Sebenarnya yang membuat cepat adalah striping 0 nya.
Semakin banyak disk dalam 1 LUN RAID 0 maka semakin cepat dengan
bottleneck ada pada contoller/hba.

Untuk write RAID 1 memang lebih jelek dari RAID 0, tapi RAID 5 justru
lebih jelek dari RAID 1, karena RAID 5 ada cost untuk menghitung
parity.

Mengenai RAID sebenarnya dasarnya sih sama saja untuk masalah I/O
untuk aplikasi apa pun termasuk databae Oracle.

Tapi kalau berhubungan dengan Oracle dapat membaca di appendix E-11
buku Oracle Database performance Tuning comparisonnya .
Berikut saya kutip sebagaian matrix perbandingan performance RAID tersebut :


            |  None   |    0   |    1    |   0+1  |   3  |   5   |
=======================================
.....
DBWn   |   2       |    1   |    2    |    1     |   5  |   5   |
....
=======================================
1 (best) to 5 (worst)

Dapat dilihat bahwa RAID 5  adalah worst dalam hal menulis ke database.


Kemudian juga membuktikan sendiri kalau RAID 5 itu membikin wait di
I/O walaupun server nya punya 8 core processor dan RAM >4GB sehingga
transaksi smenjadi lambat, ketika dilakukan penambahan SGA seperti
tidak ada artinya, teranyata begitu diganti RAID 1+0 tidak terjadi
lagi.

Di dokumen-dokumen Oracle banyak sekali membahas agar menggunakan
stripping baik physical (RAID contoller) maupun menggunakan ASM
stripping.

Di dokumen oracle lain juga menyarankan agar membuat banyak LUN RAID 1
dan kemudian men"stripping" nya dengan ASM.

Jadi RAID 5 umumnya dipakai jika ingin menekan cost penggunaan disk
dan proteksi data/redundansi bukan kecepatan.

Berikut saya kutipkan dari Oracle Database Performance Tuning Guide
and Reference :


RAID 0+1: Striping and Mirroring

This level combines the technologies of RAID 0 and RAID 1. It is
widely used because it provides good reliability and better read and
write performance than RAID 1.

....


A system that has a high write rate might also benefit from the
following configuration options:

    * Using raw devices or third-party software that enables writes
directly to disk, avoiding reading from and writing to the UNIX buffer
cache
    * Using an I/O disk array that has a memory cache large enough to
sustain destaging dirty blocks without filling up the cache
    * Avoiding RAID 5 configuration for write-intensive applications

Bagi yang sudah pernah mencoba disksuite atau metadevice pada solaris,
mungkin sudah pernah membandingkan performance antara 0+1 dan 1+0.

Salam


On 6/3/09, [email protected]
<[email protected]> wrote:
> Hello bukhari,
>
> Darimana dasar ilmiahnya kalau RAID 10 lebih cepat dari RAID 5?
> RAID 10 mendahulukan RAID 1 kemudian baru RAID 0-nya.
> RAID 1 (mirroring) bagus untuk baca tapi jelek untuk menulis/write data,
> karena harus menulis di dua tempat yang berbeda (inget...disk mirroring).
> Setelah ditulis data, masih harus di stripping lagi dengan RAID 0-nya.
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke