Siang... Mas Eka, dirimu ga' kenapa2 nich ??? Temans Miners siap jenguk keMampang.. Mas Andre, siap dateng ketempat dirimu plus bawa bunga dan buah... hehehhe Mas Bimo, siap dateng dengan membawa makanan... Mbak Mia, siap dateng dengan membawa pin... hihihihi... Mega, siap dateng dengan membawa doa dan berharap cepet sembuh...
Mbak Indri dan mas Unggo, tau ga' nih ???? Klu om Koko siap mentraktir dirimu.. heheh.. (maaf bencanda lho..) Untukk semua temans Miners, titi dj ya.. dijalan... Mega On 5/28/07, Eka Nur Martianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pengalaman pribadi > > > Kejadian ini terjadi pada hari sabtu, 26 Mei 2007 kira2 jam 10.00 pagi, di > tol Cipularang arah Cileunyi tepatnya di bawah jembatan Leuwigajah ( dari > padalarang setelah pintu keluar tol parteur ). > > Saya mengemudikan kendaraan Kijang Innova dari Jakarta tujuan Bandung ( > Margahayu ), dari jkt jam 8 pagi dengan kecepatan standard menyesuaikan > situasi & kondisi selama perjalanan, kadang ngebut diatas 100 km/h kadang > juga pelan pas tanjakan. > > Setelah tuker tiket di gerbang tol padalarang, situasi perjalanan rada rame > tapi ga padat karena kondisi tol padalarang yang hanya 2 jalur, setelah > melewati pintu keluar pasteur, posisi kendaraan yang saya kemudikan ada di > sebelah kanan ( jalur cepat ) karena di jalur kiri lumayan rame dengan > situasi banyak kendaraan yang berjalan lambat beriringan, dari jarak jauh > kira2 200 meteran saya & semua penumpang di kendaraan sudah melihat bahwa di > iring - iringan kendaraan yang paling depan ada sebuah mobil TAFT yang jalan > oleng kekiri, saat itu posisiku di sebelah kanan dan sudah sempat mengurangi > laju kendaraan sampe kecepatan 50 - 60 km/h, saat itu kita berpikir bahwa > mobil itu sudah melambat & berada di bahu jalan, namun secara tiba2 dan > tanpa aku sadari, begitu aku sampe di posisi kendaraan yang berada tepat di > belakang TAFT tersebut, TAFT tersebut langsung melintang di jalur kanan ( > jalur cepat ) tepat 10 meter di depan kendaraan yang aku tumpangi. Saat itu > situasi untuk nge - rem mendadak sangat tidak mungkin karena jarak > pengereman yang terlalu minim. Sambil berusaha untuk tetap tenang dan ngerem > sekuat tenaga, namun apadaya tabrakan tak dapat dihindari, karena kalopun > saya harus banting setir ke kiri, banyak kendaraan yang ada di sebelah kiri > dan itu sangat fatal akibatnya dan jika saya banting ke kanan, yang ada > hanyalah pembatas jalan tol yang tebalnya minta ampun. Akhirnya mobil yang > saya kemudikan menabrak sisi kanan dari mobil TAFT tersebut. Sebelum saya > menabrak, melintas ban milik TAFT tersebut di depan mobilku, mungkin karna > terpana & bengong liat ban yang jalan sendiri sampe2 ga sadar kalo mobil > pemilik ban tersebut sudah melintang di jalur cepat tepat 10 meter di > depanku. > > Namun syukur alhamdullilah semua penumpang & saya sendiri tidak mengalami > luka yang parah hanya sekedar shock & kaget atas kejadian yang baru aja > menimpa kami. Kami masih diberikan keselamatan dari Allah SWT sehingga saat > ini aku masih bisa menceritakan semua kejadian itu. > > Regard's
