Salam Sejahtera...

Pada Senin, 18 Desember 2006, Hendra Alikusuma menulis:

> Yang lebih lucu, jalan-jalan protokol atau jalan yang di anggap jalan utama
> di Indonesia pasti pake nama Jend. Sudirman........kenapa yach ada yg bisa
> jawab ?????

Izinkan saya mencoba memberikan tanggapan, sejauh yang saya ketahui.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah salah satu di antara sedikit organisasi 
nasional 
bersenjata yang terbentuk daripada rakyat. Contoh lainnya adalah Amerika 
Serikat dan RRC. 
Artinya, pada awalnya ia merupakan suaru gerakan yang terjadi karena 
kesertamertaan, bukan 
melalui pembentukan suatu organisasi profesional.

Dalm perjalanan kesejarahan NKRI, perjuangan / perlawanan bersenjata merupakan 
salah satu 
yang berperan besar dalam kemerdekaan, walau pada pascaproklamasi masih 
didebatkan siapa 
yang lebih berperan dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah dimaklumatkan.

Pada awalnya, sebagaimana juga di AS, perlawanan merupakan gabungan 
organisasi-organisasi 
bersenjata / laskar (militia). Termasuk di antaranya adalah para pelajar. 
Kelak, mereka 
ini diberi pilihan apakah akan meneruskan pengabdian dalam dinas ketentaraan 
profesional 
atau kembali sebagai rakyat, yang berarti berperan sebagai tentara rakyat.

Sudirman, adalah pimpinan pertama organisasi yang kemudian bernama TNI. 
Perannya dianggap 
monumental, karena ia memilih bergerilya melawan Belanda yang masuk kembali ke 
Indonesia, 
dibandingkan para pejabat sipil -dalam hal ini Dwitunggal Sukarno-Hatta- yang 
dianggapnya 
pengecut karena memilih ditawan oleh Belanda. Waktu itu, Sudirman sudah berada 
dalam 
keadaan payah, karena TBC yang diidapnya.

Diwarnai oleh masa ketika Hindia Belanda -sebelum menjadi NKRI- dijajah Jepang, 
para 
Bumiputra dikenalkan pada fasisme, yaitu tentara profesional sebagai nakhoda 
negara. Ini 
adalah bagian sejarah peradaban dunia, bahwa secara umum negara dibentuk oleh 4 
unsur: 
ulama, tentara, pedagang dan rakyat.

Kekepalabatuan Sudirman untuk tetap menyerah itulah yang kemudian menjadi dasar 
penghargaan pada almarhum, dengan cara menamakan jalan utama pada kota-kota 
besar di 
Indonesia.

Mengenai Sukarno-Hatta sebagai nama jalan, dapat Anda urut pula ke belakang, 
sama halnya 
dengan Gajah Mada, Untung Surapati dan lain-lain.

OK, kembali ke leptop, seperti kata Tukul Arwana. Saya menyarankan syarat 
berikut untuk 
menetapkan pilihan mengenai 'Kosmodrom Biak', salah satu atau gabungan di 
antaranya:

1. namanya berkaitan dengan sejarah kedirgantaraan RI
2. namanya merupakan kehormatan bagi daerah yang menjadi tempat
3. ...<silakan Anda tambahkan>
...

Setelah kita dapatkan persyaratan, baru kita masuk pada nama-nama ajuan kita 
masing-masing, yang dilengkapi alasan. Ini kemudian kita debatkan dan akhirnya 
tentukan 
apa yang akan kita usulan. Usulan ini akan berada di bawah "Indo Star Trek" 
atau nama lain 
yang kita sepakati.

Okeh ?!


Sharif Dayan

Kirim email ke