iyeee.....
kalo mobil mahhh ..emangnye eike pikirin heheheheheh

( kagak punya mobil soalnyeee..maaf yehhhhh )


On 5/30/07, adhie subiantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  gw kirain info motor matik ck..ck..ck..
>
> ----- Original Message ----
> From: ozikeren <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, May 29, 2007 8:21:53 PM
> Subject: [InBike] Jangan Terlena Pakai "Matik"
>
> *Jangan Terlena Pakai "Matik" **
> **Sumber: * Kompas
>
> Mengemudi di jalanan Ibu Kota yang kian macet paling enak menggunakan
> mobil berpersneling otomatis. Kaki tidak harus pegal menginjak pedal
> kopling. Namun, sebagian orang malah takut atau justru terlena memakai mobil
> otomatis.
>
> Hampir setiap mobil keluaran baru selalu menawarkan dua pilihan persneling
> atau transmisi, yakni manual dan otomatis (automatic transmission sering
> disingkat matic atau matik). Dengan transmisi manual, pengemudi harus
> menginjak pedal kopling sebelum memindah gigi persneling. Sementara dengan
> transmisi matik, mereka hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling
> berpindah secara otomatis.
>
> Sebagian orang enggan membeli mobil matik karena takut mitos perawatan
> mahal dan jika rusak tak banyak bengkel yang bisa memperbaiki.
>
> "Pendapat ini tak salah karena faktanya di Indonesia belum banyak yang
> bisa memperbaiki transmisi matik," ujar Ricky Ricardo Dipl. Ing, pemilik
> bengkel spesialis transmisi otomatis Ricardo Matic di Cikokol, Tangerang.
>
> Namun, mitos itu baru benar bila persneling matik dibiarkan rusak karena
> tak tahu cara merawat.
>
> "Perawatan mobil matik justru bisa lebih murah daripada manual kalau
> dilakukan dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling rata-rata
> harus ganti setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa lebih lima
> tahun, bergantung pada pemakaian," kata Tunjung Pangajom, Asisten Manajer
> Parts and Service PT Mazda Motor Indonesia, agen tunggal merek Mazda di
> Indonesia.
>
> *Terlena *
>
> Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya
> terlena. Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang transmisi
> otomatis "bebas perawatan" atau "berumur seumur hidup", pemakai mobil matik
> bisa enggan merawat persneling mobil.
>
> "Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun
> transmisi matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau
> pemakaiannya tak benar," ujar Ricky. Salah satu perawatan mendasar yang
> jarang diperhatikan adalah penggantian oli secara rutin.
>
> Padahal, oli transmisi otomatis (automatic transmission fluid/ATF) adalah
> komponen vital dalam sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai
> pelumas, oli juga berperan sebagai penerus daya gerak mesin.
>
> Dosen Jurusan D3 Otomotif Institut Teknologi Indonesia, Serpong, itu
> menambahkan, sekitar 85 persen kerusakan persneling matik yang masuk
> bengkelnya karena kelalaian mengganti oli.
>
> "Sepuluh persen sisanya karena faktor usia dan lima persen sebab kesalahan
> pemakaian," ujarnya.
>
> Salah satu kesalahan fatal pengguna mobil matik adalah termakan bahasa
> iklan, transmisi otomatis tak perlu ganti oli "seumur hidup" (lifetime).
>
> "Iklan itu tak salah. Namun yang perlu dicermati adalah arti kalimat
> 'seumur hidup'. Ini bukan berarti 'umur hidup' pemakainya, tetapi 'umur
> hidup' mobil," kata Ricky.
>
> Bila mobil dirancang memiliki 'umur hidup' enam tahun, oli transmisi
> matik--bahkan transmisinya sendiri--didesain untuk bertahan selama enam
> tahun.
>
> "Kalau mau berusia lebih panjang dari lifetime itu, ya harus dirawat
> rutin," tandasnya.
>
> Tunjung menambahkan, salah kaprah pemahaman lain adalah menganggap
> transmisi otomatis tak dilengkapi kopling dan kanvas kopling lagi.
>
> "Padahal, di transmisi matik jumlah kanvas koplingnya justru lebih banyak
> dibandingkan dengan transmisi manual," ujarnya.
>
> Kanvas-kanvas kopling ini akan saling bergesekan pada saat persneling
> bekerja menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk
> halus. Makin tua umur oli, makin berkurang kekentalan dan viskositasnya.
> Gesekan antarkanvas kopling makin keras dan makin banyak serpihan yang
> dihasilkan.
>
> "Lama-lama serbuk itu menyumbat filter oli sehingga oli tak bersirkulasi
> sempurna dan kanvas kopling saling bergesekan langsung tanpa dilumasi oli,"
> tutur Ricky.
>
> Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala kopling
> selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil.
> Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan laju
> seimbang.
>
> Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti biasa. "Bisa
> dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas.
> Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai
> ada masalah di transmisi matik," katanya.
>
> Sedangkan Tunjung menganjurkan pemeriksaan kondisi oli transmisi otomatis
> secara rutin, juga pada mobil baru. "Bila volume oli berkurang atau oli bau
> gosong, segera bawa mobil ke bengkel," ujarnya.
>
> *Rutin *
>
> Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat
> tongkat pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak
> persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa
> seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk
> itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa
> masuk kolong mobil.
>
> Ricky menganjurkan setiap pemilik mobil matik mengganti oli transmisi
> setiap 5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu,
> setiap 20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti
> penggantian filter oli transmisi.
>
> "Tujuannya, mengeluarkan serpihan-serpihan itu," ujar Ricky yang juga
> membuka Sekolah Transmisi Otomatis bagi mekanik, pemilik bengkel, dan guru
> otomotif ini.
>
> Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan dengan
> manual. Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata
> membutuhkan biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp
> 200.000. Untuk pengurasan bisa sampai Rp 500.000.
>
> Mungkin harga itu sebanding dengan kenyamanan mengemudi mobil matik di
> jalan macet. Lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk perawatan rutin
> daripada merogoh dompet hingga jutaan rupiah guna perbaikan transmisi matik
> yang rusak.
>
> "Biaya overhaul transmisi matik rata-rata Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos
> jasa, belum termasuk penggantian onderdil yang jauh lebih besar. Untuk mobil
> Eropa, penggantian gearbox matik bisa mencapai Rp 60 juta," paparnya. *(DAHONO
> FITRIANTO) *
>
> --
> salam
>
> ozi
> anti kekerasan cinta kekenyalan
>
>
>
>
> ------------------------------
> No need to miss a message. Get email on-the-go
> <http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail%0A>
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get 
> started.<http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail%0A>
> >
>


-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke