Apa ini juga salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi penggunaan 
kendaraan pribadi?
Dengan semakin tingginya harga BBM masyarakat diharapkan akan berpaling ke 
kendaraan umum.
Tapi bagaimana bisa berjalan lancar kalau fasilitas kendaraan umum tidak di 
support dengan baik?
Banyak teman2 gw yang sudah mencoba menggunakan busway sebagai alat 
transportasi ke kantor, menggantikan kendaraan pribadinya, sesuai dengan 
anjuran pemerintah..
Tapi apa yang terjadi? Proses menunggu busway memakan waktu sampai 1 jam-an, 
penumpang berjejal2an di dalam bus, jalur busway digunakan kendaraan pribadi.. 
Dan perjalanan yang ditempuh tidak lebih cepat dan lebih melelahkan.
Akhirnyaa.. banyak yang kembali menggunakan kendaraan pribadinya, karena dengan 
waktu tempuh yang sama, paling tidak bisa mendapatkan kondisi dan kenyamanan 
yang lebih baik.

Well, mudah2an kondisi jakarta bisa lebih baik.. apapun dan bagaimanapun 
caranya..

-Tiara
*yglggamoodbgt

----- Original Message ----
From: Kaoru Narko <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 28, 2007 4:32:59 PM
Subject: Re: [IListeners] Untuk penggemar Pertmax:  Pertamax Desember Rp7.645 
per Liter









  


    
            



Apakah pertamax termasuk yang memakan 
subsidi pemerintah ?

 

Kalau Pertamax termasuk BBM yang memakan 
subsidi pemerintah maka ada nilai positifnya, yaitu mengurangi pengeluaran 
negara (mengurangi pengeluaran untuk subsidi BBM tapi biasanya dialokasikan 
ulang untuk beli mobil pejabat di akhir tahun 2007, semoga ini tidak 
benar).


  Walaupun misalnya BBM industri gak naik, 
  jelas efek kenaikan ini terasa di budget pengeluaran mayoritas perusahaan di 
  negara ini (khususnya yang di Jabotabek, khususnya perusahaan tempat aku 
  kerja) karena hampir semua mobil para bos mengkonsumsi Pertamax dan Pertamax 
  Plus. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para bos di sini baik di swasta maupun 
  negeri mana mau pake mobil yang mengkonsumsi premium. Ujung2nya tetap biaya 
  tinggi. Surplus perusahaan yang bisa dipake buat lebih mensejahterakan 
  karyawan akan teralokasi ke pengeluaran BBM perusahaan. Jangan heran tahun 
  depan makin banyak demo buruh karena gaji tidak naik, atau bahkan gaji tak 
  terbayar (semoga ini tidak terjadi).
  Efek dengan kenaikan biaya perusahaan 
  adalah kenaikan harga jual produk. Tidak dapat dipungkiri harga produk di 
  negara ini termasuk mahal, bukan karena kualitas yang bagus sekali tapi 
karena 
  faktor biaya tinggi, juga karena tingkah laku personal yang sangat konsumtif, 
  pungli sana sini dan mengedepankan gengsi masing-masing. Harga produk yang 
  mahal Lebih jauh akan memberi ruang bagi produk murah Import untuk masuk, 
  misalnya produk2 China baik yang legal maupun yang gelap, dengan kualitas 
yang 
  sedikit lebih rendah atau malah sama namun dengan harga jual yang sangat jauh 
  (bisa setengahnya, bahkan sepertiganya) . Akibatnya Industri mati, gulung 
tikar 
  atau dijual ke investor asing. ujungnya para buruh juga yang menjadi 
  korban.
  Apabila BBM industri juga naik, dua poin 
  di atas sudah hampir pasti terjadi ! karena per Desember 07 banyak raw 
  material manufacturing juga sudah mengalami kenaikan sekitar 10%, biaya 
  ekspedisi/transport asi juga sudah pasti naik, tarif gas juga sudah 
dicanangkan 
  akan naik. Akibat tarif gas naik, beberapa perusahaan telah berinvestasi 
  dengan mengubah instrumennya agar bisa beralih ke BBM. nah kalo BBM industri 
  juga naik, ada double cost di dalamnya. Jangan heran tahun depan tingkat PHK 
  karyawan juga akan meningkat (semoga hal ini juga tidak 
terjadi).
Apakah kompetitor Pertamina juga menaikkan 
harga ?

Pada level harga yang sama, secara jujur 
saya lebih memilih produk Shell dibandingkan Pertamina. Bahkan dengan selisih 
Rp 
500-800, masih berani memakai Shell dibandingkan produk pertamina. Kenapa ? 
Referensi teman yang ahli dibidangnya, secara kualitas produk Shell lebih bisa 
di'pegang' belum lagi faktor kejujuran pelaku bisnis SPBU Pertamina yang selama 
ini banyak diberitakan negatif.

Nah jika Pertamina menaikkan harga jual, 
sementara kompetitor tetap atau kenaikannya lebih sedikit. Mesti dikaji, bukan 
tidak mungkin market share Pertamina di kelas Pertamax dan variannya akan jauh 
turun. Ingat bahwa Pertamina bukan lagi pemain tunggal di bisnis ini. Mestinya 
hal ini sudah dikaji, namun bukan rahasia juga bahwa bos-bos biasanya lebih 
sering cuma melihat value 'diujungnya' jika harga naik dapet profit sekian dll 
tanpa mau tahu kondisi pasar !!! Nah kalo bosnya gak tahu apa-apa di bisnis ini 
???

 

Intinya kenaikan di bawah, sepertinya 
'tidak menyentuh' konsumsi masyarakat bawah (konsumsi premium, solar, dll) tapi 
belajar dari kenyataan selama ini terus terang kok gak yakin yah ! Karena 
selama 
ini pejabat berpikirnya "bagaimana nanti" bukan "nanti bagaimana".

Semoga yang dikhawatirkan juga tidak 
terjadi.....

 

 

joni wrote :

 


Dari milis sebelah, semoga 
bermanfaat!! !!!
 

 




Pertamax 
Desember Rp7.645 per Liter 
Penulis: Reva 
Sasistiya

 JAKARTA --MEDIA: PT Pertamina (Persero) 
berencana menaikkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan 
Pertamax Plus sebesar 10% per liternya per 1 Desember 
mendatang.

Sebelumnya, per 15 November Pertamina sudah menaikkan kenaikan 
harga dengan presentase yang sama. "Kenaikan ini tidak dapat dihindari karena 
cost-nya juga tinggi. Dari tanggal 10-20 November harga minyak stabil berada di 
kisaran tinggi," ujar Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung 
Budya 
di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR DPR, 
 Jakarta , Rabu (28/11). 

Dengan rencana kenaikan ini, harga Pertamax di 
wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat per 1 Desember diperkirakan akan 
menjadi 
sekitar Rp7.645. Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama naik menjadi 
Rp7.865 per liter. 

Pasca kenaikan pada 15 November lalu, harga 
Pertamax di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat naik menjadi Rp6.950 per 
liter jia dibandingkan dengan harga per 1 Nopember lalu sebesar Rp6.250 per 
liter.

Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama per 15 November 
naik dari Rp6.400 menjadi Rp7.150 per liter, Pertamina Dex dari Rp7.500 menjadi 
Rp8.100 per liter, dan Biopertamax menjadi Rp6.950 dari sebelumnya Rp6.250 per 
liter. 

Harga baru Pertamax, Pertamax Plus, ertamina-Dex, dan Biopertamax 
di wilayah lainnya juga mengalami kenaikan yang berkisar antara Rp600-800 per 
liter.

Kendati kenaikan Pertamax sudah hampir dipastikan, namun Hanung 
mengaku belum bisa menentukan besaran kenaikan harga BBM industri untuk 1 
Desember mendatang. "Harga BBM industri masih kita kaji," jawabnya.

Harga 
BBM industri yang berlaku mulai 15 November ini rata-rata naik berkisar antara 
10,98% dari harga yang ditetapkan 1 November lalu.

BBM industri yang naik 
adalah untuk jenis minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar. Kenaikan 
sebesar 11% juga berlaku untuk produk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan 
Pertamax Plus.

Perubahan harga tersebut dipengaruhi harga produk BBM di 
pasar Singapura (Mean of Platts Singapore/MOPS) yang menjadi acuan Pertamina 
untuk menetapkan harga berkisar 10,98-12,66 %, termasuk produk Mops Mogas 92 
dan 
nilai tukar Rupiah melemah 0,22% dari perhitungan bulan lalu. 

Dengan 
demikian, maka harga baru per liter minyak solar industri adalah Rp7.537, 
minyak 
solar transportasi Rp7.880, minyak diesel Rp7.402 dan minyak bakar Rp5.668. 
Sedang, pada 1 November, harga solar industri adalah Rp6.450 , solar 
transportasi Rp7.161, minyak diesel Rp6.642, dan minyak bakar Rp4.776 per 
liter. 
Harga premium dan minyak tanah tetap seperti harga per 1 November 2007.(Eva/OL- 
2)










    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

Kirim email ke