source : HTML

FYI..
Berbagai Mitos dan Salah Kaprah

Terdapat berbagai mitos dan salah kaprah yang sering dilakukan
pengendara tentang lampu kendaraan. Selain tak tepat, penggunaan lampu
yang salah kaprah ini juga bisa berbahaya dan menimbulkan risiko
kecelakaan.
1. Mengaktifkan lampu hazard. Saat lampu ini aktif lampu sein di sebelah
kanan dan kiri akan berkedip. Fungsi lampu ini untuk menandakan
kendaraan berhenti dalam keadaan darurat, misalnya, karena kerusakan
atau pecah ban.
Salah kaprah yang sering dilakukan di Indonesia adalah menyalakan lampu
hazard saat memasuki terowongan, hujan deras, dan berkabut. Bahkan ada
yang memahami lampu ini sebagai lampu "sein lurus".
"Semua pemahaman itu salah. Saat masuk terowongan, hujan, maupun kabut,
cukup aktifkan lampu senja. Saat melaju lurus di perempatan jangan
nyalakan lampu isyarat apa pun," kata Jusri Pulubuhu, Direktur Pelatihan
JDDC.
2. Menyalakan lampu kabut. Sesuai dengan namanya, lampu kabut berfungsi
menerangi jalan dan menandai posisi kendaraan saat pandangan terhalang
kabut tebal, asap, dan hujan deras. Intensitas lampu kabut yang sangat
kuat (hingga mampu menembus kabut) dapat mengganggu pengguna jalan lain
saat dipakai dalam keadaan normal.
Banyak pengendara kendaraan di Indonesia yang mengaktifkan lampu kabut
saat cuaca cerah. "Itu salah kaprah yang memalukan, sangat mengganggu,
dan berbahaya," kata Jusri.
3. Mengganti warna lampu. Warna lampu-lampu isyarat pada kendaraan,
seperti lampu rem, sein, dan lampu mundur, sudah menjadi kesepakatan
internasional. Jangan menukar warna lampu-lampu tersebut karena dapat
memunculkan salah paham berbahaya bagi pengendara lain. Di Indonesia
masih sering kita temui orang menukar warna lampu rem atau lampu
belakang menjadi putih.
4. Lebih terang, lebih "keren". Banyak pengguna kendaraan yang mengganti
bola lampu utama dengan daya listrik lebih besar, atau mengganti dengan
jenis xenon untuk mendapatkan sinar lebih terang.
Intensitas lampu yang lebih besar dan panas dapat menghanguskan
reflektor lampu utama. Pada akhirnya sinar lampu justru menjadi lebih
redup. Sinar lampu xenon yang berwarna putih kebiruan juga tak cocok
digunakan di daerah tropis karena dirancang untuk kawasan empat musim
yang bersalju.
"Saat dipakai di daerah tropis, lampu xenon justru tidak menerangi
secara maksimal. Selain itu, perlombaan terang-terangan sinar lampu
dapat berbahaya karena menyilaukan pengendara dari arah berlawanan,"
ungkap Jusri.
Gunakan bola lampu sesuai spesifikasi standar pabrik yang tertera di
buku manual.


-- 
<NF125 City Cruiser>
KHCC 011 <> F.S.R.J
http://lampuhijau.wordpress.com/
http://revo-me.blogspot.com/
http://modifkarisma.fotopic.net/
----------------------------------------------

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke