Safety Riding 18-12-2007 11:04 WIB <http://www.umild.com/ver1/spaw/images/20071218114181207_SR_safetyfix2.j pg> Source : Google.com <http://Google.com> Motor memang menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil atau selap selip seakan membuat motor menjadi kendaraan 'bebas macet' dan efektif. Untuk konsumsi BBM juga sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis. Memang mudah memperoleh motor tapi bila tidak dibarengi kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman maka akan membahayakan diri. Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan. Sehingga anda perlu mengikuti klub motor dari berbagai merk yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara. Safety riding penting karena mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek. Biasanya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal dan sebagainya. Ada beberapa kesiapan berkendara yang diperlukan untuk motor, simak berikut ini. Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip atau handle motor. Jaket, sebaiknya pilihlah yang mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif saat terjadi benturan baik kecil maupun besar. Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm 'catok' dan sejenisnya. Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki. Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan ada beberapa hal. Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi. Teknik "slalom" dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang melaju di tengah kemacetan. Teknik berjalan di lintasan ala "bumpy-road" , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang. Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah. Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding. Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Tidak terlalu sulit dan itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan. Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Semua itu dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara. Buktikan bahwa anda mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.
(Sumber : Motorplus-online. <http://Motorplus-online.com> com)
