Yang setahu gue sih landmark kan boleh lebih dari satu. Jadi kalo nggak
salah pagoda itu ikut menjadi landmark Semarang selain dari Simpang Lima,
Lawang Sewu, Gereja Blendug, Mesjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo Kong
dan lain-lain. Pagoda itu memang megah dan indah banget. Patung-patung Budha
segede gajah (I mean, literally) dibikin seakan dari emas. Tapi kalo itu sih
bukan peninggalan zaman dulu, tapi bikinan baru.

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of warbird692001



Mas Ario, mau OOT dikit dong.

Ngomong2 soal Simpang Lima yang sejak dulu jadi Landmark nya Semarang
(selain Lawang Sewu), betulkah berita yang gue denger bahwa sekarang
Semarang menganggap Landmark kotanya adalah Pagoda Avalokiteswara yang
megah dan indah itu? 

Gue kebetulan suka sekali memotret bangunan, baik unik maupun yang
memang antik. Nah Pagoda ini menggoda gue sekali untuk mengunjunginya. 
Tetapi kalau landmark kota yang sudah melegenda, Lawang Sewu dan
Simpang Lima itu diganti, apa gak salah?

Gue sudah 2 kali memasuki Lawang Sewu dan menurut gue itu bangunan
memang indah sekali. Walaupun banyak yang serem disana, tapi foto2 gue
bagus2... ha ha ha... Gue sih pengen lagi memotret Lawang Sewu setelah
di cat ulang itu. Kelihatan bagus dengan warna pink, mengurangi kesan
serem, walaupun terus terang ahli sejarah pasti semuanya memprotes
pengecatan itu, ya kan? 

Segitu aja pertanyaan OOT nya.
Walau OOT, tapi penting kan? 
Bukankah tugas kita juga untuk memelihara peninggalan generasi sebelum
kita, walaupun yang membangun adalah penjajah, tapi history should not
be seen from the eyes of the winner only.

Menurut gue, memporak porandakan peninggalan penjajah karena dianggap
mengingatkan kita pada masa susah adalah sebuah kegoblokan kelas
tinggi yang harus dibasmi. 

Salam,
Indie 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke