Konsepnya seperti ini mbah

RAC
===
Instance 1 (Server)
Instance 2 (Server)        ---> 1 DATABASE
Instance 3 (Server)

Ketiga Instance membaca 1 physical database (yang lokasinya di shared
storage), client session di layanin oleh ketiga instance tersebut dengan
load-balancing.
Tujuan RAC adalah High Availability, jadi jika salah satu atau dua dari
instance tersebut mati, masih ada 1 instance yang menerima client session.

Data Guard
========
Ada dua physical database. 1 aktif dan 1nya lagi standby. Jika database yang
aktif crash, otomatis database yang standby akan ambil alih.
Jadi client bisa tetap menggunakan database tanpa menunggu DBA melakukan
restore and recovery.

Semua tergantung kebutuhan & budget tentunya ;)


On 15/02/2008, mbah darmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas jawaban2 yang diberikan
> dari mas2 yang master2 ini..ini memberikan pencerahan bagi saya..tapi masih
> ada yang ingin saya tanyakan...
>
> Setelah saya baca pengertian dari mas2...RAC lebih mengamankan dari segi
> servernya...tapi di database-nya sendiri apakah sudah aman mas..naah apakah
> si dataguard ini berperan disini mas..yaitu untuk mengamankan si database
> ini....
> benar ga pendapat saya ini...kalo salah mohon dikoreksi..
>
> terima kasih sebelumnya
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke