| |
Tidak
menutup kemungkinan skubek diajak jalan jauh. Ya, misalnya tradisi
pulkam alias pulang kampung lebaran nanti. Seperti dikatakan Dyonisius
Beti, "Semua tergantung pemakai. Di saat tidak memiliki pilihan lain,
bisa dilakukan," ujar Vice President dan Managing Director PT Yamaha
Motor Kencana Indonesia (YMKI) itu.
Namun sebenarnya, ada
alasan lain yang bisa memicu pengendara melakukan perjalanan jauh pakai
skubek. Banyak fitur yang memudahkan dan tak membuat pengendara
mengalami lelah berlebih.
Untuk ini MOTOR Plus siap memaparkan buat skubekers
yang punya niatan begitu. Empat skubek siap dibedah masing-masing
keunggulannya. Honda Vario, Kymco Free LX, Suzuki Spin 125 dan Yamaha
Mio.
Bukan sekadar paparan semata yang bersifat teknis! Tapi gaya berkendara sembari berboncengan, hingga fitur penting.
HANDLING |
Kenyamanan berkendara masing-masing skubek tentu berbeda. Terutama ketika tanpa boncenger.
Buat pengendara Mio, Spin 125, Vario, maupun Free LX cukup relatif.
Semua tergantung dari beberapa faktor. Di antaranya, postur penyemplak.
Misal, pengendara dengan postur tubuh 169 cm/60 kg. Perjalanan jauh
dengan skubek, nyaris tanpa masalah. Manuver setang nggak terganggu
dengan posisi kaki. Begitu juga posisi duduk, cukup santai.
Kecuali postur di atas 175 cm, Yamaha Mio punya kecenderungan alami
gangguan manuver. Tidak tertinggal, Kymco Free LX. Postur kaki panjang
pengendara, bisa mengganggu kelincahan. Soalnya, lutut pengendara
terkadang bersentuhan dengan setang.
Nah, bagi skubekers yang bawa boncenger, problem itu ditemui lagi. Maksudnya, sikut pengendara bertemu dengan lutut penumpang di belakang. Ini dialami ketika penyemplak hendak berbelok dalam kecepatan rendah.
Salah satu penyebabnya, yaitu ruang selonjor kaki alias panjang dek yang pendek. Yaitu, 40 cm aja.
Untuk semua jenis skubek, bodi tinggi membawa konskuensi posisi duduk
agak mundur. Kalau enggak, bakal terasa cepat capek saat jalan jauh.
Tapi Yamaha Mio juga punya kelebihan. Buat manuver spontan, skubek
Yamaha ini paling lincah. Ini lantaran dibantu desain bodi dan bobot
yang mendukung. Berat kosong yang 87 kg boleh dibilang paling ringan.
Jauh lebih enteng dibanding skubek lainnya (Vario = 99,4 kg dan Spin 125 = 94,2 kg).
Tapi pada akhirnya, semua handling
skubek ini tergantung dari beban. Makanya, disarankan jalan jauh naik
skubek kudu batasi beban. Setidaknya, disesuaikan dengan kenyamanan. |
RODA DAN PENGEREMAN |
Ditinjau
dari segi teknis, keempat skubek memang punya keunggulan juga
kelemahan. Apalagi jika dikaitkan dalam penggunan jarak jauh.
Contohnya, ya mudik lebaran nanti.
Misal, soal roda. Patut diakui skubek Kymco Free LX berdiameter 12 inci. Tapi profil ban lebar dengan postur sok tingi,
diklaim lebih stabil diajak rebah. Sayangnya melihat kondisi jalan
Indonesia tidak mulus, roda ukuran segitu harus extra hati-hati.
Khususnya, ketika melintasi lubang berdiameter lebih dari 20 cm.
Selain pelek rawan bengkok atau bocor, pengendara tidak bisa
mengendalikan kestabilan yang bisa terpelanting. Jadi, cuma roda 14
inci punya Spin 125, Vario dan Mio sedikit bisa bertahan.
Dalam pengereman pakai roda depan, kemampuan empat skubek ini sama
handal. Sedang di roda belakang, punya Spin 125 sedikit lebih mantap.
Ini karena didukung diameter teromol lebih besar. Pantas ketika
melakukan pengereman ekstra, Spin 125 begitu mantaf. |
KEKUATAN MESIN |
Ketika
melakukan perjalanan jauh, bagian paling vital yang harus dijaga adalah
kondisi mesin. Maksudnya, suhu mesin baiknya tetap stabil. Nah, Vario
didukung pendingin air sudah pasti paling handal, tapi cukup repot
kalau air bocor.
Tapi bukan berarti skubek lain tidak mumpuni. Masing-masing punya fitur
oke dalam merancang desain alur aliran pendinginan mesin. Selain
dilengkapi ekstra fan, lihat juga lubang di belakang sepatbor depan, cover bawah lantas mesin.
Dalam performa mesin, Vario, Mio dan Free LX yang punya kapasitas mesin
110 cc memang tak kalah gesit di jalur macet. Terutama ketika
pengendara bermain di putaran mesin bawah. Hampir semua skubek
menawarkan tenaga bawah responsif.
Namun jika dibanding Spin 125 yang berkapasitas 124 cc, tentu
kemampuannya sedikit lebih baik dari Vario, Free LX dan Mio standar. |
PILIHAN FITUR |
Untuk
perjalanan jauh, fitur memang nggak kalah penting. Ini salah satu
alasan mengapa orang memilih skubek. Yang ditawarkan Kymco Free LX
cukup bisa dipertimbangkan. Bisa dilihat dari panel kunci kontak.
Hampir semua fasilitas bisa dilakukan dari sini. Misal, mengisi bensin.
Selain lubang pengisian bensin ada di kompartemen
depan, tutup juga bisa dibuka lewat kunci kontak. Begitu juga untuk
membuka jok. Langkah itu bisa dioperasikan dari kunci 'sakti' itu.
Tidak tertinggal dan tidak kalah penting buat jalan jauh, yaitu bagasi.
Ditinjau secara detail, bagasi yang dimiliki Kymco Free LX cukup besar
ketimbang skubek kompetitor lain.
Sehingga bisa menaruh banyak barang bawaan di bawah jok. Bisa begitu
karena tangki Free LX ada di bawah dek pengendara. Jadi, efisien tempat
tuh. |
|
Reporter : < None >
|
|
Fotografer : < Dokumentasi > | |