Bang Dodi yks, Kisah Tsaqifah Bani Saidah ini nantilah awak tanggapi. Satu komen kecil saja: setelah terpisah `cukup jauh' dari tanah kelahirannya, kelompok pencinta `keluarga' Nabi ini memang menyimpan dan menimbun banyak cerita dan sejarah yang tendensius, yang terkadang bila tidak hati-hati malah membuat jarak kita kepada Allah semakin jauh. Namun harus diakui, mereka memang jago-jago masalah sejarah dan analisis sejarah. Begitcu bang. Salam.
-datuk --- In [email protected], "Nasution, Dody Arfiandi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > II.Tragedi Hari Kamis dan Sahabat > > Ringkasan : > > > > Para sahabat sedang berhimpun di Rumah Rasul SAW, tiga hari sebelum > wafatnya.Rasul memerintahkan mereka untuk mengambil kertas dan pena > > Agar dituliskan kepada mereka suatu wasiat yg akan memelihara mereka > dari kesesatan.Namun para sahabat berselisih.Sebagian mereka enggan > mematuhinya > > Dan menuduhnya telah meracau (mengigau) sehingga Nabi marah dan mengusir > mereka dari rumahnya tanpa menuliskan apa-apa.Perinciannya sbb : > > > > Ibnu Abbas berkata : : "hari Kamis, oh hari Kamis, waktu Rasul merintih > kesakitan, beliau berkata,'Mari kutuliskan untuk kalian suatu pesan agar > agar kalian > > Kelak tidak akan tersesat.'Umar berkata bahwa Nabi sudah terlalu sakit > sementara Al-Quran ada di sisi kalian.Cukuplah bagi kita Kitab Allah. > > Orang yg berada di rumah berselisih dan bertengkar.Ada yg mengatakan > berikan kepada Nabi kertas agar dituliskannya suatu pesan dimana kalian > tidak akan > > Tersesat setelahnya.Ada sebagian lain berpendapat seperti pendapatNya > Umar.Ketika pertengkaran di sisi Nabi semakin hangat dan riuh, Rasul pun > lalu berkata : > > "Pergilah kalian dari sisiku".Ibnu Abbas berkata :"Tragedi yg paling > menyayat hati Rasulullah SAW adalah larangan serta pertengkaran mereka > di hadapan Rasul > > yang ingin menuliskan suatu wasiat untuk mereka". > > (Sahih Bukhori,jil 2,Sahih Muslim Jil.5 hal.75, Musnad Ahmad bin Hanbal, > jil.1 hal.355, jil.5 hal.116, Tarikh Thabari jil.3 hal.193, Tarikh Ibnu > Athir jil.2 hal.190) > > > > Bagaimana sikap anda membaca hal ini ? Persitiwa yg menyakitkan Nabi, > sehingga beliau marah dan mengusir mereka dari kamarnya.Bahkan > menyebabkan > > Ibnu Abbas menangis sehingga membasahi tanah, dan dikatakannya sebagi > trgaedi besar. > > > > Pendapat yg mengatakan Umar merasakan penderitaan Nabi,lalu kasihan dan > semata-mata tidak ingin membebankannya ?? adalah pendapat yg tidak dapat > > > Diterima oleh orang awam sekalipun apalagi orang yg alim. Saya > berkali-kali berusaha mencari alasan untuk memaafkan Umar,tetapi > realitas kejadian sulit menerimanya. > > Bahkan kalimat " yahjur " (meracau) telah diganti (semoga Allah > melindungi kita) dengan kalimat "ghalabahul waja" (karena sakit parah). > > Kita juga tidak menemukan alasan apologetic lain atas kata-kata Umar : " > 'Indakum Al-Quran" (disisi kalian ada Al-Quran) dan "Hasbuna Kitabulloh" > > (cukup bagi kami Kitab Allah). Apakah beliau lebih arif tentang Al- Quran > daripada Nabi yg menerimanya ?? ataukah Nabi tidak sadar apa yg > diucapkannya ? > > (semoga Allah melindungi kita) ? Atau Nabi ingin meniupkan perpecahan > dan pertengkaran dgn perintahnya ini ( Astaghfirullah) > > Kalau benar tafsiran ini, maka Rasulullah akan tahu niat baik Umar dan > berterimaksih padanya dan tidak marah apalgi sampai berkata : "Keluar > kalian dari kamarku" > > > > Yg mengherankan ialah : kenapa mereka ikut perintah Nabi ketika diusir > keluar dari kamarnya dan tidak berkata bahwa Nabi telah "meracau". > Sungguh mereka > > Telah berhasil dalam perencanaannya agar Nabi tidak menuliskan wasiat. > Sebenarnya hal ini tidak sederhana seperti yg dibayangkan yg hanya > berkaitan > > dgn Umar sendiri.kalau memang demikian maka Nabi akan memarahinya dan > berdalih bahwa beliau tidak berkata mengikut hawa nafsunya, dan tidak > meracau (ngaco) di dalam > > Membimbing umat ini. Masalah yg terjadi adalah lebih besar dari itu > yaitu Umar dan sahabat2 lain telah bersepakat sebelum kejadian > itu.Karena mereka bertengkar > > Dan berselisih di hadapan Nabi sehingga mereka lupa atau pura-pura lupa > dgn Firman Allah : > > "Hai orang2 yg beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari > suara Nabi.Dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yg keras > sebagaimana > > kerasnya suara sebagian kamu terhadap yg lainnya, agar tidak gugur > pahala > > Amalanmu sedangkan kamu tidak menyadarinya (Q.S.: 49:2) > > > > Dalam kejadian ini para sahabat sudah melampaui dari batasan > "meninggikan suara" dan berkata keras, bahkan mangatakan Nabi sedang > ngigau karena sakitnya. > > > > Hampir dipastikan bahwa kebanyakan yg hadir berpihak kepada Umar.Karena > itu Nabi melihat tidak ada gunanya lagi menuliskan wasiat tsb. > Rasulullah juga tahu > > Mereka tidak menghormatinya dan tidak patuh pada perintah Allah atas > haknya sebagai Nabi dimana kaum Muslimin dilarang berkata kasar dan > keras di hadapannya. > > Nah, kalau perintah Allah saja dilanggar apalagi perintah Rasul- Nya SAW > ? > > Saya berkesimpulan untuk menolak setiap alas an yg diajukan untuk > menjustifikasi kejadian itu dan berusaha untuk mengingkarinya secara > total agar hati tentram. > > Tetapi sayangnya semua buku2 sahih telat meriwayatkannya dan > membuktikannya. > > > > Alasan bahwa Nabi ingin menjadikan Ali sebagai khalifahnya menjadi kuat. > Tidak hanya Umar yg tahu maksud Rasul tsb tetapi juga semua yg hadir. > > Karena sebelum itu Nabi berkata kepada mereka : "Kutinggalkan kepada > kalian dua peninggalan yg besar (tsaqalain) : Kitab Allah dan itrah > ahlul baitku.Jika kalian berpegang teguh > > Pada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya" Semua yg > hadir tahu maksud Nabi yg ingin menegaskan secara tertulis apa yg > diucapkannya > > Di Ghadir Khum sebelum itu. Yakni berpegang teguh pada Kitab Allah dan > al-Itrah- ahlu baitnya.Dan penghulu alItrah adalah Ali.Seakan-akan Nabi > ingin berkata : > > Berpeganglah kalian kepada Al-Quran dan Ali.Ucapan2 spt ini sudah > dikatakan Nabi bbp kali pada kesempatan yg lain. Mayoritas Quraisy tidak > suka dengan Ali, > > Karena beliau adalah yg paling muda, yg pernah menghancurkan pembesar2 > mereka dan membunuh pahlawan2 mereka. > > Pada perang Badar saja sebagian besar kaum musyrik yg tewas karena > pedang Ali. > > > > Ucapan bahwa cukup bagi kita Kitabullah adalah bantahan yg nyata kepada > maksud Hadist yg menyuruh mereka berpegang kepada Kitab Allah dan Itoh > Ahlul bait Nabi. > > Cukup Kitabullah dan tidak perlu kepada Itroh itulah arti yg bisa kita > pahami.Saya heran kalau anda membaca hadits2 ini dan menganggapnya > ringan saja. > > Yg lebih mengherankan lagi adalah usaha mereka yg coba menjaga kemuliaan > sahabat dan membenarkan perbuatan salahnya dengan mengorbankan kemuliaan > > Rasulullah SAW dan prinsip2 Islam. > > > > Kejadian ini membuat kita harus mengakui bahwa sahabat sebenarnya > manusaia biasa seperti kita yg punya nafsu, nafsu dan keinginan yg bisa > benar dan salah. > > Kasihan itu Rasullullah SAW, coba anda bayangkan penjahat saja yg > dihukum mati biasanya sebelum dieksekusi ditanya apa keinginan > terkahirnya dan dikabulkan > > apa yg menjadi keinginan terkahirnya. Bayangkanlah manusia paling mulia > di dunia dan akhirat, yg kalau tidak karenanya tidak diciptakan alam > ini, > > Ditolak permintaan terakhirnya ??? Ajaib............. > > > > > > Sariyah (Expedisi) Usamah dan Sahabat - > > Hari-hari Terakhir Sebelum Wafatnya Manusia Mulia > > > > Ringkasannya : > > > > Rasulullah SAW dua hari sebelum wafatnya telah menyiapkan suatu pasukan > untuk memerangi Romawi.Usamah bin Zaid yg berusia delapan > > Belas tahun dijadikan sebagai komandan dan pasukan perang.Tokoh2 > Muhajirin dan Anshar seperti Abu Bakar,Umar,Abu Ubaidah dan > sahabat-sahabat > > Besar lainnya diperintahkan untuk berada di bawah pasukan Usamah > ini.Sebagian mereka mencela pengangkatan Usamah. Mereka berkata : > Bagaimana > > mungkin Nabi menunjuk seorang muda yg belum berjanggut sama sekali > sebagai komandan pasukan kami ??. Sebelum itu mereka juga telah mencela > pengangkatan > > ayahnya oleh Nabi.Mereka banyak memprotes, sehingga Nabi sangat marah > mendengar celaan dan sikap mereka ini. Sambil kepalanya diikat karena > demam panas, > > Baginda yg mulia keluar di papah oleh dua orang dalam keadaan dua > kakinya diseret menyentuh bumi.Nabi naik ke mimbar ,memuji Allah dan > bertahmid kepada-Nya > > Sabdanya : "Wahai Muslimin , ada apa gerangan ucapan2 sebagian sebagian > diantaramu yg telah sampai ke telingaku berkenaan dengan pengangkatan > Usamah > > Sebagai pemimpin. Demi Allah,jika kamu kini mengecam pengangkatannya; > sungguh hal itu sama seperti dahulu kamu telah mengecam pengangkatanku > terhadap > > ayahnya sebagai pemimpin.Demi Allah, sesungguhnya ia amat layak memegang > jabatan kepemimpinan itu.Begitu juga putranya - setelah ia - sungguh > amat > > Layak untuk itu " (Thabaqat Ibnu Sa'ad, jil.2 hal.190,Tarikh Ibnu > Athir,jil.2 hal.317,Sirah Al-Halabiyah, jil.3hal.207, Tarikh > at-Thabari,jil.3 hal.226) > > > > Kemudian baginda mendesak mereka untuk segera berangkat.Baginda berkata, > " Siapkan pasukan Usamah.Lepaskan pasukan Usamah. > > Berangkatlah Sariyyah Usamah". Baginda Nabi mengulang-ulang ucapannya > sedangkan mereka tetap merasa segan dan bermalas-malasan di Jurf. > > > > Banyak alasan yg diajukan disamping Usamah masih terlalu muda, juga dia > tidak ikut dalam Badar, perang Hunain dan Perang Uhud.Dan kebiasaan jiwa > orang tua > > Tidak rela berada dibawah perintah anak muda ? > > > > Alasan sperti ini tidak bersandar pada hujjah akal dan naql (syariat). > Seorang Muslim yg membaca Al-Quran akan menolak argument spr itu , > karena Allah > > Ber-firman : " Apa yg perintahkan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan > apa yg dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (Q.S.: 59:7).Juga > Firman-Nya > > "Dan tidaklah patut bagi laki2 yg mukmin dan tidak pula bagi perempuan > yg mukmin, bila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, > > akan ada bagi mereka pilihan yg lain tentang urusan mereka.Dan > barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguhlah dia telah > sesat dengan > > kesesatan yg nyata (Q.S.: 33:36). > > > > Bukti atas sikap protes sahabat2 tsb adalah tindakan mereka yg enggan > pergi walaupun Nabi sendiri yg memberikan kepada Usamah dan dengan marah > beliau > > menyuruh mereka berangkat. Sahabat2 besar termasuk Abu Bakar dan Umar > seharusnya ikut serta dalam Sariyyah Usamah kecuali Ali yg ditugaskan > Nabi untuk menjaganya > > > > Bahkan sejarah menunjukkan dimana sahabat2 besar lari dalam peperangan > Uhud dan Hunain. Bahkan dalam sariyyah terkahir sekalipun mereka > > Hanya ditunjuk sebagai anak buahnya Usamah bin Zaid seorang anak muda > berusia belasan tahun. > > > > > > Semakin banyak kita baca kitab Hadits dna Tarikh Islam maka mestinya > akan semakin menuntun kita kemana kita harus berpegang dalam Menjalankan > ajaran Islam. > > > > > ________________________________ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Nasution, Dody Arfiandi > Sent: Friday, May 11, 2007 4:38 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [immam] Re: Nabi Muhammad SAW > > > > Hadits Nabi SAW : Tidak ada Agama bagi yg tidak berakal (La dina huwal > Aqlu... kalau ga salah). > > Memang disamping akal jug a perlu keimanan, > itu pasti. Tapi untuk mentelaah Hadits-Hadits Nabi mutlak diperlukan > Akal. > > karena kita hidup 1,400 tahun kemudian.
