Tambahan sedikit untuk point no 2:
2. Menyalakan lampu kabut. Sesuai dengan namanya, lampu kabut berfungsi menerangi jalan dan menandai posisi kendaraan saat pandangan terhalang kabut tebal, asap, dan hujan deras. Intensitas lampu kabut yang sangat kuat (hingga mampu menembus kabut) dapat mengganggu pengguna jalan lain saat dipakai dalam keadaan normal. Banyak pengendara kendaraan di Indonesia yang mengaktifkan lampu kabut saat cuaca cerah. "Itu salah kaprah yang memalukan, sangat mengganggu, dan berbahaya," kata Jusri. Sebetulnya untuk lampu tambahan yang sering diberi judul "Lampu Kabut" pada dasar nya ada 2 jenis: Fog Lamp (ini beneran lampu kabut) dan Driving Lamp. Persamaan keduanya terdapat pada posisi pemasangan di kendaraan sehingga orang-orang main hantem kromo menyama ratakan namanya menjadi lampu kabut di Indonesia. Perbedaan yang mendasar di antara keduanya adalah fungsinya. Lampu kabut (fog lamp) berfungsi untuk membantu penglihatan di saat keadaan berkabut. Karena itu setelan arah sinarnya agak ke atas dan biasanya berwarna kuning atau warna lainnya yang jelas BUKAN putih. Kenapa bukan putih Oom? Karena sinar putih TIDAK dapat menembus kabut tetapi malah terpantul balik ke mata pengemudi oleh sang kabut. Sementara driving lamp warnanya PASTI putih, arah sinar agak ke bawah karena fungsinya menerangi area di bawah lampu utama yang tidak kena sinar dari lampu utama untuk membantu pengemudi melihat obyek dekat dan agak menyudut. Malah mobil2 mahal sekarang ada yang memiliki driving lamp yang sinarnya ikut membelok berdasarkan arah mobil. Tujuannya menyinari arah yang dituju sekaligus menyinari bahu jalan agar pengemudi tahu bila ada lubang/jurang/cewek cakep yang menanti di tikungan. (eeeits, yang terakhir becanda. serius amat boss?) Intinya, cari tau di mobil Anda yang terpasang itu FOG LAMP atau DRIVING LAMP? Kalau memang FOG LAMP dan dipakai saat tidak ada kabut emang kebangetan plus norak. Tapi kalau DRIVING LAMP yah sah2 saja. gitchu. Tapi yang PALING KEBANGETAN adalah menyalakan REAR FOG LAMP alias LAMPU KABUT BELAKANG di saat cuaca normal. Udah sinarnya terang, ngarah ke muka orang yang di belakang, warna nya merah pula. Pernah ada satu BMW guwe tendang di lampu merah gara2 gaya2 an nyalain lampu kabut belakang. Yang bawa ABG, terus dia turun dan guwe maki2. Udah ah. pegel.. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Andry B Sent: 27 September 2007 13:10 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [InBike] (SR) Berbagai Mitos dan Salah Kaprah source : HTML FYI.. Berbagai Mitos dan Salah Kaprah Terdapat berbagai mitos dan salah kaprah yang sering dilakukan pengendara tentang lampu kendaraan. Selain tak tepat, penggunaan lampu yang salah kaprah ini juga bisa berbahaya dan menimbulkan risiko kecelakaan. 1. Mengaktifkan lampu hazard. Saat lampu ini aktif lampu sein di sebelah kanan dan kiri akan berkedip. Fungsi lampu ini untuk menandakan kendaraan berhenti dalam keadaan darurat, misalnya, karena kerusakan atau pecah ban. Salah kaprah yang sering dilakukan di Indonesia adalah menyalakan lampu hazard saat memasuki terowongan, hujan deras, dan berkabut. Bahkan ada yang memahami lampu ini sebagai lampu "sein lurus". "Semua pemahaman itu salah. Saat masuk terowongan, hujan, maupun kabut, cukup aktifkan lampu senja. Saat melaju lurus di perempatan jangan nyalakan lampu isyarat apa pun," kata Jusri Pulubuhu, Direktur Pelatihan JDDC. 2. Menyalakan lampu kabut. Sesuai dengan namanya, lampu kabut berfungsi menerangi jalan dan menandai posisi kendaraan saat pandangan terhalang kabut tebal, asap, dan hujan deras. Intensitas lampu kabut yang sangat kuat (hingga mampu menembus kabut) dapat mengganggu pengguna jalan lain saat dipakai dalam keadaan normal. Banyak pengendara kendaraan di Indonesia yang mengaktifkan lampu kabut saat cuaca cerah. "Itu salah kaprah yang memalukan, sangat mengganggu, dan berbahaya," kata Jusri. 3. Mengganti warna lampu. Warna lampu-lampu isyarat pada kendaraan, seperti lampu rem, sein, dan lampu mundur, sudah menjadi kesepakatan internasional. Jangan menukar warna lampu-lampu tersebut karena dapat memunculkan salah paham berbahaya bagi pengendara lain. Di Indonesia masih sering kita temui orang menukar warna lampu rem atau lampu belakang menjadi putih. 4. Lebih terang, lebih "keren". Banyak pengguna kendaraan yang mengganti bola lampu utama dengan daya listrik lebih besar, atau mengganti dengan jenis xenon untuk mendapatkan sinar lebih terang. Intensitas lampu yang lebih besar dan panas dapat menghanguskan reflektor lampu utama. Pada akhirnya sinar lampu justru menjadi lebih redup. Sinar lampu xenon yang berwarna putih kebiruan juga tak cocok digunakan di daerah tropis karena dirancang untuk kawasan empat musim yang bersalju. "Saat dipakai di daerah tropis, lampu xenon justru tidak menerangi secara maksimal. Selain itu, perlombaan terang-terangan sinar lampu dapat berbahaya karena menyilaukan pengendara dari arah berlawanan," ungkap Jusri. Gunakan bola lampu sesuai spesifikasi standar pabrik yang tertera di buku manual. -- <NF125 City Cruiser> KHCC 011 <> F.S.R.J http://lampuhijau.wordpress.com/ http://revo-me.blogspot.com/ http://modifkarisma.fotopic.net/ <http://modifkarisma.fotopic.net/> ---------------------------------------------- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike) ----------------------------------------------------------------------------------------------- We moderators work for free only for your convenience in our milis. Help us and obey the rules or be gone! ----------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED] Untuk mengirim ke milis email ke [email protected] http://www.inbike.org http://inbike-2006.fotopic.net http://inbike.multiply.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

