Pagi – pagi sudah diklaksonin mobih mewah. Tapi sayang sekali cara membawakannya tidak "semewah" mobilnya. Mobil dengan no pol B 1403 VS ( Honda Accord Hitam ). Trayek gw Galaxi – Slipi via Kalimalang. Sesampainya di Halim, depan SPBU, gw kan ambil jalur kanan, secara gw mo lurus ke arah Cawang. Sudah bener kan ? Tapi tiba2 dari arah belakang gw, sang Honda Accord tadi secara terus menerus membunyikan klakson. Akibatnya, mungkin emang gw yg kurang lihai bawa motor, gw jadi kehilangan keseimbangan dan akibatnya terperosok di pinggir jalan, yang tidak diaspal. Masih untung ngga sampai jatuh, dalam keadaan oleng gw masih bisa mengendalikan. Masih untung kalo Honda Accord tsb satu arah dg gw. Ternyata nggak. Gw perhatiin, tiba2 dia pindah ke jalur kiri, itupun dg cara balap mobil di sirkuit. Banting setir kiri, banting lg ke kanan, kiri lagi. Ck ck ck ck ... pokoke kaya di sirkuit saja. Bapak / Ibu / Mas / Mbak, seandainya anda adalah pengendara mobil diatas, mohon disadari bahwa jalan raya adalah fasilitas publik, dan bukan milik perseorangan atau kelompok tertentu. Kita sama2 ingin tiba di tempat tujuan tepat waktu dan selamat. Tapi kalau memang kondisi jalan sudah sedemikian padat, kesabaran dalam mengendarai kendaraan mutlak diperlukan. Sudah begitu, kok ya sempat2nya anda bergaya ala pembalap mobil. Kalau mau balapan sudah ada sirkuitnya di Sentul. Atau karena saya ini cuma orang rendahan yang cuma bisa beli motor bekas, sehingga anda mengklason saya terus2an supaya saya minggir ? Begitukah ? Terima kasih atas perhatiannya.
Indra Grand Astrea B 1373 NX.
