turut prihatin atas kejadian yang menimpa mas eka,
Alhamdulillah mas eka dan keluarga masih dilindungi oleh-Nya..
mungkin ini sebuah teguran untuk kita semua, supaya kita tetap hati-hati dan
selalu ingat kepada-Nya.
maaf baru sempet baca e-mailnya mas eka, cos kemarin aku gak ada di kantor..

salam,

--Np--

  -----Original Message-----
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of Eka Nur Martianto
  Sent: Monday, May 28, 2007 10:23 AM
  To: IListeners
  Subject: [IListeners] Tragedi Jembatan Leuwigajah






              Pengalaman pribadi


              Kejadian ini terjadi pada hari sabtu, 26 Mei 2007 kira2 jam
10.00 pagi, di tol Cipularang arah Cileunyi tepatnya di bawah jembatan
Leuwigajah ( dari padalarang setelah pintu keluar tol parteur ).

              Saya mengemudikan kendaraan Kijang Innova dari Jakarta tujuan
Bandung ( Margahayu ), dari jkt jam 8 pagi dengan kecepatan standard
menyesuaikan situasi & kondisi selama perjalanan, kadang ngebut diatas 100
km/h kadang juga pelan pas tanjakan.

              Setelah tuker tiket di gerbang tol padalarang, situasi
perjalanan rada rame tapi ga padat karena kondisi tol padalarang yang hanya
2 jalur, setelah melewati pintu keluar pasteur, posisi kendaraan yang saya
kemudikan ada di sebelah kanan ( jalur cepat ) karena di jalur kiri lumayan
rame dengan situasi banyak kendaraan yang berjalan lambat beriringan, dari
jarak jauh kira2 200 meteran saya & semua penumpang di kendaraan sudah
melihat bahwa di iring - iringan kendaraan yang paling depan ada sebuah
mobil TAFT yang jalan oleng kekiri, saat itu posisiku di sebelah kanan dan
sudah sempat mengurangi laju kendaraan sampe kecepatan 50 - 60 km/h, saat
itu kita berpikir bahwa mobil itu sudah melambat & berada di bahu jalan,
namun secara tiba2 dan tanpa aku sadari, begitu aku sampe di posisi
kendaraan yang berada tepat di belakang TAFT tersebut, TAFT tersebut
langsung melintang di jalur kanan ( jalur cepat ) tepat 10 meter di depan
kendaraan yang aku tumpangi. Saat! itu situasi untuk nge - rem mendadak
sangat tidak mungkin karena jarak pengereman yang terlalu minim. Sambil
berusaha untuk tetap tenang dan ngerem sekuat tenaga, namun apadaya tabrakan
tak dapat dihindari, karena kalopun saya harus banting setir ke kiri, banyak
kendaraan yang ada di sebelah kiri dan itu sangat fatal akibatnya dan jika
saya banting ke kanan, yang ada hanyalah pembatas jalan tol yang tebalnya
minta ampun. Akhirnya mobil yang saya kemudikan menabrak sisi kanan dari
mobil TAFT tersebut. Sebelum saya menabrak, melintas ban milik TAFT tersebut
di depan mobilku, mungkin karna terpana & bengong liat ban yang jalan
sendiri sampe2 ga sadar kalo mobil pemilik ban tersebut sudah melintang di
jalur cepat tepat 10 meter di depanku.

              Namun syukur alhamdullilah semua penumpang & saya sendiri
tidak mengalami luka yang parah hanya sekedar shock & kaget atas kejadian
yang baru aja menimpa kami. Kami masih diberikan keselamatan dari Allah SWT
sehingga saat ini aku masih bisa menceritakan semua kejadian itu.

              Regard's












  .
  

<<Nice_04_header.gif>>

<<Nice_04_side.gif>>

Kirim email ke