Halo Donny, Wah rupanya ada juga yang tertarik yah. He he he... I didn't expect this, loh.
Penjelasan nya mungkin agak panjang, tapi gue akan berusaha sesingkat mungkin. Jadi masyarakat Mesir jaman Middle Kingdom, seperti masy agraris di jaman pendahulunya, sangat memuja matahari sebagai sumber kehidupan mereka. Dewa yang paling banyak dipuja tentunya disebut Amun (dewa matahari, disebut juga Re dalam jaman Old Kingdom). Dalam civilization mesir kuno, maka dewa2 biasa memilih bentuk yang lebih natural dan dekat dengan rakyat nya untuk memunculkan diri. Thoth juga. Dia mengambil bentuk baboon karena baboon adalah hewan yang rajin. Pagi2 sebelum matahari terbit mereka sudah bangun dan berjajar menghadap ke arah matahari terbit untuk menyambut pagi. Saat sinar matahari menyentuh tanah, maka baboon akan duduk diatas dua kaki belakang nya dan tangannya dengan rapi di angkat di depan dadanya dengan telapak tangan menghadap ke arah matahari, menyambut sinar matahari pagi yang hangat. Gambaran ini ada 2 arti (semua dalam egyptian art and religion punya dua arti karena basis kepercayaan mereka adalah duality... masalah duality ini agak panjang keterangan nya dan kalau ada yang minat aja nanti gue ceritakan). Arti yang pertama adalah bahwa Thoth sebagai God of Knowledge sekaligus Messenger of the God, selalu menghormati creator dari dunia ini, yaitu Amun, the Primeval God alias King of the Gods. Arti yang kedua adalah bahwa manusia yang memuja Thoth harus meniru dengan menghormat kepada Thoth seperti Thoth menghormat kepada Amun. Sebagai God of Knowledge, Thoth memegang peranan penting dalam ritual setelah manusia mati, karena Thoth lah yang bertugas mencatat saat dewa Maat menimbang hati seseorang setelah dia mati, against sebuah bulu. Apabila hati tersebut seringan bulu berarti orang itu dalam hidupnya melakukan banyak perbuatan baik. "Baik" dalam konteks mesir kuno adalah berarti just and truthful yaitu adil dan jujur. Masyarakat mesir kuno sangat menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.Ritual afterlife ini disebut the Weighing of the Heart, karena hati kita ditimbang di atas scale of justice melawan selembar bulu saja. Begitulah, maka manusia diharapkan memandang Thoth seperti baboon memandang mentari fajar, yaitu with adoration and loyalty. Tetapi, kalau dari cara manusia jaman kita memandang, maka ada arti yang ke 3. Yaitu bahwa ancient egyptian people memandang dan melakukan observasi dalam kehidupan keseharian mereka untuk kemudian meng-incorporate nya ke dalam iconography dari kepercayaan religious mereka. Sorry, don't know how to shorten it more. Moga2 penjelasannya gak kepanjangan dan gak membosankan. Salam, Indie --- In [email protected], "Donny Trihardono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Indie wrote: > > Myth mengenai The City of Thoth di mulai saat Middle Kingdom, dan dewa > tertinggi saat itu adalah Amun. Bentuk baboons yang dipilih oleh Thoth > merupakan penggambaran theologis rakyat mesir saat itu dalam > memasukkan unsur natural kedalam agama mereka. Kalau tertarik, nanti > gue beritahukan lebih lanjut mengapa Thoth berbentuk baboon. > > > > Gue tertarik ndie..., would you tell me?? Thank you >
