Kalau dibilang teori itu terlelu cetek, memang benar karena tidak tentunya 
tidak ada teori sains yg benar2 bisa menjelaskan hakikat, namun mudah2an bisa 
menambah pemahaman kita dengan adanya pendekatan sains.
Yang aku maksud bukanlah kelengkungan ruang-waktu menyebabkan kita dekat dengan 
Allah, tapi justru sebaliknya. Kedekatan dengan Allah bisa mengubah 
kelengkungan ruang waktu, bahkan bisa meniadakannya (menjadi nol, seperti pada 
kondisi sebelum bigbang, terbebas dari ikatan dimensi ruang-waktu). Makanya ada 
fenomena orang2 yg dekat denganNya memiliki kemampuan yg bisa menembus 
ruang-waktu.
Comment sedikit ttg kehampaan agar tidak salah persepsi, yg dimaksud hampa 
bukan berarti kosong melompong,tapi kesadaran dimensi rendah menjadi nol, semua 
menjadi tidak ada yg ada hanya Allah, karena merasa sangat dekat dan indah 
bersamaNya. Jadi kosong tapi isi, isi tapi kosong. 
Kenapa kita sulit selalu merasa dekat denganNya? Karena kita tidak mau kosong, 
tidak mau nol. Akal / hati kita diisi dengan dunia, padahal dunia harusnya 
cukup dalam genggaman tangan, bukan di hati. 
Jadi kalau bang Eka prihatin dengan kondisi bangsa, inilah penyebabnya. Hanya 
sedikit orang yg mau menjadi nol. Kosong inilah keikhlasan. Apa yg mau 
dikhawatirkan, kan sebenarnya kita memang kosong, tidak punya apa2 seperti 
halnya bayi yg baru lahir. 
Acara qurban IMMAM kali ini sepertinya cukup monumental karena dihadiri oleh 
banyak mantan ketua IMMAM dan mendapatkan sharing yg sangat mendalam dari bang 
Furqon yg sangat  advanced pemahamannya. Semoga menjadi awal yg baik.

Wassalam

Thalhah
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "ffekadj" <[email protected]>
Date: Sat, 28 Nov 2009 12:30:55 
To: <[email protected]>
Subject: [immam] Fwd:  Re: [AlumniMuslimITB] Re: pertemuan ruang dan waktu


Bang Thalhah, mohon pencerahannya untuk tanggapan berikut. Trims untuk
acaranya sepanjang hari ini, alhamdulillah. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "Freddy P. Zen" <fp...@...>
wrote:


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mohon maaf, ikut nimbrung. saya bukanlah seorang sufi, cuma seorang yang
belajar fisika. Saya ingin komentar tentang teori Newton, Einstein dan
kaitannya dengan lengkungan ruang-waktu dan kedekatan dengan ALLOH SWT.

Menurut saya, teori2 diatas kurang pantas (utk tidak menyebut tidak
tepat)
utk mengaitkannya dengan kedekatan dengan sang Khalik. Teori diatas
terlalu "cetek sekali" dipakai untuk menjelaskannya.

Memang menurut Einstein (persamaan medan Einstein) tensor Einstein (yang
berupa penjumlahan tensor Ricci dan scalar Ricci) menyatakan
kelengkungan
ruang-waktu sebanding dgn distribusi materi di jagat raya. Jadi materi
menyebabkan kelengkungan ruang-waktu. Cuma, saya tidak jelas bahwa
kelengkungan ruang-waktu menyebabkan lebih dekatnya kita kepada Sang
Khalik. Sepengetahuan saya (tlg koreksi saya jika salah), ketaqwaan dan
keimanan seseoranglah yang mendekatkannya kepada Sang Khalik, bukan
kelengkungan ruang-waktu.

terima kasih. Maaf sekaili lagi jika mengganggu keasyikan diskusinya.

Freddy P. Zen

......(deleted)......
> *"Re: pertemuan ruang dan waktu
> *
> *
> Beruntung sekali bang Eka bisa merasakan kehampaan tersebut yg berarti
> merasakan sepenuhnya tentang kefanaan makhluk.
> Mencoba memahami pertanyaan bang Eka, mungkin maksudnya bukan
pertemuan
> ruang dan waktu, karena ruang waktu memang bertemu. Tetapi yg
dirasakan
> itu
> adalah kelengkungan ruang-waktu yg beda dari biasanya.
> Menurut fisika Newton gaya gravitasi disebabkan oleh adanya masa dari
> sebuah
> benda. Tapi menurut Einstein, gravitasi disebabkan oleh kelengkungan
ruang
> waktu. Jika teori ini dapat diterima maka besar kecilnya gaya
gravitasi
> tergantung sebesar apa jari2 kelengkungan tersebut. Pada saat khusyuk
> merasa
> sangat dekat (tanpa jarak) denganNya, tubuh terasa ringan (seolah2
> gravitasi
> berkurang) dan hampa (suasana tanpa gaya tarik) karena kelengkungan
ruang
> waktunya berubah. Kedekatan kepadaNya membuat makhluk lain (termasuk
> gravitasi) menjadi tiada arti dan hilang...Laa illa ha illallah...yg
ada
> hanya Allah. Ruang waktu melengkung ini, salah satu akibatnya adalah
jika
> kita bisa maju ke masa depan sejauh2nya maka kita akan muncul lagi
dari
> masa
> lalu. Secara fisika teoritis mesin waktu itu ada, namun harus bergerak
> mendekati kecepatan cahaya yg tidaklah mungkin dilakukan oleh tubuh
fisik.
> Ruang-waktu sendiri tercipta pada saat big bang, sehingga sebelum itu
> tidak
> ada ruang waktu. Artinya tidak ada masa lalu dan masa depan serta
tidak
> ada
> jauh dekat, inilah alam singular. Kekhusyukan saat wukuf bisa membawa
kita
> masuk ke alam singular, sehingga ruang waktu menjadi tidak ada,
apalagi
> gravitasi, sehingga memberikan sensasi yg baru / terasa hampa.
>
> Mengenai asmaul husna, memang manusia tidak mungkin menyamai sifatNya,
> tapi
> manusia boleh meniru dan meminjam sifatNya, tentu saja tetap dalam
konteks
> sbg makhluk. Contohnya seperti al Khaliq, meminjam sifat ini Insya
Allah
> bisa membuat kita menjadi orang yg kreatif. Sehingga para penemu
adalah
> orang2 yang dipinjamkan Allah sedikit sifat Al Khaliq. Wallahu 'alam.
>


...........(deleted)............

--- End forwarded message ---




Kirim email ke