BismilLahirRahmanirRahim

Assalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,


Pak Hatta ysh,

Saya menghormati Bapak sebagai salah satu senior saya di ITB, dan juga 
sebagai seorang pejabat publik, dan saya tahu usaha Bapak telah sangat 
keras (menurut Pak Burhanuddin, Sekjen INACA, dan mungkin juga, Pak SBY, 
namun yang terakhir saya belum dengar:-) dalam melacak tragedi Mandala 
yang menyebabkan salah seorang anggota keluarga kami meninggal dunia.

Kami sudah mengikhlaskan kepergian beliau. Dan tidak menaruh persangkaan 
apa pun kepada Bapak. Positif saja, insya Allah.
Semoga Bapak tidak berprasangka yang bukan-bukan terhadap kami. :-)

Sebagai seorang calon pemilih yang sudah mendaftar, sebelum pemilihan 
umum Ketua IA-ITB berlangsung, saya hendak bertanya kepada Anda.

***

Pertanyaannya simpel saja:

-1. Sebelum dan sesudah menjadi pembantu presiden, kekayaan Bapak dan 
keluarga besar bertambah atau berkurang berapa ya Pak?

-2. Dan mengapa?

***

Ini pertanyaan rakyat biasa saja yang kebetulan saja dapat subsidi 
rakyat sehingga, alhamdulilLah, bisa belajar ke ITB.

Bila Bapak bisa menjawabnya, directly tanpa berputar-putar, dan 
menyebutkan angkanya secara kuantitatif, bukan hanya kualitatif, saya 
akan lebih memilih Bapak dari semua kandidat yang lain, karena Bapak 
adalah sapu bersih.
Saya berikan empat jempol dua di tangan, dua di kaki. Salut!

Mohon Bapak sendiri yang menjawab, sesempatnya saja.
Bukan tim sukses ya, Pak? :-)

Saya bukan ingin cari populer dengan "mengencingi sumur zam-zam" lho. :-)

Wong, saya udah "punya" Siti kok: 
http://img517.imageshack.us/img517/8590/sitinurhalizatiaravk9.jpg

Malah istri saya jauh lebih cantik dari Siti:
http://mandrib.multiply.com/photos/photo/1/12

Kalau ngiri, jangan berkomentar kecantikan itu relatif dan sebangsatnya, 
saya nggak perlu kuliah saat ini deh. Saya ingin pertanyaan saya dijawab 
Ir. Hatta Rajasa, bukan yang lain. :-)
Maafkan aku ... menduakan cintamu... berat rasa hatiku.... tinggalkan 
dirinya... :-P

Dan rekan-rekan yang ingin bersoal-jawab mengenai etika berbicara kepada 
pejabat publik, dlsb. perlu diketahui bahwa saat ini saya bukan pejabat 
sehingga belum bersedia menerima surat-menyurat berisi Kuliah Etika 101. :-)

Terima kasih buat Moderator IA-ITB untuk meloloskan email ini.
Kalau berani. Kalau tidak, insya Allah akan saya tanya sendiri.
Langsung, bebas, dan bertanggung jawab, toh ada surel. :-)

Dan bila ada di antara Anda yang ingin menggunakan kekuasaan Anda yang 
fana ... jangan nampak kali lah Anda penakut ... beraninya cuma sama 
wong cilik, sama wong licik justru amat jipan (ambil muka, angkat tel0r, 
jilat pan..., sorry for that, I couldn't find any good euphemism :-)


Allahu a'lam

La haula wa la quwwata illa bilLah

Wassalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,

Mohammad Andri Budiman
SI 93
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/

Kirim email ke