Ozi terima kasih atas Infonya ya...!!!

Info ini akan gue perhatiakan buat pengawasan dan perawatan mobil matik gue:

1.BMW X5 ( 2004 )
2.MUSTANG GT124 ( thn 1972).
3.MERCEDES BENZ C200 ( 2001 )
4.AUDI A6 tahun 2002

thx banget....!!!!


( tuhkan mobilnya banyak kaya Sarwani aja.....jiakakkakkakkkk  )


----- Original Message ----
From: bowie <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 30, 2007 11:03:50 AM
Subject: [InBike] Re: Jangan Terlena Pakai "Matik"


iyeee.....
kalo mobil mahhh ..emangnye eike pikirin heheheheheh
 
( kagak punya mobil soalnyeee..maaf yehhhhh )

 
On 5/30/07, adhie subiantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
gw kirain info motor matik ck..ck..ck.. 



----- Original Message ----
From: ozikeren < [EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 29, 2007 8:21:53 PM
Subject: [InBike] Jangan Terlena Pakai "Matik" 


Jangan Terlena Pakai "Matik" 
Sumber:  Kompas

Mengemudi di jalanan Ibu Kota yang kian macet paling enak menggunakan mobil 
berpersneling otomatis. Kaki tidak harus pegal menginjak pedal kopling. Namun, 
sebagian orang malah takut atau justru terlena memakai mobil otomatis. 
Hampir setiap mobil keluaran baru selalu menawarkan dua pilihan persneling atau 
transmisi, yakni manual dan otomatis (automatic transmission sering disingkat 
matic atau matik). Dengan transmisi manual, pengemudi harus menginjak pedal 
kopling sebelum memindah gigi persneling. Sementara dengan transmisi matik, 
mereka hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling berpindah secara otomatis. 
Sebagian orang enggan membeli mobil matik karena takut mitos perawatan mahal 
dan jika rusak tak banyak bengkel yang bisa memperbaiki. 
"Pendapat ini tak salah karena faktanya di Indonesia belum banyak yang bisa 
memperbaiki transmisi matik," ujar Ricky Ricardo Dipl. Ing, pemilik bengkel 
spesialis transmisi otomatis Ricardo Matic di Cikokol, Tangerang. 
Namun, mitos itu baru benar bila persneling matik dibiarkan rusak karena tak 
tahu cara merawat. 
"Perawatan mobil matik justru bisa lebih murah daripada manual kalau dilakukan 
dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling rata-rata harus ganti 
setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa lebih lima tahun, 
bergantung pada pemakaian," kata Tunjung Pangajom, Asisten Manajer Parts and 
Service PT Mazda Motor Indonesia, agen tunggal merek Mazda di Indonesia. 
Terlena 
Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya terlena. 
Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang transmisi otomatis "bebas 
perawatan" atau "berumur seumur hidup", pemakai mobil matik bisa enggan merawat 
persneling mobil. 
"Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun transmisi 
matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau pemakaiannya tak 
benar," ujar Ricky. Salah satu perawatan mendasar yang jarang diperhatikan 
adalah penggantian oli secara rutin. 
Padahal, oli transmisi otomatis (automatic transmission fluid/ATF) adalah 
komponen vital dalam sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai pelumas, 
oli juga berperan sebagai penerus daya gerak mesin. 
Dosen Jurusan D3 Otomotif Institut Teknologi Indonesia, Serpong, itu 
menambahkan, sekitar 85 persen kerusakan persneling matik yang masuk bengkelnya 
karena kelalaian mengganti oli. 
"Sepuluh persen sisanya karena faktor usia dan lima persen sebab kesalahan 
pemakaian," ujarnya. 
Salah satu kesalahan fatal pengguna mobil matik adalah termakan bahasa iklan, 
transmisi otomatis tak perlu ganti oli "seumur hidup" (lifetime). 
"Iklan itu tak salah. Namun yang perlu dicermati adalah arti kalimat 'seumur 
hidup'. Ini bukan berarti 'umur hidup' pemakainya, tetapi 'umur hidup' mobil," 
kata Ricky. 
Bila mobil dirancang memiliki 'umur hidup' enam tahun, oli transmisi 
matik--bahkan transmisinya sendiri--didesain untuk bertahan selama enam tahun. 
"Kalau mau berusia lebih panjang dari lifetime itu, ya harus dirawat rutin," 
tandasnya. 
Tunjung menambahkan, salah kaprah pemahaman lain adalah menganggap transmisi 
otomatis tak dilengkapi kopling dan kanvas kopling lagi. 
"Padahal, di transmisi matik jumlah kanvas koplingnya justru lebih banyak 
dibandingkan dengan transmisi manual," ujarnya. 
Kanvas-kanvas kopling ini akan saling bergesekan pada saat persneling bekerja 
menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk halus. Makin 
tua umur oli, makin berkurang kekentalan dan viskositasnya. Gesekan antarkanvas 
kopling makin keras dan makin banyak serpihan yang dihasilkan. 
"Lama-lama serbuk itu menyumbat filter oli sehingga oli tak bersirkulasi 
sempurna dan kanvas kopling saling bergesekan langsung tanpa dilumasi oli," 
tutur Ricky. 
Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala kopling 
selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil. 
Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan laju 
seimbang. 
Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti biasa. "Bisa 
dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas. Dalam 
kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai ada masalah 
di transmisi matik," katanya. 
Sedangkan Tunjung menganjurkan pemeriksaan kondisi oli transmisi otomatis 
secara rutin, juga pada mobil baru. "Bila volume oli berkurang atau oli bau 
gosong, segera bawa mobil ke bengkel," ujarnya. 
Rutin 
Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat tongkat 
pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak persneling 
(gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa seperti Audi, 
pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk itu, mobil harus 
diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa masuk kolong mobil. 
Ricky menganjurkan setiap pemilik mobil matik mengganti oli transmisi setiap 
5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu, setiap 
20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti penggantian filter 
oli transmisi. 
"Tujuannya, mengeluarkan serpihan-serpihan itu," ujar Ricky yang juga membuka 
Sekolah Transmisi Otomatis bagi mekanik, pemilik bengkel, dan guru otomotif 
ini. 
Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan dengan manual. 
Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata membutuhkan 
biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp 200.000. Untuk 
pengurasan bisa sampai Rp 500.000. 
Mungkin harga itu sebanding dengan kenyamanan mengemudi mobil matik di jalan 
macet. Lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk perawatan rutin daripada merogoh 
dompet hingga jutaan rupiah guna perbaikan transmisi matik yang rusak. 
"Biaya overhaul transmisi matik rata-rata Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos jasa, 
belum termasuk penggantian onderdil yang jauh lebih besar. Untuk mobil Eropa, 
penggantian gearbox matik bisa mencapai Rp 60 juta," paparnya. (DAHONO 
FITRIANTO) 

-- 
salam

ozi
anti kekerasan cinta kekenyalan

 





No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.


       
____________________________________________________________________________________Boardwalk
 for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke