hehehe..... lu mau jadi korwil don??? ntar gw calonin dah...
On 11/28/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > awak mesti pulang lah, pemilihan korwil udah mulai tuh > > Rgds, > -Dono- > > > ------------------------------ > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *bitzi > *Sent:* Wednesday, November 28, 2007 6:39 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [IListeners] Untuk penggemar Pertmax: Pertamax Desember > Rp7.645 per Liter > > Setelah membaca tulisan mbak narko yang panjang lebar, dan juga tulisan > tiara, jadi berpikir untuk tetap tinggal di KL. hehehe > > On 11/28/07, tiara prasilika <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Apa ini juga salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi > > penggunaan kendaraan pribadi? > > Dengan semakin tingginya harga BBM masyarakat diharapkan akan berpaling > > ke kendaraan umum. > > Tapi bagaimana bisa berjalan lancar kalau fasilitas kendaraan umum tidak > > di support dengan baik? > > Banyak teman2 gw yang sudah mencoba menggunakan busway sebagai alat > > transportasi ke kantor, menggantikan kendaraan pribadinya, sesuai dengan > > anjuran pemerintah.. > > Tapi apa yang terjadi? Proses menunggu busway memakan waktu sampai 1 > > jam-an, penumpang berjejal2an di dalam bus, jalur busway digunakan kendaraan > > pribadi.. Dan perjalanan yang ditempuh tidak lebih cepat dan lebih > > melelahkan. > > Akhirnyaa.. banyak yang kembali menggunakan kendaraan pribadinya, karena > > dengan waktu tempuh yang sama, paling tidak bisa mendapatkan kondisi dan > > kenyamanan yang lebih baik. > > > > Well, mudah2an kondisi jakarta bisa lebih baik.. apapun dan bagaimanapun > > caranya.. > > > > -Tiara > > *yglggamoodbgt > > > > ----- Original Message ---- > > From: Kaoru Narko <[EMAIL PROTECTED]> > > To: [email protected] > > Sent: Wednesday, November 28, 2007 4:32:59 PM > > Subject: Re: [IListeners] Untuk penggemar Pertmax: Pertamax Desember > > Rp7.645 per Liter > > > > Apakah pertamax termasuk yang memakan subsidi pemerintah ? > > > > Kalau Pertamax termasuk BBM yang memakan subsidi pemerintah maka ada > > nilai positifnya, yaitu mengurangi pengeluaran negara (mengurangi > > pengeluaran untuk subsidi BBM tapi biasanya dialokasikan ulang untuk beli > > mobil pejabat di akhir tahun 2007, semoga ini tidak benar). > > > > - Walaupun misalnya BBM industri gak naik, jelas efek kenaikan ini > > terasa di budget pengeluaran mayoritas perusahaan di negara ini > > (khususnya > > yang di Jabotabek, khususnya perusahaan tempat aku kerja) karena hampir > > semua mobil para bos mengkonsumsi Pertamax dan Pertamax Plus. Sudah > > menjadi > > rahasia umum bahwa para bos di sini baik di swasta maupun negeri mana mau > > pake mobil yang mengkonsumsi premium. Ujung2nya tetap biaya tinggi. > > Surplus > > perusahaan yang bisa dipake buat lebih mensejahterakan karyawan akan > > teralokasi ke pengeluaran BBM perusahaan. Jangan heran tahun depan makin > > banyak demo buruh karena gaji tidak naik, atau bahkan gaji tak terbayar > > (semoga ini tidak terjadi). > > - Efek dengan kenaikan biaya perusahaan adalah kenaikan harga jual > > produk. Tidak dapat dipungkiri harga produk di negara ini termasuk mahal, > > bukan karena kualitas yang bagus sekali tapi karena faktor biaya tinggi, > > juga karena tingkah laku personal yang sangat konsumtif, pungli sana sini > > dan mengedepankan gengsi masing-masing. Harga produk yang mahal Lebih > > jauh > > akan memberi ruang bagi produk murah Import untuk masuk, misalnya produk2 > > China baik yang legal maupun yang gelap, dengan kualitas yang sedikit > > lebih > > rendah atau malah sama namun dengan harga jual yang sangat jauh (bisa > > setengahnya, bahkan sepertiganya) . Akibatnya Industri mati, gulung tikar > > atau dijual ke investor asing. ujungnya para buruh juga yang menjadi > > korban. > > - Apabila BBM industri juga naik, dua poin di atas sudah hampir > > pasti terjadi ! karena per Desember 07 banyak raw material manufacturing > > juga sudah mengalami kenaikan sekitar 10%, biaya ekspedisi/transport asi > > juga sudah pasti naik, tarif gas juga sudah dicanangkan akan naik. Akibat > > tarif gas naik, beberapa perusahaan telah berinvestasi dengan mengubah > > instrumennya agar bisa beralih ke BBM. nah kalo BBM industri juga naik, > > ada > > double cost di dalamnya. Jangan heran tahun depan tingkat PHK karyawan > > juga > > akan meningkat (semoga hal ini juga tidak terjadi). > > > > Apakah kompetitor Pertamina juga menaikkan harga ? > > Pada level harga yang sama, secara jujur saya lebih memilih produk Shell > > dibandingkan Pertamina. Bahkan dengan selisih Rp 500-800, masih berani > > memakai Shell dibandingkan produk pertamina. Kenapa ? Referensi teman yang > > ahli dibidangnya, secara kualitas produk Shell lebih bisa di'pegang' belum > > lagi faktor kejujuran pelaku bisnis SPBU Pertamina yang selama ini banyak > > diberitakan negatif. > > Nah jika Pertamina menaikkan harga jual, sementara kompetitor tetap atau > > kenaikannya lebih sedikit. Mesti dikaji, bukan tidak mungkin market share > > Pertamina di kelas Pertamax dan variannya akan jauh turun. Ingat bahwa > > Pertamina bukan lagi pemain tunggal di bisnis ini. Mestinya hal ini sudah > > dikaji, namun bukan rahasia juga bahwa bos-bos biasanya lebih sering cuma > > melihat value 'diujungnya' jika harga naik dapet profit sekian dll tanpa mau > > tahu kondisi pasar !!! Nah kalo bosnya gak tahu apa-apa di bisnis ini ??? > > > > Intinya kenaikan di bawah, sepertinya 'tidak menyentuh' konsumsi > > masyarakat bawah (konsumsi premium, solar, dll) tapi belajar dari kenyataan > > selama ini terus terang kok gak yakin yah ! Karena selama ini pejabat > > berpikirnya "bagaimana nanti" bukan "nanti bagaimana". > > Semoga yang dikhawatirkan juga tidak terjadi..... > > > > > > joni wrote : > > > > > > Dari milis sebelah, semoga bermanfaat!! !!! > > > > *Pertamax Desember Rp7.645 per Liter * > > Penulis: Reva Sasistiya > > > > JAKARTA --MEDIA: PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan kembali > > harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Plus sebesar 10% > > per liternya per 1 Desember mendatang. > > > > Sebelumnya, per 15 November Pertamina sudah menaikkan kenaikan harga > > dengan presentase yang sama. "Kenaikan ini tidak dapat dihindari karena > > cost-nya juga tinggi. Dari tanggal 10-20 November harga minyak stabil berada > > di kisaran tinggi," ujar Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina > > Hanung Budya di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR > > DPR, Jakarta , Rabu (28/11). > > > > Dengan rencana kenaikan ini, harga Pertamax di wilayah Jakarta, Banten, > > dan Jawa Barat per 1 Desember diperkirakan akan menjadi sekitar Rp7.645. > > Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama naik menjadi Rp7.865 per > > liter. > > > > Pasca kenaikan pada 15 November lalu, harga Pertamax di wilayah Jakarta, > > Banten, dan Jawa Barat naik menjadi Rp6.950 per liter jia dibandingkan > > dengan harga per 1 Nopember lalu sebesar Rp6.250 per liter. > > > > Sedangkan, harga Pertamax Plus di wilayah sama per 15 November naik dari > > Rp6.400 menjadi Rp7.150 per liter, Pertamina Dex dari Rp7.500 menjadi > > Rp8.100 per liter, dan Biopertamax menjadi Rp6.950 dari sebelumnya > > Rp6.250 per liter. > > > > Harga baru Pertamax, Pertamax Plus, ertamina-Dex, dan Biopertamax di > > wilayah lainnya juga mengalami kenaikan yang berkisar antara Rp600-800 per > > liter. > > > > Kendati kenaikan Pertamax sudah hampir dipastikan, namun Hanung mengaku > > belum bisa menentukan besaran kenaikan harga BBM industri untuk 1 Desember > > mendatang. "Harga BBM industri masih kita kaji," jawabnya. > > > > Harga BBM industri yang berlaku mulai 15 November ini rata-rata naik > > berkisar antara 10,98% dari harga yang ditetapkan 1 November lalu. > > > > BBM industri yang naik adalah untuk jenis minyak solar, minyak diesel, > > dan minyak bakar. Kenaikan sebesar 11% juga berlaku untuk produk BBM > > nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Plus. > > > > Perubahan harga tersebut dipengaruhi harga produk BBM di pasar Singapura > > (Mean of Platts Singapore/MOPS) yang menjadi acuan Pertamina untuk > > menetapkan harga berkisar 10,98-12,66 %, termasuk produk Mops Mogas 92 dan > > nilai tukar Rupiah melemah 0,22% dari perhitungan bulan lalu. > > > > Dengan demikian, maka harga baru per liter minyak solar industri adalah > > Rp7.537, minyak solar transportasi Rp7.880, minyak diesel Rp7.402 dan > > minyak bakar Rp5.668. Sedang, pada 1 November, harga solar industri > > adalah Rp6.450 , solar transportasi Rp7.161, minyak diesel Rp6.642, dan > > minyak bakar Rp4.776 per liter. Harga premium dan minyak tanah tetap > > seperti harga per 1 November 2007.(Eva/OL- 2) > > > > > > > > ------------------------------ > > Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your > > homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51443/*http://www.yahoo.com/r/hs> > > > > > >
