gw juga kalo naik motor (kerja khususnya) ngga pake pelindung dada, malemnya dada berasa kaya sakit/pegel/napas agak susah, beda kalo gw pake pelindung dada, dan saat ini kalo bawa motor (kerja khususnya) dada gw lindungin pake tas gemblok yang ngga terlalu tebal tapi porinya lumayan rapat baru deh luarnya pake jaket, jaket juga ngga terlalu tebal untuk menjaga biar badan ngga kegerahan dan gw sekarang pake produknya eiger type hydra (tas untuk bawa tanki minum), kalo pake rompi paling dipake untuk berkendara jarak deket aja.
----- Original Message ---- From: Karisma Tempur <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, April 17, 2007 11:13:37 AM Subject: [InBike] (M+) SR: Penting dan Wajibnya Rompi Diskusi nyokkk !! Sekalian nanya juga, beberapa hari ini gue merasa kepanasan dengan hawa Jakarta, kl berkendara murni hanya ber-rompi tebal saja tapi tangan ber-lengan pendek terhitung safe gak ya ? Tapi ttp mengenakan glove dan perangkat standar safety lainnya. Aman Berkendara Penting dan Wajibnya Rompi Banyak orang beranggapan penggunaan pelindung dada itu penting dan jadi perlengkapan wajib saat berkendara. Maklum, di balik dada terdapat organ vital. Dengan pemakaian rompi ini bisa meminimalkan efek terpaan angin sangat berkendara. Apalagi perjalanan jauh. "Di klub hal sudah jadi syarat kelengkapan turing," kata Wanu Suki, kepala divisi turing Honda Mega Pro Club (HMPC) Depok. Sebenarnya, seberapa pentingkah pelindung dada atau rompi buat pengendara? Apakah benar tanpa menggunakan perangkat ini bisa menyebabkan paru-paru basah? "Itu salah kaprah. Paru-paru basah itu orang awam menyebutnya peradangan paru. Penyebabnya bukan terpaan angin kencang tapi bakteri atau faktor genetis," sanggah Khairul Anwar, dokter yang praktik di Grup Medik Meruya (GMM) di Jl. Meruya Ilir Raya Blok B-V/14. Bakteri masuk melalui saluran pernapasan. Ya hidung sampeyan.Bisajuga karena sudah punya sejarah penyakit begitu alias faktor genetis. Tekanan angin kencang saat berkendara menerpa badan, angin bisa masuk ke dalam tubuh. Nah, karena suhu udara yang menekan ke badan dingin mengakibatkan otot kaku. Pembuluh darah di badan menciut. Efeknya, peredaran darah jadi tidak lancar. Akibatnya rongga antara paru-paru dan lambung menyempit. Otot lambung juga menegang. Sehingga lambung dapat mendesak paru-paru. Ini mengakibatkan sesak napas. Bagi yang punya penyakit paru-paru saat berkendara kondisi otot kaku dan menekan paru-paru bisa menambah parah penyakit. Namun buat yang sehat, "Paling hanya berakibat masuk angin parah. Rasanya seperti orang sakit maag aja. Kembung," terang dokter ramah ini. Jadi, menggunakan rompi jelas bermanfaat mengurangi efek terpaan angin saat berkendara. PILIH PELINDUNG DADA Bagi sebagian pengendara pelindung dada jelas diperlukan. Apalagi tiap hari selalu ngider. Hitung saja, dalam satu hari berapa kilometer yang ditempuh? Seperti dialami Wanu Suki dari Honda Mega Pro Club (HMPC) Depok. Bikers ramah ini sehari-hari menempuh jarak 100 km ini. Dari rumahnya di bilangan Cimanggis, Bogor ke kantor yang terletak di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Doi merasakan manfaat penggunaan rompi tersebut. "Wah kalau gak pakai rompi tau deh gimana nih badan," kekeh pria lajang ini. Lalu bagaimana memilih pelindung dada yang ideal? Di pasaran banyak beredar berbagai bentuk dan bahan. Dari yang tipis sampai tebal. Harga pun bervariasi. Dari puluhan ribu sampai ratusan ribu perak. Gampang aja, "Pilih yang bahannya rapat atau tidak berpori. Agar tidak gampang tembus angin. Dan waterproof yang bisa melindungi saat hujan," tambah Dede Suprahman, dokter dari Grup Medik Meruya. Dokter yang juga hobi turing ini menambahkan, ketebalan tidak menjamin pelindung dada itu tidak tembus angin. "Kalau tebalnya dari busa, percuma. Kan busa sangat berongga, angin lebih gampang masuk ke badan," terang dokter yang juga anggota klub Tiger. Lebih baik pilih yang bahannya dipress. Walaupun tipis, padat, pori-porinya lebih kecil. Bisa menahan angin masuk ke badan. Dari segi safety, pilih pelindung dada yang tidak mengganggu pergerakan badan saat berkendara. "Agar badan bisa tetap luwes saat berkendara," anjur dokter tinggal di Menteng, Jakarta Pusat ini. Untuk pengaman yang model ikatan, pilih yang ikatannya pakai kunci penguat atau klip. Agar tidak mengganggu handling berkendara. Reporter : Nurfil Aiman, Tining Syamsuriah Fotografer : Heri Riswanto, < Kontributor > -- --- This Is The Age Of The Ride Safe --- B 6537 KCL <> InBike 026 <> KHCC 011 http://lampuhijau.wordpress.com/ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike) ----------------------------------------------------------------------------------------------- hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email ----------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED] Untuk mengirim ke milis email ke [email protected] http://www.inbike.org http://inbike-2006.fotopic.net http://inbike.multiply.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

