kalo di versi 11g sudah mengadopsi ILM sehingga bisa pull-out suatu partisi dan nantinya tinggal plug-in ke database lainnya.
kalo versi sebelum 11g, paling export -> simpan di tape kalo diperlukan lagi tinggal diimport. kalo transportable tablespace...hmmm atleast definisi table nya harus ada dulu (CMIIW) -- thanks and regards ujang | oracle dba jakarta - indonesia 2008/7/29 rohmadsan <[EMAIL PROTECTED]>: > Hallo... > >> partisi apakah yang cocok untuk BARANG_TERJUAL (datanya mengikuti >> table Headernya), agar ketika Tablespace yang menyimpan data 2006 >> bisa kita keluarkan dari database, untuk kemudian disimpan di tape. > > Kalau begitu, kita butuh partition range agar bisa mengeluarkan data > 2006 (pakai transportable tablespace). Mungkin satu-satunya cara > adalah menambah kolom tgl_jual pada tabel BARANG_TERJUAL. > > Ada yang punya ide lain? > > Salam, > Rohmad > > http://rohmad.net/2008/07/26/partitioning-table-definisi-dan-contoh/ > > --- In [email protected], Abi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Mas, >> Kalau table PENJUALAN kan bisa di partisi by Range (Tgl_Jual) > dengan >> tablespace yang berbeda per tahun(misal : TS2006,TS2007,TS2008), > bagaimana >> kalau ada table detailnya, misalnya BARANG_TERJUAL, dimana relasinya > one to >> many. dan di table BARANG_TERJUAL yang ada kolom : ID_PENJUALAN, >> NAMA_BARANG, QTY. >> Challengenya adalah, partisi apakah yang cocok untuk BARANG_TERJUAL > (datanya >> mengikuti table Headernya), agar ketika Tablespace yang menyimpan > data 2006 >> bisa kita keluarkan dari database, untuk kemudian disimpan di tape. > Namun >> kalau kita ingin lihat lagi, kita bisa exchange ke database kembali. >> Terima kasih atas sharingnya. >> >> regards, >> >> Fahmi >> >> 2008/7/28 rohmadsan <[EMAIL PROTECTED]> >> >> > Hallo teman-teman, >> > Just for sharing. >> > >> > http://rohmad.net/2008/07/26/partitioning-table-definisi-dan-contoh/ >> > >> > Filosofi partisi adalah memecah tabel ke dalam beberapa segment >> > (partisi atau subpartisi), di mana tabel konvensional hanya mempunyai >> > satu segment. >> > >> > Misalkan kita punya tabel PENJUALAN dengan 8 juta records, kita ingin >> > query data untuk quartal pertama tahun ini. Pada tabel konvensional >> > (non partition), query akan men-scan keseluruhan 8 juta records data >> > tersebut karena berada dalam 1 segment. Nah, kalau tabel itu dipartisi >> > (by range untuk kolom tanggal penjualan) maka query akan men-scan >> > khusus segment di mana data itu berada; tidak semua 8 juta records >> > data itu di-scan, sehingga proses query lebih cepat. >> > >> > Manfaat lain dari partitioning adalah tiap-tiap segment (partisi atau >> > subpartisi) bisa ditaruh di tablespace yang berbeda, sehingga kita >> > mendapat manfaat dari spreading (menyebar) tablespace, yaitu >> > penyebaran I/O dan mengurangi resiko loss data karena tablespace > corrupt. >> > >> > Ada 3 metode utama partisi, dan ada 2 macam composite (gabungan): >> > >> > 1. Range partitioning >> > 2. List partitioning >> > 3. Hash partitioning >> > 4. Composite range-list partitioning >> > 5. Composite range-hash partitioning >> > >> > Misalkan saya punya tabel penjualan yang punya kolom no_invoice, >> > tgl_jual, dan area. >> > >> > CREATE TABLE penjualan >> > ( no_invoice NUMBER, >> > tgl_jual DATE, >> > area varchar2(10)); >> > >> > Dalam artikel ini saya juga akan memberi contoh macam-macam partisi >> > yang bisa dilakukan pada tabel penjualan tersebut. >> > >> > Range Partition >> > >> > Pada range partition, data dikelompokkan berdasarkan range (rentang) >> > nilai yang kita tentukan. Range partition ini cocok digunakan pada >> > kolom yang nilainya terdistribusi secara merata. Contoh yang paling >> > sering adalah kolom tanggal. >> > >> > Berikut ini contoh membuat table PENJUALAN dengan partisi range pada >> > kolom tgl_jual (untuk menegaskan bahwa ini adalah contoh range >> > partition, tabel saya beri nama PENJUALAN_RANGE): >> > >> > Lebih lanjut silahkan baca di >> > http://rohmad.net/2008/07/26/partitioning-table-definisi-dan-contoh/ >> > >> > Salam, >> > Rohmad >> >

