Percaya dan setuju banget bahwa semua yang berlebihan itu nggak baek.
Balance is everything. Yin and Yang. Berhentilah makan sebelum engkau
kenyang. Yada-yada-yada and all that.

 

Ngerapiin dikiiiiiiiiiit lagi tulisan yang udah bagus ini. CMIIW, rumah kaca
atau greenhouse itu prinsip kerjanya adalah membuat sinar matahari tembus ke
dalam suatu ruangan (makanya dinding dan atapnya dibikin dari kaca) tapi
panas yang udah terbentuk di dalam oleh sinar matahari tersebut tertahan di
dalam, karena ruangannya tertutup. Ini cuma ngakalin iklim sebenernya. Iklim
di barat yang cenderung dingin itu nggak bisa numbuhin tanaman-tanaman
tropis begitu saja. Walapun tanaman-tanaman yang ditanam di luar (outdoor)
kena banyak sinar matahari, tapi udara tetap dingin, karena panas dari sinar
matahari ini lepas lagi ke udara, makanya dibikinin ruangan dari kaca ini.
Jadi kena matahari juga, tapi panasnya nggak ke mana-mana.

 

Sedikit memberikan penegasan, sebetulnya ini pembahasan dua topik yang
berbeda, karena efek rumah kaca dengan penipisan lapisan ozon itu tidak
terkait satu sama lain. Efek rumah kaca (atau global warming) itu adalah
meningkatnya suhu di Bumi secara global (yang akibatnya macem-macem, seperti
perubahan siklus cuaca, iklim secara umum di daerah-daerah tertentu), karena
penumpukan partikel-partikel karbon di atmosfer. Partikel-partikel karbon
yang berlebihan inilah yang berfungsi menjadi "atap rumah kaca" di mana
mereka mengizinkan sinar matahari tetap masuk ke Bumi, tapi menahan panas
yang udah terbentuk oleh sinar matahari tadi di dalam Bumi. Itulah makanya
disebut efek rumah kaca, karena efek yang ditimbulkannya sama dengan rumah
kaca atau greenhouse. Atau kalau menurut Heru atmosfer kita dari awal sudah
berfungsi seperti atap rumah kaca, maka penumpukan karbon yang berlebihan
ini meningkatkan efektivitasnya berlipat-lipat kali, sehingga panas yang
tertahan di Bumi menjadi berlebihan dari yang seharusnya sudah pas-pasan
untuk siklus hidup yang bisa diterima manusia.

 

Di lain pihak, lapisan ozon menipis (bahkan bolong di berbagai tempat)
karena ozon dirusak oleh CFC seperti yang dijelaskan Heru. Jadi nggak ada
hubungannya dengan efek rumah kaca. Akibat yang ditimbulkan pun beda, yaitu
antara lain tidak tersaringnya ultraviolet dari sinar matahari yang
menyebabkan kanker kulit. Ultraviolated, that's a good one, kekekekkekk...

 

Ario

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Heru Nur Rahman
Sent: Saturday, January 27, 2007 1:16 AM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Efek Rumah Kaca itu Bagus lho..

 

Percaya ga? Cuman tentu saja, semua yang berlebihan ga baek.. Planet yang ga
ada efek rumah kaca samasekali adalah planet2 yang ngga punya atmosfer.
Bumi, karena punya efek rumahkaca dari atmosfernya, dapat menjaga variasi
suhu permukaannya jadi relatif sempit. Bandingkan dengan di bulan, minus
sekian ratus di daerah bayangan dan sekian ratus di bagian terang. Efek
rumah kaca terjadi karena atmosfer memungkinkan panas yang diterima bumi
ngga langsung lepas lagi ke ruang angkasa. Yang jadi masalah adalah
banyaknya gas rumah kaca (CO2) akibat kegiatan manusia yang berpusat di 'oil
economy'. Kegiatan manusia ini melepaskan karbon dari bahan bakar fosil ke
atmosfer. Konsentrasi CO2 naik, makin banyak panas yang disimpan atmosfer,
efek rumah kaca semakin berat, suhu global naik, global warming. Planet
Venus adalah planet yang mengalami efek rumah kaca secara metal hardcore
ekstrim. 

Trus??? Kenapa juga dibilang efek rumah kaca? Soalnya, Herdi, rumah kaca
atau greenhouse yang biasa untuk numbuhin tanaman itu fungsinya sama dengan
atmosfer. Atap kaca memantulkan kembali panas ke bawah, sehingga suhu rumah
kaca lebih panas daripada suhu ambien di luar. Nda ada hubungannya dengan
gedung2 dengan dinding kaca di Sudirman.

Ozon, memang, dia replenish sendiri, syaratnya, total reaksi fotosintesis di
bumi cukup, cuman seperti kata mba Indie, perusakan ozon oleh senyawa klor
dari chloro-fluoro-carbon (again, I forgot the reaction) kecepatannya
jauuuuuh lebih tinggi dari perbaikan oleh konversi O2(oksigen) ke O3(ozon).
Dari reaksinya (yang saya lupa itu.. but believe me it's there if you look
for it), satu molekul klor yang sudah merusak buanyak molekul ozon. Kalo
ngga salah fungsinya jadi katalis gitu deh... it's an ugly business. 

Dan seperti yang kita tau, tipisnya ozon akan menyebabkan tembusnya ultra
violet (have you been x-rayed? No, but I've been ultraviolated..hehehe). UV
yang segitu kuatnya yang udah kesaring lapisan ozon pun masih cukup kuat
untuk membunuh bakteri di botol aqua yang dijemur itu.

Saya ngga afal Al Qur'an, dan mungkin langit memang akan terpelihara hingga
akhir zaman, but if we aren't careful, we won't be around to find out. 

Heru

Ps. Mungkin proses terraforming di startrek itu salah satunya adalah membuat
efek rumah kaca di sebuah planet agar dapat ditinggali. 






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke