wah.... wah...

syukurlah klo bang ronal baik2 aja dan selamat :)
hmm... ngeri juga klo peristiwa itu terjadi pada kita..
salut buat bang ronal.. yang kritis akan keadaan :)

salam ....perdamaian

- Buluk -

Pada tanggal 22/02/08, Ronal Baharuddin Hutagaol <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>    2 Hari lalu tepatnya tanggal 20 Februari 2008 saya mengambil
> penerbangan dari POLONIA menuju JAKARTA penerbangan 16.45 kalau sesuai
> dengan rencana. Ternyata ada pengumuman kalau penerbangan tertunda karena
> ada kesalahan teknis dan keberangkatan diundur hingga 17.05, ternyata
> take-off jam 17.55 (waktu medan). Setelah terbang kira2 15-20 menit
> terjadi banyak goncangan (mungkin karena tebalnya awan mendung saat itu),
> tapi setelah itu terjadi pengurangan tekanan udara yang mengakibatkan
> pesawat turun drastis.. deg2an nih. beberapa saat kemudian ada pemberitahuan
> dari pilot pesawat ADAM Air tersebut yang menyatakan ada keretakan di kaca
> kotpit. Untuk lebih aman, maka pesawat akan kembali ke POLONIA dan
> menggunakan sabuk pengaman.
> Saat itu, semua penumpang sudah panik, sampai2 pada resah apakah bisa
> mendarat dengan selamat. Selama perjalanan menuju POLONIA terjadi banyak
> goncangan dan semua penumpang saat itu terdiam. Akhirnya mendarat kembali di
> POLONIA 18:55 (Puji Tuhan sahutku dalam hati). Kemudian PILOT memberitahukan
> untuk kembali menunggu diruang tunggu. Sesampai disana dan setelah menunggu
> 1jam, banyak orang yang berkeluh kesah, ada yang bilang ditunda, ada yang
> bilang barang2 yang dibagasi diambil lagi, dan banyak hal.
> Disinilah yang membuat saya jengkel, dengan berpura2 seperti orang penting
> saya menemui penjaga bandara:
> RBH (Ronal Baharuddin Hutagaol): "Maaf pak, siapa disini yang bertanggung
> jawab?"
> PT (Petugas Bandara): "Pihak Adam Air"
>
> Lalu singkat cerita saya langsung ke pihak ADAM AIR
> RBH: "Siapa yang bertanggung dengan keadaan ini"
> PA (Pihak Adam Air): "Ya pak, saya bisa membantu"
> RBH:" Gimana nih, kami sudah menunggu 1 jam lebih tapi tidak ada berita
> apa, banyak yang resah, bahkan banyak ibu2 sudah mengeluh karena tidak tahu
> apa2"
> PA: "Sudah diberitahukan kepada sebagian orang"
> RBH:"Jangan sebagian dong, harusnya resmi lewat pengeras suara"
> PA:"Baik, nanti akan kami umumkan"
> RBH:"Kami juga minta kompensasi, karena kami sudah sejam lebih disini
> bahkan sudah 3 jam lewat dari jadwal keberangkatan dan gak tau sampai kapan
> nih?"
>
> Setelah berdebat lama, akhirnya mereka menanggapi, dengan memberikan makan
> malam (nasi padang) dan minuman dan pengumuman resmi. Ya lumayanlah
> mengganjal perut dan memberi ketenangan karena sudah diumumkan akan
> berangkat pesawat yang dari jakarta sekitar pukul 22:05 menit.
>
> Ternyata setelah menunggu hingga 23:00 ternyata pesawat belum tiba dan
> akhirnya kami terbang 24:15 dan tiba dijakarta (saat itu kondisi hujan
> deras) puku 02.20 dan sesampai dirumah 03.40.
>
> Kalau tidak salah saya juga mengirim berita ini waktu saya masih menunggu
> kedatangan pesawat kedatangan melalui : FAKTA - 08161-IRADIO (kira2 ada yang
> dengar atau dibacakan oleh I-RADIO)
>
> Tapi bagaimana juga, saya tetapp tiba di jakarta, tapi profesional ADAM
> AIR yang sudah pernah mengalami meledak salah satu pesawatnya, tidak juga
> terbukti dengan masalah teknis yang saya alami di ADAM AIR, sehingga semua
> orang resah dan entah karena tidak ada kepastian yang pasti.
>
>
> RBH
>
>
>  __._,_.
>

Kirim email ke