Bang Thalhah, mohon pencerahannya untuk tanggapan berikut. Trims untuk
acaranya sepanjang hari ini, alhamdulillah. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "Freddy P. Zen" <fp...@...>
wrote:


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mohon maaf, ikut nimbrung. saya bukanlah seorang sufi, cuma seorang yang
belajar fisika. Saya ingin komentar tentang teori Newton, Einstein dan
kaitannya dengan lengkungan ruang-waktu dan kedekatan dengan ALLOH SWT.

Menurut saya, teori2 diatas kurang pantas (utk tidak menyebut tidak
tepat)
utk mengaitkannya dengan kedekatan dengan sang Khalik. Teori diatas
terlalu "cetek sekali" dipakai untuk menjelaskannya.

Memang menurut Einstein (persamaan medan Einstein) tensor Einstein (yang
berupa penjumlahan tensor Ricci dan scalar Ricci) menyatakan
kelengkungan
ruang-waktu sebanding dgn distribusi materi di jagat raya. Jadi materi
menyebabkan kelengkungan ruang-waktu. Cuma, saya tidak jelas bahwa
kelengkungan ruang-waktu menyebabkan lebih dekatnya kita kepada Sang
Khalik. Sepengetahuan saya (tlg koreksi saya jika salah), ketaqwaan dan
keimanan seseoranglah yang mendekatkannya kepada Sang Khalik, bukan
kelengkungan ruang-waktu.

terima kasih. Maaf sekaili lagi jika mengganggu keasyikan diskusinya.

Freddy P. Zen

.....(deleted)......
> *"Re: pertemuan ruang dan waktu
> *
> *
> Beruntung sekali bang Eka bisa merasakan kehampaan tersebut yg berarti
> merasakan sepenuhnya tentang kefanaan makhluk.
> Mencoba memahami pertanyaan bang Eka, mungkin maksudnya bukan
pertemuan
> ruang dan waktu, karena ruang waktu memang bertemu. Tetapi yg
dirasakan
> itu
> adalah kelengkungan ruang-waktu yg beda dari biasanya.
> Menurut fisika Newton gaya gravitasi disebabkan oleh adanya masa dari
> sebuah
> benda. Tapi menurut Einstein, gravitasi disebabkan oleh kelengkungan
ruang
> waktu. Jika teori ini dapat diterima maka besar kecilnya gaya
gravitasi
> tergantung sebesar apa jari2 kelengkungan tersebut. Pada saat khusyuk
> merasa
> sangat dekat (tanpa jarak) denganNya, tubuh terasa ringan (seolah2
> gravitasi
> berkurang) dan hampa (suasana tanpa gaya tarik) karena kelengkungan
ruang
> waktunya berubah. Kedekatan kepadaNya membuat makhluk lain (termasuk
> gravitasi) menjadi tiada arti dan hilang...Laa illa ha illallah...yg
ada
> hanya Allah. Ruang waktu melengkung ini, salah satu akibatnya adalah
jika
> kita bisa maju ke masa depan sejauh2nya maka kita akan muncul lagi
dari
> masa
> lalu. Secara fisika teoritis mesin waktu itu ada, namun harus bergerak
> mendekati kecepatan cahaya yg tidaklah mungkin dilakukan oleh tubuh
fisik.
> Ruang-waktu sendiri tercipta pada saat big bang, sehingga sebelum itu
> tidak
> ada ruang waktu. Artinya tidak ada masa lalu dan masa depan serta
tidak
> ada
> jauh dekat, inilah alam singular. Kekhusyukan saat wukuf bisa membawa
kita
> masuk ke alam singular, sehingga ruang waktu menjadi tidak ada,
apalagi
> gravitasi, sehingga memberikan sensasi yg baru / terasa hampa.
>
> Mengenai asmaul husna, memang manusia tidak mungkin menyamai sifatNya,
> tapi
> manusia boleh meniru dan meminjam sifatNya, tentu saja tetap dalam
konteks
> sbg makhluk. Contohnya seperti al Khaliq, meminjam sifat ini Insya
Allah
> bisa membuat kita menjadi orang yg kreatif. Sehingga para penemu
adalah
> orang2 yang dipinjamkan Allah sedikit sifat Al Khaliq. Wallahu 'alam.
>


...........(deleted)............

--- End forwarded message ---



Kirim email ke