Tukar Pasang Knalpot Standar
Gaya Tanpa Nyusahin
 
 

Sebelum cerita tukar-pasang antar knalpot bawaan motor, MOTOR Plus tahu dulu kondisi terkini. "Sekarang susah jualan knalpot variasi. Banyak konsumen takut beli, khawatir kena razia polisi akibat berisik," keluh Yudi Tanzil, bos New Gaya Motor, speedshop di Jl. Otista, Jakarta Timur.
    
Soal penilangan yang memasang knalpot variasi jelas bukan berita benar. Namun faktanya banyak yang termakan isu. Nah, motivasi anak motor copot saluran buang standar dan pasang knalpot aftermarket kadang nggak melulu karena uber performa atau suara semata.
    
Tapi, juga karena nggak suka tampang knalpot bawaan pabrik. Akhirnya pilih model variasi yang lebih sporty. Eits, nyatanya nggak semua orisinal jelek. Berikut realitanya.

BEDA GENERASI
KLIK - Detail Comot knalpot dari motor semerek dan semodel tapi beda generasi. Misal dari Yamaha Vega baru pindah ke Vega lama. Atau Honda C70 ditempel saluran buang Astrea Grand.

Seperti aksi Yopi Setyo Nugroho yang pasang knalpot Vega lama ke Jupiter-Z miliknya. Sontak berubah keren. "Sebelumnya pakai variasi, malas urusan sama polisi saat razia, mending pasang knalpot Vega dimodif, gaya tapi aman," ujar warga Jl. Terusan Pasteur, Bandung ini.

Yopi cukup tekuk leher knalpot agar bagian tengah tabung peredam jadi tinggi kayak motor road race. Apalagi ditempelin label TDR, banyak yang ketepu tuh!

Relatif nggak ada ubahan berarti karena kepala silinder sama. Bedanya paling di breket pemegang tabung peredam. Tinggal bikin pelat penahan doang tuh!

SPEK LEBIH TINGGI
Trik kedua, aplikasi dari motor semerek dan semodel tapi spek lebih tinggi. Contoh Smash naik kelas dengan knalpot Smash SR (Street Runner). Shogun 125 standar ditemplokin punya Shogun 125SP atau Karisma comot pipa pembuangan Nice 125 versi Thailand.KLIK - Detail
    
Pemasangan antar knalpot nggak banyak masalah karena hampir serupa. "Malah nggak perlu setting spuyer, cukup atur ulang sekrup udara karbu," yakin Zainuddin alias Bang Jay, mekanik Eka Jaya Motor di Kampung Ayar Raya, No. 55A, Jelambar, Jakarta Barat.

LAIN PRODUSEN

KLIK - Detail Rada berat karena kawin silang knalpot dari motor yang beda merek atau beda tipe. "Lagi ngincer tabung knalpot Yamaha Jupiter MX 135LC untuk dimasukkin ke Mio, kayaknya keren," analisa Dodi Irawan, dedengkot Jakarta Mio Club.

Mesti ke tukang knalpot karena harus menggabungkan leher knalpot bawaan motor ke tabung peredam incaran. Meski beberapa silencer bisa dicopot (model klem penjepit) macam di Yamaha Jupiter-Z dan Nouvo-Z, bukan berarti gampang dikawinkan ke leher knalpot.

Kerap diameter antar pipa beda hingga perlu dibikin sambungan perantara oleh tukang knalpot. Pertimbangkan keserasian desain tabung peredam baru yang bakal dipasang dengan sosok keseluruhan motor.

Andai cocok di model, ingat juga efek ke mesin. Misalkan bikin tarikan jadi tersendat, mesti bobok sekat biar lega dan seting ulang karbu. Sebaliknya jika akselerasi jadi ngempos akibat tabung kegedean, sebaiknya ditambah penyekat atau peredam.






Reporter : < None >
Fotografer : Endro Suryono


--
--- A Different Kind Of Company. A Different Kind Of Ride ---

www.InBike.org
(Indosat Bikers Community)
Pos Komunikasi InBike
Gedung B2 lt.1 PT.Indosat Tbk,
Jl Daan Mogot KM.11 Jakarta Barat 11710
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke