Salam Mbah Darmo,
  Anda bisa menggabungkan antara data guard dan RAC menjadi sebuah arsitektur 
konfigurasi database server and application server yang handal. RAC untuk 
mengantisipasi matinya salah satu instant dan data guard untuk melakukan 
database backup. Scenarionya bisa jadi seperti ini, Anda mempersiapkan 2 
environments..katakanlah production dan standby databases. Masing-masing 
memiliki memakai RAC untuk menghindari dari kegagalan jaringan atau instant  
failure. Antara kedua environment ini dihubungkan oleh Dedicated Network (yang 
memiliki kemampuan transfer data yang tinggi tentunya.., e.g Gigabit Ethernet 
atau yang punya kemampuan lebih bagus lagi). Disini juga diperlukan traffic 
manager yang bisa dengan cepat men-switch session atau koneksi dari user ke 
database standaby kalau terjadi masalah di database server operational. 
Sehingga system database kita menjadi unbreakable...:).
  Informasi selengkapnya bisa dilihat di link berikut: 
http://www.oracle.com/technology/deploy/availability/htdocs/maa.htm
   
  regards,
   
  Agus
   
   
  

mbah darmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas jawaban2 yang diberikan 
dari mas2 yang master2 ini..ini memberikan pencerahan bagi saya..tapi masih ada 
yang ingin saya tanyakan...

Setelah saya baca pengertian dari mas2...RAC lebih mengamankan dari segi 
servernya...tapi di database-nya sendiri apakah sudah aman mas..naah apakah si 
dataguard ini berperan disini mas..yaitu untuk mengamankan si database ini....
benar ga pendapat saya ini...kalo salah mohon dikoreksi..

terima kasih sebelumnya 

---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke