kalau baca riwayat dr bang dody ni, jelas kali lah
sudah bhw para sahabat kecuali sayidina Ali as, adalah
penenatang Rasulullah SAW. Tp awak memang kebetulan
kurang kali pengetahuan tentang hadist2, jd tak bisa
awak membantahnya. Cuman awak pake logika, kalaulah
emang sejelas itu, dan tanpa ada riwayat2 lain yg
bertentangan/sedikit bertentangan (termasuk dlm
pemahaman riwayat yg dituliskan ya..krn pehaman akan
ayat/hadist bs beda2 kan bang??)maka sudah pasti 1
hal...semua muslim didunia ini akan menjadi pengikut
syiah....tp byk ulama/ilmuwan/pakar2 hadist yg masih
berhaluan suni (kl tak salah awak lebih byk sunni dr
syiah..). Dr situ awak berfikir, pasti ada counter
akan hadist2 yg bang dody sebutkan, atau paling tdk dl
hal pemhamannya...
Bukan awak tak suka syiah bang...awak cinta kali ama
semua yg namanya muslim baik dia syiah entah dia
sunni, awakpun tak mengaku2 sunni, yg pasti Insya
Allah awak muslim. Yg awak kurang sreg itu, yg macam
kafir kali yg suni ni kl baca tulisan2 bang dody ni...

Tp bagaimanapun terima kasih kasih juga, byk juga awak
mendapat wawasan dr cerita2 abang...walaupun tentu tak
bisa langsung awak iakan.

Irfan
(gak kenal ya bang..maaf la awak emang mungkin
harusnya gak dimilis ini..)

peace for anyone...either nonmoslem and evenmore
moslem...syunni?? Shi'te?? doesn't matter...

--- "Nasution, Dody Arfiandi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> II.Tragedi Hari Kamis dan Sahabat
> 
> Ringkasan :
> 
>  
> 
> Para sahabat sedang berhimpun di Rumah Rasul SAW,
> tiga hari sebelum
> wafatnya.Rasul memerintahkan mereka untuk mengambil
> kertas dan pena
> 
> Agar dituliskan kepada mereka suatu wasiat yg akan
> memelihara mereka
> dari kesesatan.Namun para sahabat
> berselisih.Sebagian mereka enggan
> mematuhinya
> 
> Dan menuduhnya telah meracau (mengigau) sehingga
> Nabi marah dan mengusir
> mereka dari rumahnya tanpa menuliskan
> apa-apa.Perinciannya sbb :
> 
>  
> 
> Ibnu Abbas berkata : : "hari Kamis, oh hari Kamis,
> waktu Rasul merintih
> kesakitan, beliau berkata,'Mari kutuliskan untuk
> kalian suatu pesan agar
> agar kalian 
> 
> Kelak tidak akan tersesat.'Umar berkata bahwa Nabi
> sudah terlalu sakit
> sementara Al-Quran ada di sisi kalian.Cukuplah bagi
> kita Kitab Allah.
> 
> Orang yg berada di rumah berselisih dan
> bertengkar.Ada yg mengatakan
> berikan kepada Nabi kertas agar dituliskannya suatu
> pesan dimana kalian
> tidak akan 
> 
> Tersesat setelahnya.Ada sebagian lain berpendapat
> seperti pendapatNya
> Umar.Ketika pertengkaran di sisi Nabi semakin hangat
> dan riuh, Rasul pun
> lalu berkata : 
> 
> "Pergilah kalian dari sisiku".Ibnu Abbas berkata
> :"Tragedi yg paling
> menyayat hati Rasulullah SAW adalah larangan serta
> pertengkaran mereka
> di hadapan Rasul
> 
> yang ingin menuliskan suatu wasiat untuk mereka".
> 
> (Sahih Bukhori,jil 2,Sahih Muslim Jil.5 hal.75,
> Musnad Ahmad bin Hanbal,
> jil.1 hal.355, jil.5 hal.116, Tarikh Thabari jil.3
> hal.193, Tarikh Ibnu
> Athir  jil.2 hal.190)
> 
>  
> 
> Bagaimana sikap anda membaca hal ini ? Persitiwa yg
> menyakitkan Nabi,
> sehingga beliau marah dan mengusir mereka dari
> kamarnya.Bahkan
> menyebabkan
> 
> Ibnu Abbas menangis sehingga membasahi tanah, dan
> dikatakannya sebagi
> trgaedi besar.
> 
>  
> 
> Pendapat yg mengatakan Umar merasakan penderitaan
> Nabi,lalu kasihan dan
> semata-mata tidak ingin membebankannya ?? adalah
> pendapat yg tidak dapat
> 
> 
> Diterima oleh orang awam sekalipun apalagi orang yg
> alim. Saya
> berkali-kali berusaha mencari alasan untuk memaafkan
> Umar,tetapi
> realitas kejadian sulit menerimanya. 
> 
> Bahkan kalimat " yahjur " (meracau) telah diganti
> (semoga Allah
> melindungi kita) dengan kalimat "ghalabahul waja"
> (karena sakit parah).
> 
> Kita juga tidak menemukan alasan apologetic lain
> atas kata-kata Umar : "
> 'Indakum Al-Quran" (disisi kalian ada Al-Quran) dan
> "Hasbuna Kitabulloh"
> 
> (cukup bagi kami Kitab Allah). Apakah beliau lebih
> arif tentang Al-Quran
> daripada Nabi yg menerimanya ?? ataukah Nabi tidak
> sadar apa yg
> diucapkannya ?
> 
> (semoga Allah melindungi kita) ? Atau Nabi ingin
> meniupkan perpecahan
> dan pertengkaran dgn perintahnya ini (
> Astaghfirullah)
> 
> Kalau benar tafsiran ini, maka Rasulullah akan tahu
> niat baik Umar  dan
> berterimaksih padanya dan tidak marah apalgi sampai
> berkata : "Keluar
> kalian dari kamarku"
> 
>  
> 
> Yg mengherankan ialah : kenapa mereka ikut perintah
> Nabi ketika diusir
> keluar dari kamarnya dan tidak berkata bahwa Nabi
> telah "meracau".
> Sungguh mereka
> 
> Telah berhasil dalam perencanaannya agar Nabi tidak
> menuliskan wasiat.
> Sebenarnya hal ini tidak sederhana seperti yg
> dibayangkan yg hanya
> berkaitan 
> 
> dgn Umar sendiri.kalau memang demikian maka Nabi
> akan memarahinya dan
> berdalih bahwa beliau tidak berkata mengikut hawa
> nafsunya, dan tidak
> meracau (ngaco) di dalam
> 
> Membimbing umat ini. Masalah yg terjadi adalah lebih
> besar dari itu
> yaitu Umar dan sahabat2 lain telah bersepakat
> sebelum kejadian
> itu.Karena mereka bertengkar
> 
> Dan berselisih di hadapan Nabi sehingga mereka lupa
> atau pura-pura lupa
> dgn Firman Allah :
> 
>  "Hai orang2 yg beriman, janganlah kamu meninggikan
> suaramu lebih dari
> suara Nabi.Dan janganlah kamu berkata kepadanya
> dengan suara yg keras
> sebagaimana 
> 
> kerasnya suara sebagian kamu terhadap yg lainnya,
> agar tidak gugur
> pahala
> 
> Amalanmu sedangkan kamu tidak menyadarinya (Q.S.:
> 49:2)
> 
>  
> 
> Dalam kejadian ini para sahabat sudah melampaui dari
> batasan
> "meninggikan suara" dan berkata keras, bahkan
> mangatakan Nabi sedang
> ngigau karena sakitnya.
> 
>  
> 
> Hampir dipastikan bahwa kebanyakan yg hadir berpihak
> kepada Umar.Karena
> itu Nabi melihat tidak ada gunanya lagi menuliskan
> wasiat tsb.
> Rasulullah juga tahu
> 
> Mereka tidak menghormatinya dan tidak patuh pada
> perintah Allah atas
> haknya sebagai Nabi dimana kaum Muslimin dilarang
> berkata kasar dan
> keras di hadapannya. 
> 
> Nah, kalau perintah Allah saja dilanggar apalagi
> perintah Rasul-Nya SAW
> ?
> 
> Saya berkesimpulan untuk menolak setiap alas an yg
> diajukan untuk
> menjustifikasi kejadian itu dan berusaha untuk
> mengingkarinya secara
> total agar hati tentram.
> 
> Tetapi sayangnya semua buku2 sahih telat
> meriwayatkannya dan
> membuktikannya.
> 
>  
> 
> Alasan bahwa Nabi ingin menjadikan Ali sebagai
> khalifahnya menjadi kuat.
> Tidak hanya Umar yg tahu maksud Rasul tsb tetapi
> juga semua yg hadir.
> 
> Karena sebelum itu Nabi berkata kepada mereka :
> "Kutinggalkan 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________Pinpoint
 customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke