Ban Depan dan Belakang
Jangan Ketuker!
|
|
| |
Pasti sampeyan pernah dengar candaan yang nanyain kenapa ban belakang duluan botak daripada ban depan. Karena candaan, jawabnya lantaran ban belakang banyak mikir, gimana
cara nyalip ban depan. Sampe botak gak bakal bisa!
Satu-satunya cara ban belakang bisa di depan, ya..., pindahin
ke depan. Tapi tunggu! Menurut Yulfahmi, dari divisi Technical
Production PT Gajah Tunggal (GT), produsen ban motor IRC, tindakan itu
tidak tepat. "Ban belakang dan depan beda karena tugasnya beda. Jadi
tidak tepat jika memasang ban belakang di roda depan," tegas Yulfahmi.
Mindahin ban belakang ke depan memang sering terjadi. Alasannya jelas bukan karena agar ban belakang tak cepat botak. Umumnya, biker mindahin ban belakang ke roda depan karena ingin ban yang tapaknya lebih besar tanpa beli baru.
Tapi, karena tugas beda, maka konstruksi ban depan dan belakang dibuat
lain. Konstruksi sulit dilihat. Beda paling terlihat pabrik ban
biasanya nyantumin tulisan front only (untuk depan) atau rear only (belakang) di produk mereka.
Jika tanpa itu, perhatikan profil. Meski sekilas sama, sejatinya beda.
Contoh, Dunlop D102 dan D104. Kembangan kiri-kanannya sama. Bedanya,
ban depan D102 punya coakan di tengah (centre groove) berliku yang lebih dalam. Di D104, centre groove ada dua dan dalam. "Itu karena ban depan bertugas untuk memecah genangan air," papar Yulfahmi.
Selain itu, ukuran huga dibikin beda. Ban belakang punya dimensi lebih
lebar. Karena pembagian bobot cenderung ke belakang. Apalagi jika ada boncenger. "Nah, ban yang lebih lebar itu berarti titik pembagian beban pun lebih luas," jelas Yulfahmi.
Terakhir, ban belakang memang dan pasti lebih cepat gundul. Karena,
tenaga mesin pertama disalurkan ke situ. Ia yang menggerakkan motor.
Ban depan tinggal mengarahkan. "Kalau di motor balap, karena ban
belakang sering spin atau sliding," tutup Yulfahmi.
Sekarang bicara akibatnya. Minimal kita akan dibilang gak
tahu spesifikasi ban. Lalu, jika ban belakang dipakai di depan, manuver
motor jadi lebih berat. "Karena ukuran lebar, daerah kontaknya dengan
aspal jadi lebih luas. Akibatnya manuver lebih berat," tambah Mahar
Mardjono dari PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen ban
Federal dan FDR.
Atau, jika kembangannya didesain beda,
maka akibatnya bisa lebih fatal. Grip ban jadi tidak maksimal. Makanya,
jangan sembarangan mindahin ban belakang ke depan!
POLASEMI SPORTY DAN SPORTY |
Bicara profil ban depan-belakang yang beda saat ini memang sudah bergeser.
Beberapa produsen masih menggunakan profil konvensional. Mereka
membedakan kembangan ban depan dan belakang. "Sekarang cenderung ke
fashion. Makanya, arahnya ke semi sporty atau sporty," bilang Mahar.
Karena mengarah ke sport, ciri ban depan dan belakang kian samar.
Polanya sama. "Lagipula tidak ada aturan baku yang menyebutkan ban
depan harus punya centre groove. Jadi, saat ini yang membedakan tinggal ukuran," lanjut Mahar.
Centre groove juga tidak berlaku untuk ban berpola block.
"Makanya, kini pabrikan bikin ban belakang dengan yang bisa dipakai di
depan. Tapi, jika dipindahkan risikonya sama, manuver jadi lebih
berat," tutup Mahar. |
|
Reporter : Aries L. Susanto
|
|
Fotografer : Gusti Bambang I.J. | |
--
--- A Different Kind Of Company. A Different Kind Of Ride ---
www.InBike.org(Indosat Bikers Community)
Pos Komunikasi InBike
Gedung B2 lt.1 PT.Indosat Tbk,
Jl Daan Mogot KM.11 Jakarta Barat 11710
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke
[email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---