cross post......
Dari milis sebelah,
hati-2 buat yg suara knalpotnya berisik.

Best Regards,
Melanie Parmawatie
JMC S0072    IB 051
Esia     : +62 21 93 71 4100
Email   : [EMAIL PROTECTED]



 -----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of joeroenk
Sent: Monday, April 03, 2006 11:42 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [id-motor] Knalpot Berisik, Pemuda Dibunuh
Importance: High

Knalpot Berisik, Pemuda Dibunuh

 Pademangan, Warta Kota

 Sunarto (27), dikeroyok hingga tewas oleh anggota keluarga Rusdan Tanjung
(59) hanya gara-gara suara gemuruh knalpot sepeda motor. Pengeroyokan
tersebut terjadi di Kampung Muka, Kebon Sayur RT 09/04, Kelurahan Ancol,
Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (1/4) malam.

Rusdan beserta dua anak laki-lakinya, Arief (24) dan Renaldi alias Ucok (26)
ditangkap petugas Polsektro Pademangan malam itu juga. Korban Sunarto yang
menderita luka tusuk di dada kirinya tewas dalam perjalanan menuju Rumah
Sakit Husada.

Hingga Minggu (2/4) sore, warga Kebon Sayur masih membicarakan musibah yang
menimpa Sunarto. Warga sekitar mengaku terkejut atas terjadinya pengeroyokan
Sunarto oleh keluarga Rusdan Tanjung. Salah seorang warga, Wasumi (37),
menuturkan bahwa penganiayaan itu hanya gara-gara suara sepeda motor.
Diceritakan Wasumi, Sabtu sekitar pukul 21.00 WIB, Sunarto yang tinggal di
Kampung Dao, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, berkunjung ke rumah bibinya
Ny Sindon (50), yang tinggal di Kebon Sayur RT 09/04, Ancol.

 Sunarto datang menggunakan sepeda motor. "Waktu dia (berangkat) lewat sini,
belum terjadi apa-apa," ujar Wasumi. Satu jam kemudian, Sunarto yang naik
sepeda motor RX King B 6966 ZL hendak pulang ke kontrakannya di Kampung Dao,
Ancol, tepatnya di belakang Pasar Pagi.

 Namun saat akan keluar dari mulut gang, Sunarto harus menarik kencang gas
sepeda motornya karena ada jalan gang yang legok. Tak pelak, suara knalpot
motor itu pun bergemuruh. Pada waktu itu, diduga Rusdan yang tengah
bersantai di depan rumahnya merasa terusik dengan suara bising sepeda motor
Sunarto. Rusdan menghadang sepeda motor Sunarto dengan sebatang galah.

"Galah itu dipalangin di depan motor Sunarto," ujar Wasumi. Kemudian,
Sunarto dan Rusdan terlibat cek cok mulut. Melihat kejadian itu tetangga
Rusdan mencoba meredam emosi pria itu dan berhasil. Bahkan, menurut seorang
warga, Sunarto sudah meminta maaf kepada Rusdan.

Selang satu jam kemudian, Sunarto kembali ke Kebon Sayur, tempat bibinya.
Namun kedatangan Sunarto kali ini tidak lagi sendiri. Ketika itu Sunarto
memboncengkan Arief, anak Rusdan. "Kayaknya, Arief menjemput Sunarto dari
kontrakan Sunarto di Kampung Dao.  Waktu itu Arief menanyakan kepada Sunarto
soal keributan dengan orangtuanya, Rusdan," ujar Wasumi.

 Seusai menitipkan sepeda motornya di rumah bibinya, Sunarto pergi keluar
gang bersama Arief. "Waktu itu, Arief bilang kepada bibinya Sunarto, 'bu
saya minjam Sunarto dulu," kata seorang warga. Sunarto dan Arief pun jalan
bersama menuju tanah lapang. Namun, ketika mereka melintas di depan rumah
Rusdan, tiba-tiba Ucok menghadang dan langsung melayangkan bogem mentah ke
wajah Sunarto.

 Lalu, Sunarto dipukuli oleh Ucok dan adiknya Arief di depan rumah mereka.
Rusdan yang melihat dua anaknya memukuli Sunarto bukannya melerai. Ia malah
ikut mengeroyok pemuda yang sehari-hari menjadi sopir pribadi tersebut.
Dalam pengeroyokan itu, sebilah golok yang dipakai Ucok mengenai dada kiri
Sunarto hingga bersimbah darah dan jatuh tersungkur di gang. "Dua kali
Sunarto mencoba bangun dan lari, tapi gagal," ujar Wasumi.

 Para tetangga Rusdan segera membawa Sunarto ke Rumah Sakit Husada. Namun
jiwanya tidak tertolong. Petugas yang mendapat laporan kasus pengeroyokan
tersebut langsung menangkap ketiga tersangka.

 Sementara itu, pada Minggu (2/4), setelah dilakukan otopsi, jenazah Sunarto
dibawa ke kampung halamannya di Pemalang. Seorang ponakan Sunarto, Anda
(19), menyebut Sunarto sebagai pemuda yang pendiam. "Sebagian saudaranya ada
di Jakarta," ujar Anda. Sunarto adalah anak ke-3 dari enam bersaudara dari
pasangan suami istri Kisut dan Wartini yang tinggal di Pemalang. (Gus)



> Hematlah penggunaan BANDWITH :
> - Hindari Out of Topic (OOT) dan one liner
> - Ganti subject e-mail apabila topik berubah
> - Hapus bagian yang tidak diperlukan pada saat melakukan reply
>
> Jakarta Mio Club
> website : http://www.jakartamioclub.com
> milis   : [EMAIL PROTECTED]
> -----
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/jakartamioclub/
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike 
Community" grup.
 Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke