Bukannya bahasa Jawa/Sunda boss,
eg. Kulo nuwun & turunannya gitu?

2009/9/1 Herry SW <[email protected]>:
> Judul posting ini bukan berbahasa Jerman, bukan pula bahasa alien. Kalau
> diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, bakal berbunyi "Stuttgart...
> Saya Datang".
>
> Ya, saat ini saya telah mendarat di Stuttgart. Penerbangan
> Frankfurt-Stuttgart ternyata hanya sekitar 25 menit. Ibaratnya, baru
> saja take off, eh... sudah persiapan landing. Masa menanti panggilan
> boarding berkali-kali lipat lebih lama.
>
> Penerbangan jarak superdekat itu, kayaknya lebih singkat dari
> Surabaya-Jogja deh, ternyata bukan menggunakan pesawat Lufthansa. Yang
> lebih tepat, saya menumpang Eurowings, penerbangan regionalnya Lufthansa.
>
> Kali pertama melihat pesawat yang hendak saya tumpangi, saya langsung
> teringat dengan Merpati. Pesawatnya mungil. Tipenya BAe 146. Konfigurasi
> tempat duduknya dari depan sampai ke belakang sama. Yaitu, tiga di kiri
> dan tiga di kanan. Padahal, saya memegang tiket kelas bisnis. Apa dong
> bedanya?
>
> Tetap ada bedanya. Penumpang kelas bisnis mendapatkan nomor urut kursi
> bagian depan. Hal lain, satu kursi di tengah sengaja dikosongkan. Jadi,
> ukuran kursi sama persis dengan kelas ekonomi. Namun, konfigurasi tempat
> duduknya, isi-kosong-isi, kemudian lorong untuk berjalan, dan
> isi-kosong-isi lagi.
>
> Masih ada perbedaan lain. Sesaat setelah pesawat tinggal landas,
> penumpang kelas bisnis mendapatkan tawaran salad dan minuman ringan.
> Pelayanan seperti itu tidak diberikan kepada penumpang kelas ekonomi.
> Penumpang kelas ekonomi tak mendapatkan apa pun. Tetapi, karena
> penerbangan sangat singkat, mestinya tak masalah ya. Saya pun tadi
> menolak salad yang ditawarkan.
>
> Keluar dari terminal kedatangan di Bandara Stuttgart, penjemput telah
> menanti. Saya langsung diantar ke Marriott Hotels, tempat saya akan
> menginap selama di Stuttgart. Hanya meletakkan tas, saya dan rombongan
> dari Indonesia langsung keluar ke pusat perbelanjaan terdekat. Makan
> siang plus berbelanja minuman dan makanan ringan untuk dibawa ke hotel.
>
> Kebetulan, dua rekan asal Indonesia yang sejak di Singapura menumpang
> pesawat yang sama dengan saya sedang berpuasa. Restoran hotel baru buka
> pukul 06.30. Setelah mencoba mengajukan permintaan khusus, dapur hotel
> baru bisa mengantarkan roti ke kamar dua rekan itu pada pukul 05.30.
> Tidak bisa lebih awal lagi karena dapur memang belum buka. Jadi, membeli
> bekal untuk sahur tampaknya adalah langkah bijak.
>
> Mengapa? Waktu sahur di Jerman, kata seorang rekan, selambat-lambatnya
> pukul 04.25. Nah, kalau menanti kiriman roti dari dapur hotel, terlambat
> dong sahurnya.
>
> Durasi puasa di sini lebih lama ketimbang di Indonesia. Rekan yang puasa
> itu baru bisa berbuka setelah pukul 20.00. Saya lupa tepatnya, pukul
> 20.25 atau 20.30. Berarti, rekan saya tersebut harus berpuasa selama 16
> jam.
>
> Sekarang saya berada di kamar. Mau mandi dulu. Sudah bau nih. Terakhir
> kali mandi kemarin sore waktu Indonesia. Padahal, sekarang di Indonesia
> sudah malam ya.
>
> Lalu, istirahat sebentar. Nanti pukul 17.35 waktu Jerman alias pukul
> 00.35 WIB saya sudah harus siap di lobi hotel. Acara pertama digelar
> malam ini.
>
> Kalau kemarin hingga saat ini posting dengan subjek Jerman lebih banyak
> berisi cerita ke sana kemari, mulai malam ini tampaknya mulai memasuki
> esensi. Malam ini ada "Calling All Innovators Award" ceremony. Kemudian,
> besok pagi Nokia World 2009 resmi dimulai.
>
> Selamat mengikuti terus posting saya. Semoga tidak bosan.
>
>
>
> Salam,
>
>
> Herry SW
>
>
> ------------------------------------
>
> 3000 Member www.blackberryindonesia.com
> You cant stop us to using original blackberry
> GO away Blackberry Siluman.
>
>
>
> Power by www.iklangadget.com
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>



-- 
http://agusbudy.wuysang.name/
GTalk/MSN: nguik.gn...@gmail
YM: supeskrim
ICQ/AIM: 459567681

Kirim email ke