| |
Setiap di mulut tikungan ke kiri,
Valentino Rossi seolah menggerakkan kaki kirinya. Lebih jelas, media
pengulas MotoGP menyebut angkat kaki kiri. Ini bukan angkat kaki pindah
ke tim lain. Tapi, seolah menendang persneling, untuk menurunkan
tingkat percepatan. Gerakkan ini terus dilakukan sepanjang Valentino
Rossi membalap.
Belakangan, gaya ini juga ditemui
pada pendatang baru MotoGP, Dani Pedrosa. Pembalap Honda Repsol Team
ini, mengangkat kakinya seirama RC211V direbahkan untuk mengiris
tikungan kidal. "Pengaturan posisi motor lebih gampang dengan trik
ini," alasan Pedrosa pada majalah luar negeri yang mengulas MotoGP.
Sebenarnya,
Valentino Rossi dan Pedrosa juga meniru dari seniornya. Michael Doohan
melakukan ini, walau sesekali. "Tidak rutin. Angkat kaki ini biasanya
untuk memudahkan pembalap membuka selangkangan, agar posisi dengkul dan
tulang kaki ke bawah akan ideal," analis Doohan, mantan juara dunia 4
kali di GP500.
Di belakang Doohan, Kenny Roberts Jr.,
rutin menggerakkan kakinya. Dulu, era GP500, Gerry McCoy juga wajib
sebelum dia melakukan spin alias rear wheel steering. Dengan begitu, posisi McCoy seperti menjinjit pada pijakan kaki. Itu lho, ujung tapak depan berpijak pada footstep.
Apa pun alasannya, sebenarnya itu bagian dari kenyamanan menikung.
Seperti Doohan sebut tadi, selangkangan mudah dibuka. Sebab, dengan
ujung telapak berpijak pada pijakan kaki (menjinjit) persendian mata
kaki lebih leluasa bergerak. Gerakan paha ke lutut pun lebih elastis
menyesuaikan daya luncur kecepatan. Sliding pad yang terpasang di dengkul pun lebih seirama dengan dataran aspal. Kira-kira begitu.
![KLIK - Detail]()
Coba sendiri dengan motor sampeyan.
Dijamin, saat meinikung lebih percaya diri. Tumpuan badan terasa beda
ketimbang kaki terpaku dengan tapak kaki persis di tengah pijakan kaki.
"Dengan cara menjinjit pun, ayunan balik badan lebih cepat ke arah
tikungan selanjutnya," kira Valentino Rossi yang mengaku meniru gaya
ini dari Kenny Roberts Jr..
Dengan cara ini, punya
keuntungan yang bisa dirasakan sendiri. Maksudnya? Badan terasa punya
tumpuan yang enak sebelum menikung. Kan dibilang tadi, kalau nggak
percaya silakan coba sendiri dengan motor sendiri.
Sebenarnya, tanpa angkat kaki, trik itu bisa dilakukan. Persoalannya,
kaki kiri bertugas mengungkit dan menginjak tungkai persneling. Para
pembalap, pasti mengumpan ke gigi rendah dengan cara menginjaknya.
Padahal, tikungan sudah di depan mata, agar cepat dan sekaligus
mengubah posisi dengkul, sebaiknya angkat kaki usai melakukan pindah
gigi. Makanya, kaki seperti diangkat.
Sedang kanan
tanpa diangkat, banyak alasannya. Tapak kaki kanan, seolah-olah telah
punya tumpuan. Yakni, pedal rem. Sembari mengerem, keyakinan diri lebih
mantap. Lagian, pedal rem tak bisa ditinggal begitu saja, jika tapak
kanan ingin jinjit seperti kiri.
|
Reporter : Zainal Idris Miolo
|
|
Koresponden
|
|