Saudaraku seIMMAM,
Mengingat ketinggian akhlak Rasulullah SAW, mengingat keberhasilannya dalam 23
tahun dakwahnya, makanya aku tidak pernah percaya bila sahabat2 terkasih
beliau, keluarga terkasih beliau bertengkar dan penuh intrik / tipu muslihat
hanya untuk memperebutkan KEKUASAAN. Jika demikian beliau gagal dong untuk
memperbaiki akhlak umat manusia? Jika untuk sahabat yang setia mengikuti
perjuangan dan keluarga terkasih beliau saja gagal apalagi untuk kita2 sekarang
ini.....
Jika saudaraku mengikuti polemik antara Habibie, Wiranto dan Prabowo
(ketiga2nya masih hidup dan sehat) ternyata masing2 memiliki persepsi yang
berbeda terhadap kejadian yang sama sehingga 'pengikut' ketiganya saling
berkeras untuk mempertahankan argumen bahwa pihaknyalah yang benar, apatah lagi
kejadian 1400 tahun yang lalu yg kita dapat ceritanya dari mulut kemulut tanpa
kita saksikan langsung dan tidak bisa kita hadirkan kembali atau kita tayangkan
videonya, bagaimana kita bisa menjudge pihak mana yang benar, dasarnya apa toh
masing2 punya argumen yg tdk ada habis2nya. Bila nabi Muhammad terbukti gagal,
maka beliau bukan nabi penutup karena masih diperlukan lagi rasul yang dapat
memperbaiki akhlak manusia.
Jadi menurutku, lebihbaik kita berHUSNUZHON saja supaya kita terhindar dari
dosa, sahabat terkasih dan keluarga nabi tidak ada yang licik, menggunting
dalam lipatan, kalaupun terjadi perselisihan itu terjadi karena kesalahpahaman
yg manusiawi sifatnya atau sempat termakan hasutan org munafik. Jadi kalau
dicari orang yang salah, ya kita2 ini, yang masih lebih mementingkan urusan
duniawi daripada akhirat, jauh kali bedanya kita dengan mereka. Wallahualam
Salam sayang,
MA
----- Original Message -----
From: Nasution, Dody Arfiandi
To: undisclosed-recipients:
Sent: Tuesday, May 01, 2007 11:07 AM
Subject: [immam] Maulid Nabi SAW dan Bedah Buku Karen Armstrong
Salam,
Dalam Rangka Memperingati Hari Kelahiran Manusia Paling Mulia di Alam Semesta
ini - Kami tim KKJ (Kajian Kang Jalal) bekerjasama dengan
PSIK Paramadina dan Penerbit MIZAN mengadakan
"Maulid Nabi SAW" dan "Bedah Buku" karya Karen Armstrong yg berjudul Muhammad
Prophet for Our Time
Acara tersebut akan diselenggarkan pada :
Hari/Tgl. : Jumat, 4 May, 2007
Waktu : pkl. 19.00 - 21.30
Tempat : Auditorium Nurcholish Madjid - Aula Universitas Paramadina
Jl.Jend.Gatot Subroto Kav.96-97 (samping gedung PMI)
Nara Sumber : KH. DR. Jalaluddin Rakhmat
Moderator : Aan Rukmana S.Fils (Paramadina)
Acara :
1. Teater SMU Plus Muthahhari Bandung tentang Akhlak Nabi SAW
2. Pembacaan Sholawat oleh Ust.Abu Ali Alaydrus
3. Bedah Buku Karen Armstrong : Prophet For Our Time
GRATIS... !!
Datanglah lebih awal agar anda bisa bersilaturahmi dengan teman-teman
Preview :
Para penguasa politik menciptakan naratif Nabi yang sesuai dengan kepentingan
politiknya. Para pendusta yang tampak saleh mencemari naratif Nabi dengan
imajinasinya.
Dongeng-dongeng mereka masuk ke dalam perbendaharaan hadis. Hadis adalah
berita tentang perkataan, perbuatan,
ketetapan, dan sifat-sifat -fisik dan mental- yang dinisbahkan kepada Nabi
saw. Hadis adalah bahan utama tarikh Nabi.
Bila sebagian sumber hadis adalah rekaan para penguasa dan para pendusta, apa
yang terjadi pada tarikh Nabi?
Kita menemukan naratif Nabi yang tidak menggambarkan kesucian, kemuliaan, dan
keagungan Nabi.
Bayangkan biografi Anda ditulis oleh musuh-musuh Anda atau para pendusta yang
membonceng pada kemuliaan Anda?
Kisah-kisah Nabi seperti itu bertebaran pada kitab-kitab hadis dan tarikh.
Kaum muslim menerimanya tanpa kritis.
Kaum munafik membacanya dengan senang. Peneliti non-Muslim berusaha
memahaminya dengan latar belakang kebudayaannya.
Dalam hubungan inilah, Karen Armstrong menulis Muhammad: Prophet for Our
Time. Ia punya reputasi baik sebagai pengamat Islam yang sangat simpatik kepada
Islam.
Dalam banyak tulisannya, ia berusaha keras menunjukkan kesalah-pahaman Barat
kepada Islam.
Inilah komentar penerbit untuk bukunya yang pertama, Muhammad: A Biography of
the Prophet: This vivid and detailed biography strips
away centuries of distortion and myth and presents a balanced view of the man
whose religion continues to
dramatically affect the course of history.
Biografi yang hidup dan terperinci ini menghapuskan distorsi dan mitos yang
sudah berlangsung berabad-abad dan menyampaikan pandangan seimbang tentang
manusia yang agamanya terus-menerus secara dramatis mempengaruhi jalannya
sejarah. Dalam buku yang Anda baca sekarang ini,
Armstrong juga ingin menampilkan Muhammad sebagai sosok paradigmatik
yang datang pada "dunia yang penuh cacat". "Perjalanan hidupnya", tulis
orang yang mengaku "freelance monotheist" ini, "menyingkapkan kerja Tuhan
yang misterius di dunia, dan mengilustrasikan ketundukan sempurna.yang harus
dilakukan setiap manusia kepada yang ilahi."
Akhirnya, kita patut memberikan apresiasi kepada Armstrong, yang tidak
henti-hentinya mengajak Barat untuk memahami Islam
dan mengajak umat Islam untuk memahami Barat. Ia mengakhiri bukunya dengan
mengatakan: "Jika kita ingin menghindari kehancuran, dunia
Muslim dan Barat mesti belajar bukan hanya untuk bertoleransi tetapi juga
saling mengapresiasi. Titik berangkat yang baik adalah dari sosok Muhammad:
seorang manusia yang kompleks, yang menolak kategorisasi dangkal yang
didorong oleh ideologi, yang terkadang melakukan hal yang sulit atau
mustahil untuk kita terima, tetapi memiliki kegeniusan yang luar biasa dan
mendirikan sebuah agama dan tradisi budaya yang tidak didasarkan pada
pedang melainkan yang namanya -"Islam"- berarti perdamaian dan kerukunan."
Kita harus menyambut ajakan Armstrong dengan membangun kembali naratif besar
Muhammad dalam sosoknya yang penuh kemuliaan,
kesucian dan keteladanan. Untuk apa? Untuk mengorganisasikan kembali
keberagamaan kita yang centang perenang.
Sekali lagi mengutip Dilthey, untuk membangun Zusamenhang des Lebens.