Saya pribadi tidak sependapat dengan pernyataan mereka, ini saya bisa rasakan 
waktu saya mulai mencoba naik BUSWAY, ternyata memang dengan masuknya mobil 
atau motor ke jalur ini membuat BUSWAY menjadi tidak berhasil mencapai tujuan 
dan sasaran sebelumnya (BUS yang nyaman, tepat waktu dan aman). Tujuan lain 
dari dibuatnya BUSWAY ini adalah demi mengurangi angka pengguna kendaraan 
pribadi yang tiap hari makin terus bertambah, namun saya sangat menyayangkan 
dengan sedikitnya armada busway ini dan juga ke 8 KORIDOR yang belum juga 
rampung hingga saat ini.
Di Milis ini saya rasa banyak pengguna kendaraan roda 4, dan mulai dari milis 
ini sudah seharusnya memberi contoh untuk tidakmasuk jalur busway. Mudah2an ada 
penyiar I-Radio yang membacakan email ini untuk bisa menyuarakan kepada 
ILiteners untuk tidak masuk jalur busway, karena walaupun pihak POLANTAS 
mengijinkan masuk, lebih gak usah masuk. Inilah yang yang terjadi seperti 
kutipan didetik "BIASANYA GPP KALAU MASUK JALUR BUSWAY", tapi akhirnya ini 
bukan menjadikan warga masyarakat menjadi tertib lalulintas. Bukankan TERTIB 
LALULINTAS juga merupakan bagian dari IBADAH.

SALAH KETERTIBAN
RBH
www.htgmedia.net
0815.999.3.777
021.3037.2499
[EMAIL PROTECTED]
YM. [EMAIL PROTECTED]



  ----- Original Message ----- 
  From: Kaoru Narko 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 06, 2008 10:00 AM
  Subject: [IListeners] Sterilisasi Busway



  06/03/2008 09:20 WIB 
  Busway Steril, Pengendara Sepeda Motor dan Mobil Ngomel-ngomel
  Andi Saputra - detikcom


  Jakarta - Melewati jalur TransJ bagi kendaraan umum dan pribadi adalah 
kegiatan yang biasa. Namun kini, kendaraan non-TransJ tak sebebas dulu lagi 
melewati jalur itu, khususnya busway Koridor VI Ragunan-Kuningan.

  Pantauan detikcom, Kamis (6/3/2008) pukul 08.45 WIB, kemacetan di jalur 
reguler dari Warung Buncit menuju Kuningan sungguh luar biasa. Antrean 
kendaraan mencapai 5 km. Alhasil para pengendara sepeda motor dan mobil pun 
ngomel-ngomel.

  "Kok nggak bilang-bilang, kalau nggak boleh lewat. Kalau tahu begini, saya 
berangkat dari rumah lebih pagi. Kemarin-kemarin juga boleh masuk jalur," omel 
Vera, warga Depok, dengan muka ditekuk.

  Hal yang sama juga disampaikan Felix. Waktu 30 menitnya terbuang di jalan 
karena terjebak macet. "Biasanya cepet ini dari Cinere ke Mampang. Tapi 
sekarang lebih lama 30 menit dari biasanya kalau saya lewat jalur," ucapnya.

  Keluhan serupa juga terlontar dari mulut para pengendara sepeda motor yang 
terbiasa menggunakan jalur TransJ. "Waduh motor saja macet apalagi mobil," 
cetus seorang pria sambil membuka kaca helmnya.

  Petugas jaga dari TransJ, Agus, mengaku telah diberi arahan untuk 
mensterilkan jalur. "Petugas jaga menutup tiap jalan masuk jalur di perempatan 
menggunakan portal setinggi 1 meter, dibantu petugas dari Dishub dan Polantas," 
ujarnya.

  Yang disterilkan, lanjut Agus, mulai dari sebelum perempatan Imigrasi, 
sebelum perempatan Duren Tiga, dan perempatan sebelum Pasar Mampang. ( nvt / 
nrl )

   

Kirim email ke