Dari seorang teman, maaf kalau re-post. Semoga ada hikmah yang dapat kita 
ambil..

Salam,
Arief



Pls Read Through in your free time!
wacana menarik ... dari orang menarik ... 

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya 
untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. 
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan 
tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat 
untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras 
kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.
 
Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia 
sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya 
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian 
adalah manusia sulit.
Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk 
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan 
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti 
keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk 
perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut. 

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca 
mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena 
kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.Dengan 
kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri 
yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat 
sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang 
tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.
 
Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan 
kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke 
dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.
Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru 
kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super 
sulit. Terutama karena beberapa alasan. 
 
Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa 
menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan 
pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi 
positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu 
orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak 
berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. 
Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka 
menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan 
putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil 
yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan 
anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan 
tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi 
orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti 
karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan 
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, 
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu 
berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih 
longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja 
amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya 
diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah 
tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga 
yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya 
menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia 
pintar tukang hujat di atas.
 
Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. 
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia 
akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.Saya 
tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin 
oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin 
jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh 
purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi 
orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa 
diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan 
orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang 
lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya 
sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang 
dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari 
kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya 
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini 
rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan 
jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau berhasil  
membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, 
bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?
  
***
Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama 
Note :
Kita emang akan menjadi kuat setelah bertemu dengan orang orang brengsek, 
bajingan, nyebelin, azas manfaat, dan egois....coba pikirkan baik baik kita 
ternyata menjadi lebih hebat setelah bertemu dengan orang2 macam itu.akan 
menjadi sabar ketika bertemu dengan orang yang meledak ledak emosinya akan 
menjadi pendengar yang baik setelah bertemu dengan pembual sejati..atau OMDO 
abizz..akan menjadi lebih empaty ketika sering berhadapan dengan orang yg egois 
dan keras kepala akan lebih dewasa ketika berhadapan dengan orang yang manja 
dan susah diatur kacamata gw emang masih buram belom bersih tapi orang orang 
brengsek akan membuat kacamata gw menjadi lebih bersih ....lebih bisa melihat 
dengan jelas....ternyata orang2 brengsek juga ada manfaatnya...untuk mebuat 
kita lebih baik....jadi jangan buang daftar orang orang brengsek dari sekitar 
kita, karena orang orang brengsek memang guru sejati...;-p


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke