Setuju bung ronal, saya sendiri terkadang menjadi biker, tp terkadang bw
mobil kadang juga naik bis.

Saat saya naik busway.benar2 kenyamanan busway sangat terganggu jika banyak
kendaraan lainnya yang ikut juga masuk kedalam jalur busway..

Jadi memang busway (sebagai sarana transportasi masal) harus lebih
diprioritaskan mengingat ini merupakan sarana publik.

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ronal Baharuddin Hutagaol
Sent: 06 Maret 2008 13:16
To: [email protected]
Subject: Re: [IListeners] Sterilisasi Busway

 

Saya pribadi tidak sependapat dengan pernyataan mereka, ini saya bisa
rasakan waktu saya mulai mencoba naik BUSWAY, ternyata memang dengan
masuknya mobil atau motor ke jalur ini membuat BUSWAY menjadi tidak berhasil
mencapai tujuan dan sasaran sebelumnya (BUS yang nyaman, tepat waktu dan
aman). Tujuan lain dari dibuatnya BUSWAY ini adalah demi mengurangi angka
pengguna kendaraan pribadi yang tiap hari makin terus bertambah, namun saya
sangat menyayangkan dengan sedikitnya armada busway ini dan juga ke 8
KORIDOR yang belum juga rampung hingga saat ini.

Di Milis ini saya rasa banyak pengguna kendaraan roda 4, dan mulai dari
milis ini sudah seharusnya memberi contoh untuk tidakmasuk jalur busway.
Mudah2an ada penyiar I-Radio yang membacakan email ini untuk bisa
menyuarakan kepada ILiteners untuk tidak masuk jalur busway, karena walaupun
pihak POLANTAS mengijinkan masuk, lebih gak usah masuk. Inilah yang yang
terjadi seperti kutipan didetik "BIASANYA GPP KALAU MASUK JALUR BUSWAY",
tapi akhirnya ini bukan menjadikan warga masyarakat menjadi tertib
lalulintas. Bukankan TERTIB LALULINTAS juga merupakan bagian dari IBADAH.

 

SALAH KETERTIBAN

RBH

www.htgmedia.net

0815.999.3.777

021.3037.2499

[EMAIL PROTECTED]

YM. [EMAIL PROTECTED]

 

 

 

----- Original Message ----- 

From: Kaoru Narko <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: [email protected] 

Sent: Thursday, March 06, 2008 10:00 AM

Subject: [IListeners] Sterilisasi Busway

 

06/03/2008 09:20 WIB 
Busway Steril, Pengendara Sepeda Motor dan Mobil Ngomel-ngomel
Andi Saputra - detikcom

 


Jakarta - Melewati jalur TransJ bagi kendaraan umum dan pribadi adalah
kegiatan yang biasa. Namun kini, kendaraan non-TransJ tak sebebas dulu lagi
melewati jalur itu, khususnya busway Koridor VI Ragunan-Kuningan.

 

Pantauan detikcom, Kamis (6/3/2008) pukul 08.45 WIB, kemacetan di jalur
reguler dari Warung Buncit menuju Kuningan sungguh luar biasa. Antrean
kendaraan mencapai 5 km. Alhasil para pengendara sepeda motor dan mobil pun
ngomel-ngomel.

 

"Kok nggak bilang-bilang, kalau nggak boleh lewat. Kalau tahu begini, saya
berangkat dari rumah lebih pagi. Kemarin-kemarin juga boleh masuk jalur,"
omel Vera, warga Depok, dengan muka ditekuk.

 

Hal yang sama juga disampaikan Felix. Waktu 30 menitnya terbuang di jalan
karena terjebak macet. "Biasanya cepet ini dari Cinere ke Mampang. Tapi
sekarang lebih lama 30 menit dari biasanya kalau saya lewat jalur," ucapnya.

 

Keluhan serupa juga terlontar dari mulut para pengendara sepeda motor yang
terbiasa menggunakan jalur TransJ. "Waduh motor saja macet apalagi mobil,"
cetus seorang pria sambil membuka kaca helmnya.

 

Petugas jaga dari TransJ, Agus, mengaku telah diberi arahan untuk
mensterilkan jalur. "Petugas jaga menutup tiap jalan masuk jalur di
perempatan menggunakan portal setinggi 1 meter, dibantu petugas dari Dishub
dan Polantas," ujarnya.

 

Yang disterilkan, lanjut Agus, mulai dari sebelum perempatan Imigrasi,
sebelum perempatan Duren Tiga, dan perempatan sebelum Pasar Mampang. ( nvt /
nrl )

 

<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke