|
Rantai
rusak juga bisa ngerembet ke bagian lain. Mekanik nakal
nyuruh ganti sejumlah onderdil lain selain rantai dan gir. Biar
tidak cuma manggut saat mekanik vonis ganti ini-itu, perlu tahu
apa saja yang seharsunya diganti dan kapan saatnya.
Aan
Kristianto, kepala mekanik Yamaha Cemerlang Motor di Jl. Raya Ciledug,
No. 68 E-F, Tangerang, kasih keterangan. Katanya rantai punya masa
pakai yang relatif lama. "Jika pemakaian standar ditunjang perawatan
bagus, bisa bertahan sampai 15.000 km," tambah Aan.
Tapi
tidak semua bisa sama rata. Perbedaan beban, jalur tempuh dan perawatan
kan beda-beda. "Lebih penting kenali ciri kapan saatnya ganti,"
saran mekanik berkulit putih ini.
Paling nyata, ada beberapa hal. Penyetel rantai mentok, panjang
rantai tidak sama, serta rantai bunyi saat diputar. Juga gir yang
sudah lancip dan pendek akibat kena gesek rantai.
Tentu
penggantian rantai harus satu set dengan gir depan-belakang. Kalau
tidak, bakal tidak pas lubang gigitan di rantai. Bukan cuma bikin
rantai cepat rusak, tapi bahaya juga kalau gigitan sproket sudah
nggak dalam. Bisa copot saat digeber.
Untuk
jenis motor yang pakai klem di baut gear, jangan pelit-pelit.
Lebih dari dua kali bongkar-pasang gir, klem harus ganti
(gbr. 1).
Lihat
juga penyetel rantai. Jika sudah cacat, slek, atau panjang
kiri-kanan sudah tidak sama, ganti tuh! "Kalau tidak, penyetelan
rantai nggak rata. Buntutnya, rantai jadi miring, itu juga
bikin tidak awet," tambah Aan.
Tengok
juga laher teromol (gbr. 2). Jika ada gejala oblak di
gir, perlu ganti juga. "Efeknya bikin posisi rantai enggak
center," tambah Aan.
Nah,
kalau semua beres tapi rantai malah oblak ke depan dan belakang,
itu tanda karet teromol sudah mesti ganti (gbr. 3). "Kalau
dibiarkan, rantai bakal tersentak saat buka gas. Selain enggak nyaman,
rantai juga mudah rusak," papar mekanik berambut lurus ini. Chuenk
|