekali membaca berita yang diposting kawan kita dari IKBAL Korda
> Jakarta tersebut. Saya kira, disinilah perlunya kita menimbang kembali
> formalisasi syari'at Islam yang saat ini masih mejadi bincangan hangat di
> Indonesia. Saya khawatir usaha penerapan syari'at Islam yang
> dicoba-galakkan itu malah bakal terjebak dalam kubangan double crime,
> karena ada indikasi formalisasi syari'at tersebut justeru tidak memberikan
> maslahat sosial.
>
>   terimakasih
>
> ikbal jakarta ciputat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         21.00
>   Minggu, 10 September 2006 in meulaboh
>
>   must-x Breaking News
>
>   Terjadi tanggal 9 September 2006, tepatnya hari sabtu, di masjid
> Baiturrohman ada acara tes baca al-Quran bagi calon Gubernur NAD. Di masjid
> lain-lain pun ada yang sama pula, karena sesuai persyaratan yang ingin
> menjadi kepala daerah di Aceh, kebetulan beragama Islam, kudu melewati tes
> baca al-Quran. Bagi yang dapat nilai 50 ke bawah di anggap gak lulus dan
> gak bisa melaju sebagai calon sepertinya. Apalagi yang gak ikutan tes baca
> al-Quran, pencalonannnya dianggap gugur. Sesungguhnya ku tak rela hehehe
> salah, sesungguhnya aku pengen liat langsung tes baca al-Quran, live di
> Baiturrohman. Tapi karena ada tamu Kyai Husein dari Cirebon, akhirnya gue
> nungguin rumah dan cukup mendengarkan dari suara radio Baiturrohman FM.
> Hahahahahaha lucu and bikin geli, terdengar suara peserta pertama (kaya MTQ
> saja) bacanya blepotan. Gue inget gue waktu jaman eS eD dulu, baca al-Quran
> masih ingusan dan gak karuan. Tapi mereka pada Pe De semua. Kasiaaaan
> banget cucian....sepertinya syariat Islam di aceh gak jelas, kenapa musti
> di UU-kan ya.
>
>   Oh ya inget-inget syariat Islam, gue baca di koran “Serambi Indonesia”
> (korannnya orang aceh, bisa buka juga di serambinews.com), kalau gak salah
> edisi 9 atau 10 September 2006 gitu deh, ada berita cewek yang boncengan
> motor ngakang kaya cowok (gak duduk nyamping) kena razia. Hahaha syariat
> yang mana lagi ya. Ini terjadi di Lhokseumawe dan yang ngaluin santri razia
> santri gitu. Di lhokseumawe pula kayanya, ada calon kepala daerah yang
> dianggap gugur pencalonannya karena gak ikutan tes baca al-Quran.
>
>   Sebenarnya Ada Perlawanan
>   Daerah yang sering banyak nongol beritanya seputar syariat Islam adalah
> di daerah Bireun (tempat pertama kali pencabukan), kasus bule berkholwat
> pun ketangkapnya di daerah sini. Untung di Banda Aceh gak ketat banget.
> Syariat aceh sekarang masih Cuma sebatas khalwat, maisir, khomr kayanya,
> dan jilbab. Dan seperti biasa lagi-lagi hanya untuk wong cilik, itu
> berdasar polliing yayasan Keumala. Kalau wang cilik kena kasus syariat, gak
> lama satu minggi udah dieksekusi pencambukan, kasian ya. Sementara wong
> gede, hampir nih tiga bulan belum ada eksekusi. Ya biasa banding lagi
> banding lagi.
>
>   Sebenarnya ada perlawanan sih yang gue liat tentang penerapana syariat
> Islam di NAD. Wong RTA (Robithoh Thaliban Aceh), ikatan seluruh santri
> Aceh, gak begitu setuju dengan syariat yang diterapkan sekarang. Konon
> katanya yang setuju adalah orang-orang Islam akademisi yang gak pernah
> nyantri sebelumnya, yang belajara dari terjemahan saja. Wong dari dulu kita
> nyantri saja sudah menjalankan syariat kok, tapi gak seperti yang
> diundangakan seperti ini penerapannya, dan apakah musti diudangkan?
> Entahlah
>
>   Sepanjang keliling Kota Banda Aceh pun, ku lihat inong-ingong aceh
> cakep-cakep hehehe plus mancung-mancung. Pakaian pun modis-modis, jilbab
> gaul-gaul, kalau sore ku lihat nongkrong di cafe-cafe pinggiran jalan,
> biasa aja. gue liat WH-nya (Wilayatul Hisbah; polisi syari’at) jarang
> razia, entah takut atau entah gimana. Banda Aceh emang banyak pendatang
> jadi komplek penduduknya. Sama seperti sabang segala suku ada kayaknya,
> jadi WH pun mlempem.
>
>   Dari cara pakaianpun gue kira ada perlawanan cara pandang tentang
> penerapan syariat di NAD ini. Namun mungkin belum ada yang berani nongol,
> entah kenapa? Pernah ada satu artikel saja di “Serambi Indonesia”, gile
> banyak banget yang ngritik. Entah lewat artikel lagi atau lewat surat
> pembaca.
>
>   Tiga hari yang lalu pun gue jalan malam nongkrong di Baiturrohman, waktu
> itu bareng Kyai Husein. Maksud hati mau liat tradisi aceh pada saat malam
> nisfu Sya’ban. Tapi kayanya gak ada tradisi seperti itu di Aceh, biasa aja
> gak ada acara ngaji yasinan kaya di jawa. Adzan isya berkumandang,
> sepertinya biasa aja orang yang berjualan di sekitar masjid tetep jualan
> yang nongkrong ya nongkrong, kita pun cabut dari baiturrohman hehehe gak
> shalat isya dulu coz kebelet mo makan dulu. So, syariat islamnya kaya apa
> sih pake di uu-kan sgala. Mungkin ya kalau penerapannya mulai dari yang
> gede-gede dulu bisa bagus penerapannya. Seperti undang-undang syariat
> tentang hukuman cambuk bagi koruptor. Jangan dari yang kecil-kecil dulu
> (wong cilik), jangan niru kaya Aa Gym mulai dari yang kecil-kecil hehehe.
> Tapi mungkin penerapan syariat mulai dari kasus-kasus yang biasa dilakuin
> sama wong gede, pejabat koruptor misalnya, mungkin wong cilik pun bisa
> ngikutin syariat tuh nantinya. Syariat aceh mang gak terang........(gak
> philip sih ya).
>
>   Sumber : Koran Serambi Indonesia, Kamis 27 Juli 2006 hal. 13
>
>   Hasil Polling Yayasan Keumala
>   Syariat Islam Hanya untuk Masyarakat kecil
>
>   Lhoksuemawe- Pelaksanaan syariat islam di kota Lhokseumawe, Aceh Utara,
> dan Kabupaten Bireuen, hanya menyentuh masyarakat kecil saja. Buktinya,
> razia jilbab yang dilakukan selama ini hanya dirasakan oleh perempuan yang
> mengendarai sepeda motor. Sedangkan mereka yang berada dalam mobil,
> meskipun berpakaian minim tidak tersentuh. Demikian antara lain hasil
> polling yang dilakukan Yayasan keumala, terhadap 1.800 responden di tiga
> wilayah tersebut. Direktur Ekskutif Yayasan Keumala, Dewi Kemalasari, dalam
> rilis yang diterima Serambi, selasa (25/7), menyatakan dari sejumlah
> responden sebanyak 572 menilai implementasi syariat Islam kurang maksimal
> dan hanya menyentuh masyarakat kecil saja. Namun,ujar Dewi, sekitar 488
> responden menganggap pelaksanaan syariat Islam sangat baik dan selebihnya
> sekitar 395 menyatakan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Lalu,
> sebanyak 299 responden menilai hal ini hanya formalitas saja. Menurut
> sebagian responden, ujar Dewi, penyebab utama pelanggaran qanun syariat
> Islam adalah karena kemiskinan, pendidikan agama, dan sosialisasi masih
> kurang, serta ada yang beranggapan bahwa perkebangan qanun tidak sesuai
> lagi dengan perkembangan zaman. Yang lebih mengagetkan, ujar Dewi, ada
> responden yang berpendapat Pemda tidak perlu mengatur kehidupan syariat
> individu seperti tata cara berpakaian, beribadah, dan hal lainnya. Dan
> hukum cambuk yang sudah dilakukan dinilai bukan pembinaan yang baik.
> Kesimpulan, katanya, masyarakat mendukung pemberlakuan syariat Islam tetapi
> dilakukan penyesuaian dan perbaikan sehingga  tidak diskriminatif.
> Kemiskinan dan pendidikan agama yang minim sebagai penyebab terjadinya
> pelanggaran syariat Islam, pemerintah daerah tak perlu mengatur kehidupan
> syariat individu dan hukum badan bukan sistem pembinaan yang baik.
> Kesimpulan lainnya, performa petugas Wilayatul Hisbah (WH) masih perlu
> pembinaan dan penambahan tentang syariat Islam. Pemberlakuan qanun syariat
> Islam membatasi ruang perempuan dan pengesahan qanun korupsi dan
> pemberlakuan ekonomi syariat harus segera dilakukan untuk lebih menyentuh
> kepentingan rakyat banyak. (swa)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>   Do you Yahoo!?
> Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail.
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>   Get your email and more, right on the new Yahoo.com
>
>
>
>
>   __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
> ---------------------------------
>   Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
> countries) for 2¢/min or less.
>
>
> ---------------------------------
> Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small
> Business.


Kunjungi Website Resmi Pondok Pesantren Al-Amien 
http://www.al-amien.ac.id

Kunjungi website Qalam Online
http://www.qalam.or.id

Post Berita atau Artikel, Pasang Iklan Baris, Forum Diskusi de el el semuanya 
gratis.... Segera.... 
Kami butuh suntikan dana, kalau ada yang ingin beramal hubungi [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikbal_alamien/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikbal_alamien/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke