wah artikel yang sangat menarik mas.
 
Rgds,
-Dono-
 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of ian ristiantara
Sent: Tuesday, January 15, 2008 3:17 PM
To: [email protected]
Subject: [IListeners] Orang Brengsek Guru Sejati



Dari seorang teman, maaf kalau re-post. Semoga ada hikmah yang dapat
kita ambil..
 
Salam,
Arief

 

Pls Read Through in your free time!
wacana menarik ... dari orang menarik ... 

        
        Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang
mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With
Difficult People. 
        Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian
tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau
bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari
manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang
sendiri, tidak mau kerja sama dll.
         
        Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk
membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang
datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang
lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
        Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka
sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang
memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku
mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya
tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka
hanya tersenyum kecut. 
        
        Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk
membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain.
Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata
maka orangpun kelihatan kotor.Dengan kata lain, sebelum menyebut orang
lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda
amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit.
Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit
saja sudah membuat Anda jadi kesal.
         
        Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan
dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin
mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.
        Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup
adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah
manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan. 
         
        Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan
menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika
orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala
orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina
orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini,
sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku
sejelek dan sebrengsek itu. 
        Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat
kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji
untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang,
bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi
inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya
pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak
kecil.
        
        Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat
kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa
ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik
maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat
panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh
manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca :
tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar
sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat
rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang
dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama
kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal
latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani
hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia
pintar tukang hujat di atas.
         
        Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin
jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin
manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan
daya kontribusinya.Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi
pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti
membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya
menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan
jendral yang amat keras dan diktator.
        
        Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi
kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina
tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan
orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi,
betapa tidak enaknya dihina orang lain.

        Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super
sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya
termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab,
hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan
kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina
tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil
membantu orang yang tadinya menghina kita.
        
        Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya
menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya,
kalau berhasil  membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau
busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih
tinggi ?
          
        ***
        Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama 
        Note :
        Kita emang akan menjadi kuat setelah bertemu dengan orang orang
brengsek, bajingan, nyebelin, azas manfaat, dan egois....coba pikirkan
baik baik kita ternyata menjadi lebih hebat setelah bertemu dengan
orang2 macam itu.akan menjadi sabar ketika bertemu dengan orang yang
meledak ledak emosinya akan menjadi pendengar yang baik setelah bertemu
dengan pembual sejati..atau OMDO abizz..akan menjadi lebih empaty ketika
sering berhadapan dengan orang yg egois dan keras kepala akan lebih
dewasa ketika berhadapan dengan orang yang manja dan susah diatur
kacamata gw emang masih buram belom bersih tapi orang orang brengsek
akan membuat kacamata gw menjadi lebih bersih ....lebih bisa melihat
dengan jelas....ternyata orang2 brengsek juga ada manfaatnya...untuk
mebuat kita lebih baik....jadi jangan buang daftar orang orang brengsek
dari sekitar kita, karena orang orang brengsek memang guru sejati...;-p
        


________________________________

Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsear
ch/category.php?category=shopping>  

 

Kirim email ke